Eksekusi Mati
Jaksa Agung HM Prasetyo
Kembali Kejagung Eksekusi Mati 11 Terpidana Bulan Ini.
Minggu 08 Februari 2015, 01:30 WIB
Jaksa Agung HM Prasetyo
JAKARTA. Riaumadani. com - Kejaksaan Agung segera mengeksekusi mati 11 terpidana mati kasus narkotika dan pembunuhan berencana.
Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, pelaksanaan eksekusi tinggal menunggu waktu. "Ya [Februari], nanti. [Tanggal] belum ditentukan," ujar Prasetyo di kantornya, Jumat [6/2/2015].
Menurutnya, tidak ada alasan lagi pihaknya untuk menunda eksekusi mati, karena seluruh proses sudah dilalui.
"Tidak ada alasan lagi kan untuk kita melakukan penundaan sebagainya ya. Kalaupun sekarang sudah siap semuanya memasuki tahap berikutnya yaitu pelaksanaan putusan," tuturnya.
Namun, saat didesak tanggal pelaksanaan, Prasetyo enggan menjawab. "Kita persiapkan semuanya. Kita akan menentukan dan akan cari waktu yang tepat. Ini bukan masalah sederhana," katanya.
Prasetyo menyatakan pihaknya sudah mengirim notifikasi ke Pemerintah Australia dan negara lainnya terkait akan adanya pelaksanaan eksekusi mati.
"Notifikasi kan pemberitahuan ya. Itu sudah menjadi prosedur yang harus diikuti ketika warga negara lain mengenai proses hukum hukuman mati, kan salah satunya harus memberitahukan kepada mereka. Berikutnya tidak ada yang lain lagi selain eksekusi," paparnya.
Ke-11 terpidana mati yaitu:
1. Syofial alias Iyen bin Azwar [WNI]. Terlibat dalam kasus pencurian, pemerkosaan, dan kekerasan yang menewaskan tujuh warga Suku Anak Dalam di Provinsi Jambi, 29 Desember 2000
2. Mary Jane Fiesta Veloso [WN Filipina]. Terlibat kasus penyelundupan narkotika jenis heroin 2,6 kg di Bandara Adi Stujipto, 25 April 2010
3. Myuran Sukumaran alias Mark [WN Australia]. Kasus kepemilikan 334 gram heroin di dalam kopernya, di Hotel Melasti, Kuta, 2005
4. Harun bin Ajis [WNI]. Terlibat dalam kasus pencurian, pemerkosaan, dan kekerasan yang menewaskan tujuh warga Suku Anak Dalam di Provinsi Jambi, 29 Desember 2000
5. Sargawi alias Ali bin Sanusi [WNI]. Terlibat dalam kasus pencurian, pemerkosaan, dan kekerasan yang menewaskan tujuh warga Suku Anak Dalam di Provinsi Jambi, 29 Desember 2000
6. Serge Areski Atlaoui [WN Prancis]. Terlibat dalam operasi pabrik ekstasi dan shabu di Cikande, Tangerang, 11 November 2005. Barang bukti yang disita 138,6 kg sabu, 290 kg ketamine, dan 316 drum prekusor
7. Martin Anderson alias Belo [WN Ghana]. Kasus kepemilikan heroin 50 gram yang dimasukkan dalam map. Ia ditangkap di Kepala Gading, 7 November 2003.
8. Zainal Abidin [WNI]. Kasus kepemilikan narkoba
9. Raheem Agbaje Salami [WN Cordova]. Kasus penyelundupan heroin 5 kg di tahun 1999
10. Rodrigo Gularte [WN Brasil]. Kasus penyelundupan 19 kg kokain dalam papan seluncurnya tahun 2004
11. Andrew Chan [WN Australia]. Kasus penyelundupan 8 kg narkotika jenis heroin tahun 2005. **
Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, pelaksanaan eksekusi tinggal menunggu waktu. "Ya [Februari], nanti. [Tanggal] belum ditentukan," ujar Prasetyo di kantornya, Jumat [6/2/2015].
Menurutnya, tidak ada alasan lagi pihaknya untuk menunda eksekusi mati, karena seluruh proses sudah dilalui.
"Tidak ada alasan lagi kan untuk kita melakukan penundaan sebagainya ya. Kalaupun sekarang sudah siap semuanya memasuki tahap berikutnya yaitu pelaksanaan putusan," tuturnya.
Namun, saat didesak tanggal pelaksanaan, Prasetyo enggan menjawab. "Kita persiapkan semuanya. Kita akan menentukan dan akan cari waktu yang tepat. Ini bukan masalah sederhana," katanya.
Prasetyo menyatakan pihaknya sudah mengirim notifikasi ke Pemerintah Australia dan negara lainnya terkait akan adanya pelaksanaan eksekusi mati.
"Notifikasi kan pemberitahuan ya. Itu sudah menjadi prosedur yang harus diikuti ketika warga negara lain mengenai proses hukum hukuman mati, kan salah satunya harus memberitahukan kepada mereka. Berikutnya tidak ada yang lain lagi selain eksekusi," paparnya.
Ke-11 terpidana mati yaitu:
1. Syofial alias Iyen bin Azwar [WNI]. Terlibat dalam kasus pencurian, pemerkosaan, dan kekerasan yang menewaskan tujuh warga Suku Anak Dalam di Provinsi Jambi, 29 Desember 2000
2. Mary Jane Fiesta Veloso [WN Filipina]. Terlibat kasus penyelundupan narkotika jenis heroin 2,6 kg di Bandara Adi Stujipto, 25 April 2010
3. Myuran Sukumaran alias Mark [WN Australia]. Kasus kepemilikan 334 gram heroin di dalam kopernya, di Hotel Melasti, Kuta, 2005
4. Harun bin Ajis [WNI]. Terlibat dalam kasus pencurian, pemerkosaan, dan kekerasan yang menewaskan tujuh warga Suku Anak Dalam di Provinsi Jambi, 29 Desember 2000
5. Sargawi alias Ali bin Sanusi [WNI]. Terlibat dalam kasus pencurian, pemerkosaan, dan kekerasan yang menewaskan tujuh warga Suku Anak Dalam di Provinsi Jambi, 29 Desember 2000
6. Serge Areski Atlaoui [WN Prancis]. Terlibat dalam operasi pabrik ekstasi dan shabu di Cikande, Tangerang, 11 November 2005. Barang bukti yang disita 138,6 kg sabu, 290 kg ketamine, dan 316 drum prekusor
7. Martin Anderson alias Belo [WN Ghana]. Kasus kepemilikan heroin 50 gram yang dimasukkan dalam map. Ia ditangkap di Kepala Gading, 7 November 2003.
8. Zainal Abidin [WNI]. Kasus kepemilikan narkoba
9. Raheem Agbaje Salami [WN Cordova]. Kasus penyelundupan heroin 5 kg di tahun 1999
10. Rodrigo Gularte [WN Brasil]. Kasus penyelundupan 19 kg kokain dalam papan seluncurnya tahun 2004
11. Andrew Chan [WN Australia]. Kasus penyelundupan 8 kg narkotika jenis heroin tahun 2005. **
| Editor | : | Okezone |
| Kategori | : | Nasional |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham