Kamis, 29 Januari 2026

Breaking News

  • Dukung Pendidikan Usia Dini, Sabtu P Sinurat Ketua DPRD Inhu Sumbang TK Raudhatul Ulum Air Molek   ●   
  • Resmikan Kampung Nelayan, Wabup Bagus Berharap Nelayan Tangkap Peluang Jadi Pelaku Ekspo   ●   
  • Pemkab Bengkalis Dorong Kolaborasi Pemerintah, Baznas dan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Zakat   ●   
  • Kabupaten Rokan Hulu Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya, Bupati Anton: "Ini Investasi Keselamatan Rakyat"   ●   
  • Wabup Syamsurizal Tegaskan, Pejabat Siak Kerja Harus Maksimal dan Kejar PAD demi Kesejahteraan Rakya   ●   
Pemulangan WNI
238 WNI dari Wuhan Tiba di Bandara Hang Nadim Batam
Minggu 02 Februari 2020, 04:09 WIB
Bandara Hang Nadim Batam
BATAM. RIAUMADANI. COM  - Warga Negara Indonesia (WNI) sudah tiba di Bandara Hang Nadim, Batam. WNI tiba di Batam kemudian berpindah rangkaian ke pesawat milik TNI Angkatan Udara (AU) untuk berangkat ke Natuna, Kepulauan Riau (Kepri).

Pesawat Batik Air yang mengangkut para WNI Tiba di Bandara Hang Nadim sekitar pukul 08.50 WIB. Terlihat tim medis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan medis dari otoritas bandara ikut membantu WNI yang hendak dievakuasi ke pesawat TNI AU.

Hingga kini belum ada keterangan resmi terkait kedatangan para WNI ini. Yang pasti mereka akan dibawa ke Hanggar Lanud Raden Sadjad, Natuna, untuk diobservasi. Segala kesiapan di hanggar juga sudah disiapkan.

"Alhamdullillah, pesawat penjemput WNI dari Wuhan sudah tiba di Batam (02/01/20)," tutur Menlu Retno LP Marsudi di akun Twitter resminya, seperti dilihat, Minggu (02/02/2020).

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah memastikan hanggar pengkalan udara Raden Sadjad, Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) siap digunakan. Kemenkes memastikan hanggar yang menjadi tempat observasi sehat WNI ini siap menyediakan kebutuhan para WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China.

"Persiapan (hanggar) sudah on proses, soalnya orang bekerja banyak banget, sudah dibersihin, diyakinkan semua berfungsi, AC-nya berfungsi, lampu (sudah) di-cekin," ujar Sekretaris Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr Achmad Yurianto saat dihubungi, Sabtu (01/02/20).(dtc)




Editor : Tis
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top