Rokok Elektrik
POTO ILUSTRASI INT
Rokok Elektrik Lebih Bahaya dari Rokok Biasa
Jumat 23 Januari 2015, 02:47 WIB
POTO ILUSTRASI INT
PEKANBARU. Riaumadani.com - Rokok Elektrik diperkenalkan pertama kali oleh SBT Co Ltd Cina, 10 tahun silam, rokok elektronik laku keras. Setahun berselang, Ruyan mengambil alih dan mengembangkan teknologinya. Perusahaan itu berubah namanya menjadi SBT Ruyan Technology & Development Co Ltd.
Anggapan orang yang selama ini menyatakan rokok elektrik lebih sehat daripada rokok biasa ternyata salah. Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI Kustantinah menjelaskan, rokok elektrik sama berbahayanya dengan rokok yang dibakar biasa.
Badan POM: semua rokok elektrik beredar di Indonesia adalah ilegal dan bahayakan kesehatan
Kandungan propilen glikol, dieter glikol dan gliserin sebagai pelarut nikotin ternyata dapat menyebabkan penyakit kanker. "Mungkin orang beranggapan rokok elektrik hanya mengandung nikotin, dan kalau rokok biasa ada bahan-bahan lainnya," kata Kepala BPOM RI Kustantinah di Jakarta, dimuat Viva.co.id. [13/8/2010].lalu
"Kustantinah menjelaskan dalam rokok elektrik terdapat nikotin cair dengan bahan pelarut propilen glikol, dieter glikol ataupun gliserin. Jika nikotin dan bahan pelarut ini dipanaskan maka akan menghasilkan nitrosamine. "Senyawa nitrosamine inilah yang menyebabkan penyakit kanker." jelasnya
Kustantinah menambahkan, semua rokok elektrik yang beredar di Indonesia adalah ilegal dan berbahaya bagi kesehatan.
Di seluruh dunia, ia juga mengungkapkan, tidak ada negara satupun yang menyetujui rokok elektrik. Bahkan di beberapa negara seperti Australia, Brazil dan China rokok elektrik dilarang. "Padahal negara China yang menemukan rokok elektrik pada 2003. Namun, pemerintah China sudah melarang peredarannya," katanya menjelaskan.
Untuk itulah BPOM bersama Kementrian Kesehatan, Kementrian Industri dan Kementrian Perdagangan akan mengkaji lebih dalam tentang rokok elektrik. "Rokok elektrik tidak akan pernah didaftarkan, disetujui dan akan dilarang di Indonesia," ujarnya.
Nikotin cair sintesis yang terdapat dalam rokok elektrik mengandung pengawet dan perasa buatan. Bahan-bahan tersebut memang aman bila digunakan sebagaimana mestinya, tapi tentu sangat tidak aman bila dihisap. Rokok elektrik dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan menimbulkan berbagai penyakit, misalnya dapat menyebabkab bakteri pneumonia menjadi kebal karena kebiasaan Anda mengisap rokok elektrik.
Lebih lanjut tentang Efek Samping dan Bahaya Rokok Elektrik, akan kami bahas sebagai berikut: Bicara tentang efek samping dan bahaya rokok elektrik, Food and Drug Administration [FDA], sebuah lembaga kesehatan tentang makanan dan obat-obatan di Amerika Serikat mengeluarkan data yang diperoleh dari 18 penelitian tentang efek samping dan bahaya rokok elektrik.
Nikotin cair sintesis yang terdapat pada rokok elektrik ternyata dapat menyebabkan paru-paru menjadi iritasi. Ketika rokok elektrik dihisap, cairan yang terdapat dalam rorok elektrik akan dirubah menjadi carbonyl. Carbonyl adalah salah satu zat aktif yang dapat menyebabkan kanker. Efek Samping dan Bahaya Rokok Elektrik Kemampuan rokok elektrik yang dapat diatur suhunya bertujuan untuk mengatur kadar nikotin yang nantinya akan dihisap oleh perokok. Bila suhu yang digunakan semakin tinggi, maka akan semakin tinggi kadar pula carbonyl yang diproduksi oleh rokok elektrik yang nantinya akan dihisap oleh si perokok.
Selain itu, kandungan kadar formaldehida yang terdapat dalam rokok elektrik sama dengan kadar formaldehida dalam rokok tembakau. Formaldehida adalah zat berbahaya yang dapat menyebabkab berbagai gangguan kesehatan dan menimbulkan penyakit di paru-paru.
Asap palsu yang dikeluarkan dari rokok elektrik juga mengandung aerosol yang juga menyebabkan kerusakan paru-paru. Rokok sintetis pada awalnya diproduksi oleh Cina. Seiring dengan larisnya penjualan rokok sintetis, beberapa negara juga turut serta memproduksi rokok elektrik. Cina adalah negara yang paling awal memproduksi rokok elektrik, dan Cina pula yang paling awal menghentikan dan melarang penggunaan rokok elektrik di negaranya.
Namun penyebaran rokok elektrik yang sudah telanjur menyebar ke berbagai negara, terutama di negara berkembang seperti Indonesia sudah sangat luas. Bahkan dengan berbagai larangan keras dari pemerintah terhadap penggunaan rokok elektrik tidak serta merta menghapus penyebaran dan penggunaan rokok elektrik di Indonesia.**
Anggapan orang yang selama ini menyatakan rokok elektrik lebih sehat daripada rokok biasa ternyata salah. Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI Kustantinah menjelaskan, rokok elektrik sama berbahayanya dengan rokok yang dibakar biasa.
Badan POM: semua rokok elektrik beredar di Indonesia adalah ilegal dan bahayakan kesehatan
Kandungan propilen glikol, dieter glikol dan gliserin sebagai pelarut nikotin ternyata dapat menyebabkan penyakit kanker. "Mungkin orang beranggapan rokok elektrik hanya mengandung nikotin, dan kalau rokok biasa ada bahan-bahan lainnya," kata Kepala BPOM RI Kustantinah di Jakarta, dimuat Viva.co.id. [13/8/2010].lalu
"Kustantinah menjelaskan dalam rokok elektrik terdapat nikotin cair dengan bahan pelarut propilen glikol, dieter glikol ataupun gliserin. Jika nikotin dan bahan pelarut ini dipanaskan maka akan menghasilkan nitrosamine. "Senyawa nitrosamine inilah yang menyebabkan penyakit kanker." jelasnya
Kustantinah menambahkan, semua rokok elektrik yang beredar di Indonesia adalah ilegal dan berbahaya bagi kesehatan.
Di seluruh dunia, ia juga mengungkapkan, tidak ada negara satupun yang menyetujui rokok elektrik. Bahkan di beberapa negara seperti Australia, Brazil dan China rokok elektrik dilarang. "Padahal negara China yang menemukan rokok elektrik pada 2003. Namun, pemerintah China sudah melarang peredarannya," katanya menjelaskan.
Untuk itulah BPOM bersama Kementrian Kesehatan, Kementrian Industri dan Kementrian Perdagangan akan mengkaji lebih dalam tentang rokok elektrik. "Rokok elektrik tidak akan pernah didaftarkan, disetujui dan akan dilarang di Indonesia," ujarnya.
Nikotin cair sintesis yang terdapat dalam rokok elektrik mengandung pengawet dan perasa buatan. Bahan-bahan tersebut memang aman bila digunakan sebagaimana mestinya, tapi tentu sangat tidak aman bila dihisap. Rokok elektrik dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan menimbulkan berbagai penyakit, misalnya dapat menyebabkab bakteri pneumonia menjadi kebal karena kebiasaan Anda mengisap rokok elektrik.
Lebih lanjut tentang Efek Samping dan Bahaya Rokok Elektrik, akan kami bahas sebagai berikut: Bicara tentang efek samping dan bahaya rokok elektrik, Food and Drug Administration [FDA], sebuah lembaga kesehatan tentang makanan dan obat-obatan di Amerika Serikat mengeluarkan data yang diperoleh dari 18 penelitian tentang efek samping dan bahaya rokok elektrik.
Nikotin cair sintesis yang terdapat pada rokok elektrik ternyata dapat menyebabkan paru-paru menjadi iritasi. Ketika rokok elektrik dihisap, cairan yang terdapat dalam rorok elektrik akan dirubah menjadi carbonyl. Carbonyl adalah salah satu zat aktif yang dapat menyebabkan kanker. Efek Samping dan Bahaya Rokok Elektrik Kemampuan rokok elektrik yang dapat diatur suhunya bertujuan untuk mengatur kadar nikotin yang nantinya akan dihisap oleh perokok. Bila suhu yang digunakan semakin tinggi, maka akan semakin tinggi kadar pula carbonyl yang diproduksi oleh rokok elektrik yang nantinya akan dihisap oleh si perokok.
Selain itu, kandungan kadar formaldehida yang terdapat dalam rokok elektrik sama dengan kadar formaldehida dalam rokok tembakau. Formaldehida adalah zat berbahaya yang dapat menyebabkab berbagai gangguan kesehatan dan menimbulkan penyakit di paru-paru.
Asap palsu yang dikeluarkan dari rokok elektrik juga mengandung aerosol yang juga menyebabkan kerusakan paru-paru. Rokok sintetis pada awalnya diproduksi oleh Cina. Seiring dengan larisnya penjualan rokok sintetis, beberapa negara juga turut serta memproduksi rokok elektrik. Cina adalah negara yang paling awal memproduksi rokok elektrik, dan Cina pula yang paling awal menghentikan dan melarang penggunaan rokok elektrik di negaranya.
Namun penyebaran rokok elektrik yang sudah telanjur menyebar ke berbagai negara, terutama di negara berkembang seperti Indonesia sudah sangat luas. Bahkan dengan berbagai larangan keras dari pemerintah terhadap penggunaan rokok elektrik tidak serta merta menghapus penyebaran dan penggunaan rokok elektrik di Indonesia.**
| Editor | : | TAM.Viva.co.id |
| Kategori | : | Hukum |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham