Senin, 20 Juli 2026

Breaking News

  • Arifudin Ahalik, "Jaga Aset Negara, FPAN Surati Dinas Perhubungan Provinsi Riau"   ●   
  • Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat   ●   
  • SMA N. 01.Sungai Apit Beri Penghargaan Kepada Dua Orang Siswanya yang Lolos mengikuti Paskibraka.  ini Harapan Kepsek   ●   
  • Usai Dugaan Gudang Solar Subsidi Terungkap, Pria Bernama Kasno Datangi Awak Media   ●   
  • Sempena Hari Jadi Ke-514 Bengkalis: LAMR Gelar Sepekan Kenduri Adat Penuh Warna dan Budaya   ●   
425 Korban Jiwa Akibat Virus Corona Terjadi di China
Selasa 04 Februari 2020, 05:01 WIB

BEIJING. RIAUMADANI. COM - Angka kematian akibat wabah virus korona yang dikenal sebagai 2019-nCoV kembali bertambah menjadi 425, dengan lebih dari 20.000 kasus infeksi telah dilaporkan. 

Sebagian besar kematian terjadi di China, terutama di Provinsi Hubei yang menjadi pusat penyebaran wabah, dengan satu kematian dilaporkan terjadi di Filipina.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Senin, 3 Februari 2020, memperingatkan bahwa dunia mungkin sangat tidak siap untuk menghadapi wabah yang nyata meski memiliki waktu untuk mempersiapkan diri setelah epidemi sebelumnya.

Hal itu disampaikan Tedros karena tindakan pencegahan terhadap wabah yang meluas di sejumlah negara sejauh ini tetap sangat tidak memadai dan mencerminkan "siklus panik dan penelantaran".

"Kami membuang uang saat wabah, dan ketika sudah berakhir, kami melupakannya dan tidak melakukan apa pun untuk mencegah yang berikutnya," kata Tedros pada pertemuan dewan eksekutif WHO di Jenewa sebagaimana dilansir Russia Today, Selasa (4/2/2020).

Angka kematian pada Senin, yang mencapai 64 orang, merupakan yang tertinggi dalam satu hari sejak wabah mulai menyebar.

 China telah selesai membangun dua rumah sakit berkapasitas besar di Provinsi Hubei yang diharapkan dapat membantu mengurangi penyebaran wabah virus korona.

Sejauh ini sejumlah negara, termasuk Indonesia telah melarang masuknya pengunjung dari China untuk mencegah masuknya, atau bertambahnya kasus infeksi virus korona di wilayah negara mereka. Langkah pelarangan itu diambil setelah WHO mengumumkan wabah virus korona 2019-nCoV sebagai darurat kesehatan global pekan lalu.(**)




Editor :
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top