JAKARTA. RIAUMADANI. COM - Polda Metro Jaya menangkap para pelaku vandalisme provokatif yang memanfaatkan kondisi Pembatasan" />
Kamis, 29 Januari 2026

Breaking News

  • Dukung Pendidikan Usia Dini, Sabtu P Sinurat Ketua DPRD Inhu Sumbang TK Raudhatul Ulum Air Molek   ●   
  • Resmikan Kampung Nelayan, Wabup Bagus Berharap Nelayan Tangkap Peluang Jadi Pelaku Ekspo   ●   
  • Pemkab Bengkalis Dorong Kolaborasi Pemerintah, Baznas dan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Zakat   ●   
  • Kabupaten Rokan Hulu Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya, Bupati Anton: "Ini Investasi Keselamatan Rakyat"   ●   
  • Wabup Syamsurizal Tegaskan, Pejabat Siak Kerja Harus Maksimal dan Kejar PAD demi Kesejahteraan Rakya   ●   
Hukum
Provokasi Warga buat Kerusuhan Saat PSBB, Polda Metro Jaya Sikat Kelompok Anarko
Minggu 12 April 2020, 12:18 WIB
Pers Release Polda metro jaya
JAKARTA. RIAUMADANI. COM - Polda Metro Jaya menangkap para pelaku vandalisme provokatif yang memanfaatkan kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta.

Para pelaku berinisial MRR (21), AAM (18), RIAP (18), dan RJ (19) ditangkap di kawasan Tangerang Kota pada Jumat (10/4/2020) malam.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sujana mengatakan para pelaku ini sengaja melakukan penghasutan kepada warga lewat vandalisme agar melakukan keonaran.

“Jadi motifnya Ingin mengajak masyarakat untuk membuat keonaran dan kerusuhan dengan situasi yang ada saat ini,” kata Nana Irjen Pol Nana Sujana di Polda Metro Jaya, Sabtu (11/4/2020).

Menurut Nana, para pelaku melakukan vandalisme di empat ruko di Tangerang yakni di ruko- ruko wilayah Pasar Anyar Kota Tangerang, di Kantor Bank BCA Kisamaun, di Trotoar dan di dinding jalan Kali Pasir, dan di Kantor Bank BRI, Tangerang.

“Kalimatnya ‘Sudah Krisis Saatnya Membakar’, ini jelas profokatif,” ungkap Nana.

Tqk hanya itu, kata Nana, para pelaku ini masuk dalam kelompok anarko yang selama ini cukup dikenal dengan aksinya vandalisme beberapa wilayah di Jakarta.

“Kelompok anarko ini cukup terkenal di Jakarta dan di Jawa,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, para pelaku dikenakan pasal Pasal 160 KUHP tentang siapa di muka umum dengan lisan atau tulisan menghasut supaya melakukan tindak
pidana melakukan kekerasan terhadap penguasa umum dengan pidana penjara paling lama 6 tahun.
*pojoksatu




Editor : Tis
Kategori : Hukum
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top