KPK Vs Polisi
BW Sindir Polri Berusaha Masuk Rekor Dunia Menangani Kasus Tercepat
Minggu 25 Januari 2015, 02:42 WIB
DEPOK. Riaumadani. com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK], Bambang Widjojanto, mempertanyakan isi Berita Acara Pemeriksaan [BAP] saat diperiksa Bareskrim Mabes Polri. BW melihat banyak kejanggalan terhadap kasusnya.
"Saya baca teliti surat penangkapan katanya dikirim tetapi yang diberikan di Bareskrim berbeda. Soal alamat kecamatan dan kelurahan, saya bikin note. Saat itu saya merasa ini proses tak biasa, saya tahu persis bagaimana proses BAP," kata dia di kediamannya di Kampung Bojong Lio RT 006/28 Sukamaju, Cilodong, Depok.
"Saya lihat hal penting disitu. Bagian pertama proses cepat sekali. Laporan dibuat awal Januari, dibuat seseorang bernama Sugianto Sabran. Tanggal 20 Januari ada surat penyidikan penggeledahan dan surat perintah penggeledahan. Penangkapan 22 Januari," imbuhnya.
BW mengaku tercengang dengan kecepatan yang ditunjukan Polri dalam kasus tersebut. BW menyindir Polri agar bisa meraih rekor dunia karena cepat menangani kasusnya.
"Di sampai titik itu agak surprise saya. Penggunaan pasal itu dalam kasus lain, sampai hari ini tak ditindaklanjuti. Saya merasa teman-teman polisi sudah meningkat, dalam aturan KUHAP disebutkan perkara harus cepat dan murah, mudah-mudahan bisa masuk di Guinness World Record. Pertama di surat penangkapan, dalam isinya saya akan diperiksa, disitu beda. Saya akan diperiksa kata-kata penangkapan enggak ada," jelas dia.
Catatan lainnya, kata BW, dalam pasal 242 KUHP terdapat ayat 1,2,3. Ia mempertanyakan ayat yang mana dikenakan kepadanya.
"Ini harus disebut ini pelaku penyerta atau apa, saya ini apakah saya melakukan, saya pengaruhi atau siapa. Harus jelas. Ini penting untuk pembelaan saya, tiap ayat beda-beda. Saya tak dapat penjelasan saya pertanyakan mohon dijelaskan kualifikasi delik jadi dasar tuduhan saya 242 dan 55, kalau enggak jelas maka saya menolak jawab, dan menguraikan pertanyaan," tegas dia.
Hingga usai Magrib pada Jumat 23 Januari 2015, BW hanya tinggal mengoreksi Berita Acara Pemeriksaan dan Berita Acara Penggeledahan.
"Saya koreksi lagi. Menurut saya tak memuat proses lengkap, saya tuliskan bagaimana saya diteror saat penangkapan saya tulis secara rinci dilakukan. Selesai dan kami menunggu, sampai tim lawyer bergantian. Sampai tengah malam prosesnya," tandasnya.**
"Saya baca teliti surat penangkapan katanya dikirim tetapi yang diberikan di Bareskrim berbeda. Soal alamat kecamatan dan kelurahan, saya bikin note. Saat itu saya merasa ini proses tak biasa, saya tahu persis bagaimana proses BAP," kata dia di kediamannya di Kampung Bojong Lio RT 006/28 Sukamaju, Cilodong, Depok.
"Saya lihat hal penting disitu. Bagian pertama proses cepat sekali. Laporan dibuat awal Januari, dibuat seseorang bernama Sugianto Sabran. Tanggal 20 Januari ada surat penyidikan penggeledahan dan surat perintah penggeledahan. Penangkapan 22 Januari," imbuhnya.
BW mengaku tercengang dengan kecepatan yang ditunjukan Polri dalam kasus tersebut. BW menyindir Polri agar bisa meraih rekor dunia karena cepat menangani kasusnya.
"Di sampai titik itu agak surprise saya. Penggunaan pasal itu dalam kasus lain, sampai hari ini tak ditindaklanjuti. Saya merasa teman-teman polisi sudah meningkat, dalam aturan KUHAP disebutkan perkara harus cepat dan murah, mudah-mudahan bisa masuk di Guinness World Record. Pertama di surat penangkapan, dalam isinya saya akan diperiksa, disitu beda. Saya akan diperiksa kata-kata penangkapan enggak ada," jelas dia.
Catatan lainnya, kata BW, dalam pasal 242 KUHP terdapat ayat 1,2,3. Ia mempertanyakan ayat yang mana dikenakan kepadanya.
"Ini harus disebut ini pelaku penyerta atau apa, saya ini apakah saya melakukan, saya pengaruhi atau siapa. Harus jelas. Ini penting untuk pembelaan saya, tiap ayat beda-beda. Saya tak dapat penjelasan saya pertanyakan mohon dijelaskan kualifikasi delik jadi dasar tuduhan saya 242 dan 55, kalau enggak jelas maka saya menolak jawab, dan menguraikan pertanyaan," tegas dia.
Hingga usai Magrib pada Jumat 23 Januari 2015, BW hanya tinggal mengoreksi Berita Acara Pemeriksaan dan Berita Acara Penggeledahan.
"Saya koreksi lagi. Menurut saya tak memuat proses lengkap, saya tuliskan bagaimana saya diteror saat penangkapan saya tulis secara rinci dilakukan. Selesai dan kami menunggu, sampai tim lawyer bergantian. Sampai tengah malam prosesnya," tandasnya.**
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan