Antisipasi Wabah virus Corona
Gubri menggelar pertemuan dengan para tokoh agama,
adat dan masyarakat Riau di Gedung Daerah Pekanbaru, Selasa (24/3/2020).
Gubri Imbau Salat Berjemaah di Masjid Ditiadakan, Termasuk Salat Jumat dan Ceramah
Rabu 25 Maret 2020, 23:14 WIB
Gubri menggelar pertemuan dengan para tokoh agama,
adat dan masyarakat Riau di Gedung Daerah Pekanbaru, Selasa (24/3/2020).
PEKANBARU. RIAUMADANI. COM - Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar mengimbau kepada tokoh agama, masyarakat dan adat beragama Islam di Provinsi Riau untuk sementara waktu mentiadakan salat berjemaah di masjid, termasuk salat Jumat dan ceramah.
Imbauan disampaikan Gubri untuk menghindari keramaian di rumah ibadah, dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19) di Provinsi Riau.
Gubri mengharapkan dalam stuasi dan kondisi saat (darurat virus Corona) tidak ada masyarakat muslim di Riau yang salat berjemaah di masjid. Namun azan di masjid tetap dikumandangkan setiap masuk waktu salat.
"Tadi Sekjen MUI Riau menyampaikan sepakat kepada kami, di masjid itu ada orang salat di sana, tapi tidak berjemaah lagi. Yang berjemaah itu paling-paling iman dan bilal. Dan masjid tetap melaksanakan azan," kata
Gubri usai menggelar pertemuan dengan para tokoh agama, adat dan masyarakat Riau di Gedung Daerah Pekanbaru, Selasa (24/3/2020).
Begitu juga untuk salat Jumat, Gubri mengimbau kepada masyarakat untuk sementara waktu dapat melaksakan salat Jumat di rumah.
"Imbauan saya kalau bisa Jumat kedepan mungkin salat di rumah saja," pinta Datuk Seri Setia Amanah Masyarakat Adat Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau ini.
Tak hanya itu, mantan Bupati Siak juga meminta ceramah di masjid dan mushala untuk sementara waktu dihentikan.
"Kemudian ceramah-ceramah yang sudah terjadwal diberbagai masjid dan musalah, kalau bisa diberhentikan dulu," pintanya.
"Begitu juga ibadah di Gereja, Vihara dan Pura, para tokoh sudah sepakat tidak melibatkan jemaah banyak," sambungnya.
Disamping itu, Gubri menyampaikan tujuan pihaknya mengundang para tokoh agama baik Islam, Kristen, Hindu dan Budha, serta tokoh adat dan masyarakat agar mereka bisa membantu pemerintah meningkatkan kesadaran masyarakat, bahwa kebijakan yang dilakukan pemerintah menyikapi merebaknya virus Corona inu untuk keselamatan masyatakat itu sendiri.
"Karena tujuan pemerintah membuat semua ini untuk memelihara kesehatan sekaligus menjaga keselamatan masyarakat," ucapnya.
"Tadi saya sampaikan jangan positif satu Covid-19 di Riau ini dianggap sedikit, karena ada ribuan orang di Riau ODP yang diantaranya datang dari Malaysia. Dan pasien PDP yang dirawat di rumah sakit sebagaian besar memiliki riwayat perjalanan dari Malaysia," tambahnya.
Menurutnya, jika Orang Dengan Pemantauan (ODP) dan Pasien Dengan Pemeriksaan (PDP) di Riau ini dilakukna rapit test (tes cepat) Covid-19, maka akan ketahuan terinfeksi atau tidak.
"Makanya saya katakan kasus Covid-19 di Riau ini tidak sederhana, karena itu kami harapkan dukungan dari tokoh agama, masyarakat dan adat agar mereka bisa menyampaikan kepada jamaah dan masyarakat. Karena ini semua dalam dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Corona," tutupnya. (Tis/mcr)
Imbauan disampaikan Gubri untuk menghindari keramaian di rumah ibadah, dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19) di Provinsi Riau.
Gubri mengharapkan dalam stuasi dan kondisi saat (darurat virus Corona) tidak ada masyarakat muslim di Riau yang salat berjemaah di masjid. Namun azan di masjid tetap dikumandangkan setiap masuk waktu salat.
"Tadi Sekjen MUI Riau menyampaikan sepakat kepada kami, di masjid itu ada orang salat di sana, tapi tidak berjemaah lagi. Yang berjemaah itu paling-paling iman dan bilal. Dan masjid tetap melaksanakan azan," kata
Gubri usai menggelar pertemuan dengan para tokoh agama, adat dan masyarakat Riau di Gedung Daerah Pekanbaru, Selasa (24/3/2020).
Begitu juga untuk salat Jumat, Gubri mengimbau kepada masyarakat untuk sementara waktu dapat melaksakan salat Jumat di rumah.
"Imbauan saya kalau bisa Jumat kedepan mungkin salat di rumah saja," pinta Datuk Seri Setia Amanah Masyarakat Adat Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau ini.
Tak hanya itu, mantan Bupati Siak juga meminta ceramah di masjid dan mushala untuk sementara waktu dihentikan.
"Kemudian ceramah-ceramah yang sudah terjadwal diberbagai masjid dan musalah, kalau bisa diberhentikan dulu," pintanya.
"Begitu juga ibadah di Gereja, Vihara dan Pura, para tokoh sudah sepakat tidak melibatkan jemaah banyak," sambungnya.
Disamping itu, Gubri menyampaikan tujuan pihaknya mengundang para tokoh agama baik Islam, Kristen, Hindu dan Budha, serta tokoh adat dan masyarakat agar mereka bisa membantu pemerintah meningkatkan kesadaran masyarakat, bahwa kebijakan yang dilakukan pemerintah menyikapi merebaknya virus Corona inu untuk keselamatan masyatakat itu sendiri.
"Karena tujuan pemerintah membuat semua ini untuk memelihara kesehatan sekaligus menjaga keselamatan masyarakat," ucapnya.
"Tadi saya sampaikan jangan positif satu Covid-19 di Riau ini dianggap sedikit, karena ada ribuan orang di Riau ODP yang diantaranya datang dari Malaysia. Dan pasien PDP yang dirawat di rumah sakit sebagaian besar memiliki riwayat perjalanan dari Malaysia," tambahnya.
Menurutnya, jika Orang Dengan Pemantauan (ODP) dan Pasien Dengan Pemeriksaan (PDP) di Riau ini dilakukna rapit test (tes cepat) Covid-19, maka akan ketahuan terinfeksi atau tidak.
"Makanya saya katakan kasus Covid-19 di Riau ini tidak sederhana, karena itu kami harapkan dukungan dari tokoh agama, masyarakat dan adat agar mereka bisa menyampaikan kepada jamaah dan masyarakat. Karena ini semua dalam dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Corona," tutupnya. (Tis/mcr)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Pekanbaru |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Jumat 30 Januari 2026, 07:03 WIB
Bupati Bengkalis Resmikan Pembangunan Pengembangan RSU Mutiasari di Mandau
Selasa 13 Januari 2026
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham