KH. Maruf Amin Bapak Ekonomi Syariah Indonesia
Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia KH. Maruf Amin
dinobatkan sebagai Bapak Ekonomi Syariah Indonesia oleh Universitas
Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau. Jumat (06/03/2020)
UIN Suska Nobatkan Wapres RI Sebagai Bapak Ekonomi Syariah Indonesia
Jumat 06 Maret 2020, 23:44 WIB
Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia KH. Maruf Amin
dinobatkan sebagai Bapak Ekonomi Syariah Indonesia oleh Universitas
Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau. Jumat (06/03/2020)
PEKANBARU. RIAUMADANI. COM - Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia KH. Maruf Amin dinobatkan sebagai Bapak Ekonomi Syariah Indonesia oleh Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau.
Penobatan ini berlangsung di aula Rektorat Lantai V UIN Suska Riau, yang dihadiri langsung oleh Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar, Ketua DPRD Riau Indra Gunawan Eet, Rektor UIN Suska Riau Akhmad Mujahidin, Forkopimda Pemprov Riau, serta civitas akademika UIN Suska Riau, Jumat (6/3/2020).
Rektor UIN Suska Riau Akhmad Mujahidin menyebutkan, pemberian gelar ini sebagai bentuk apresiasi atas karya inovatif dari KH. Maruf Amin yang membawa pencerahan mendorong masyarakat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang Syariah.
"Dalam pandangan kami, Wapres memiliki kiprah dalam ekonomi syariah. Izinkan kami memberikan apresiasi ini terhadap karyanya," ucapnya.
Ia juga menerangkan, penganugerahan gelar tersebut murni atas karya dan dedikasi Maruf Amin yang telah lama menjadi panduan dalam pengembangan ekonomi syariah terutama dalam jurusan ekonomi syariah.
Tambahnya, melalui penganugerahan tersebut, diharapkan semakin berkembang ekonomi masyarakat syariah di Independen. Sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat kurang mampu dan kaum dhuafa.
"Hadirnya darah syariah ini sangat potensial sekali, seperti zakat, wakaf dan lainnya yang bisa dimanfaatkan kaum dhuafa," kata Mujahidin.
Selain itu, Rektor UIN Suska Riau ini juga menginginkan diberikannya kepercayaan oleh Wapres RI kepada UIN Suska Riau sebagai pusat pengkajian dan pengembangan ilmu ekonomi syariah di Indonesia.
Penobatan ini berlangsung di aula Rektorat Lantai V UIN Suska Riau, yang dihadiri langsung oleh Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar, Ketua DPRD Riau Indra Gunawan Eet, Rektor UIN Suska Riau Akhmad Mujahidin, Forkopimda Pemprov Riau, serta civitas akademika UIN Suska Riau, Jumat (6/3/2020).
Rektor UIN Suska Riau Akhmad Mujahidin menyebutkan, pemberian gelar ini sebagai bentuk apresiasi atas karya inovatif dari KH. Maruf Amin yang membawa pencerahan mendorong masyarakat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang Syariah.
"Dalam pandangan kami, Wapres memiliki kiprah dalam ekonomi syariah. Izinkan kami memberikan apresiasi ini terhadap karyanya," ucapnya.
Ia juga menerangkan, penganugerahan gelar tersebut murni atas karya dan dedikasi Maruf Amin yang telah lama menjadi panduan dalam pengembangan ekonomi syariah terutama dalam jurusan ekonomi syariah.
Tambahnya, melalui penganugerahan tersebut, diharapkan semakin berkembang ekonomi masyarakat syariah di Independen. Sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat kurang mampu dan kaum dhuafa.
"Hadirnya darah syariah ini sangat potensial sekali, seperti zakat, wakaf dan lainnya yang bisa dimanfaatkan kaum dhuafa," kata Mujahidin.
Selain itu, Rektor UIN Suska Riau ini juga menginginkan diberikannya kepercayaan oleh Wapres RI kepada UIN Suska Riau sebagai pusat pengkajian dan pengembangan ilmu ekonomi syariah di Indonesia.
"Wapres itu layak diberikan gelar Bapak Ekonomi Syariah Indonesia. Mohon juga UIN dijadikan pusat kajian ekonomi syariah," tutupnya.
Sementara itu Wakil Presiden RI Maruf Amin, dalam sambutannya mengatakan," ditengah kemajuan ekonomi syariah yang saat ini sudah banyak menjadi sistem perbankan, lembaga pembiayaan adalah bentuk kepercayaan masyarakat Indonesia.
Meski begitu, terkait alasan besarnya peran Maruf Amin membangkitkan ekonomi syariah di negeri ini, disikapinya dengan mengatakan sebagai bentuk penghormatan.
"Saya mengucapkan terimakasih atas pemberian gelar kepada saya. Sebenarnya kemajuan ekonomi syariah di Indonesia, saya hanya bagian kecil. Saya hanya baut dari proses kemajuan ekonomi syariah. Karena itu, pemberian gelar ini sebagai penghormatan," kata Wapres.
Maruf Amin lantas menceritakan bagaimana di era 80-an, banyak diantara pengusaha muslim yang menyatakan kegelisahannya terkait sistem keuangan diperbankan yang mengadopsi sistem bunga atau oleh ulama disebut riba.
Mulailah digagas berbagai diskusi oleh Maruf Amin bersama aktifis muslim. Loka karya soal ekonomi syariah pun semakin gencar dilakukan. Prinsipnya, harus ada alternatif selain sistem keuangan kapitalis yang tidak sesuai dengan syariat agama.
"Ekonomi syariah dalam rangka melindungi, umat yang tak sesuai dengan syariah. Terutama, dari sistem perbankan yang tak lepas dari sistem bunga, oleh ulama disebut sebagai riba. Karena itu, sistem syariah menjadi alternatif sistem keuangan perbankan, (Tis/mcr)
Meski begitu, terkait alasan besarnya peran Maruf Amin membangkitkan ekonomi syariah di negeri ini, disikapinya dengan mengatakan sebagai bentuk penghormatan.
"Saya mengucapkan terimakasih atas pemberian gelar kepada saya. Sebenarnya kemajuan ekonomi syariah di Indonesia, saya hanya bagian kecil. Saya hanya baut dari proses kemajuan ekonomi syariah. Karena itu, pemberian gelar ini sebagai penghormatan," kata Wapres.
Maruf Amin lantas menceritakan bagaimana di era 80-an, banyak diantara pengusaha muslim yang menyatakan kegelisahannya terkait sistem keuangan diperbankan yang mengadopsi sistem bunga atau oleh ulama disebut riba.
Mulailah digagas berbagai diskusi oleh Maruf Amin bersama aktifis muslim. Loka karya soal ekonomi syariah pun semakin gencar dilakukan. Prinsipnya, harus ada alternatif selain sistem keuangan kapitalis yang tidak sesuai dengan syariat agama.
"Ekonomi syariah dalam rangka melindungi, umat yang tak sesuai dengan syariah. Terutama, dari sistem perbankan yang tak lepas dari sistem bunga, oleh ulama disebut sebagai riba. Karena itu, sistem syariah menjadi alternatif sistem keuangan perbankan, (Tis/mcr)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Nasional |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Jumat 30 Januari 2026, 07:03 WIB
Bupati Bengkalis Resmikan Pembangunan Pengembangan RSU Mutiasari di Mandau
Selasa 13 Januari 2026
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham