Bupati Kampar Jadi Anak Kamanakan Persukuan Domo
Prosesi gelar adat dalam menerima kehadiran Bupati Kampar H.
Catur Sugeng Susanto, SH menjadi anak kamanakan persukuan Domo
Kenegerian Petapahan, Jumat (31/1/2020).
Masyarakat Kenegerian Petapahan Sambut Along Catur Sugeng dan Dipasangkan Sasampiong
Jumat 31 Januari 2020, 23:01 WIB
Prosesi gelar adat dalam menerima kehadiran Bupati Kampar H.
Catur Sugeng Susanto, SH menjadi anak kamanakan persukuan Domo
Kenegerian Petapahan, Jumat (31/1/2020).
PETAPAHAN. RIAUMADANI. COM - Sebagai ungkapan kegembiraan masyarakat, Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto diarak keliling kampung Petapahan seusai sholat Jum at hingga ke rumah Adat Kenegerian Petapahan Kecamatan Tapung.
Masuknya Catur Sugeng Susanto sebagai anak kemanakan persukuan Domo Kenegerian Petapahan merupakan langkah maju untuk pembangunan negeri.
Masyarakat Kenegerian Petapahan sangat berbahagia mendapatkan Along (Anak Sulung) Catur yang mau menjadi anak kamanakan persukuan Domo Kecamatan Tapung. Dengan masuknya Along Catur ke persukuan Domo, maka Along Catur menjadi anak Kamanakan dan dunsanak bagi seluruh masyarakat Kenegerian Petapahan.
"Kalau tidak cukup dengan tangan, dengan nyiru akan kami tampung, kalau tidak cukup dengan nyiru, dengan permadani akan kami tampung, kalau tidak cukup dengan permadani, maka lapangan yang akan dijadikan penampungnya," begitulah kata-kata dan kalimat yang disampaikan oleh masyarakat kenegerian Petapahan Kecamatan Tapung dalam menerima kehadiran H. Catur Sugeng Susanto, SH menjadi anak kamanakan persukuan Domo Kenegerian Petapahan, Jumat (31/1/2020).
Saat musyawarah ninik mamak Pucuk Suku Nan Limo di rumah Hj. Syamsiah yang merupakan tempat bainduknya Bupati Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH , Muslim Dt. Imam mengatakan, bahwa yang dilakukan oleh Catur Sugeng adalah hal serupa yang pernah dilakukan oleh nabi Muhammad sekitar 1.400 tahun yang lalu. Di mana Nabi Muhammad saat mengajak kaum Muhajirin dari Mekkah untuk berhijrah ke Madinah.
Saat kaum Muhajirin sampai di Madinah yang disambut oleh kaum Anshor, maka Nabi menyuruh kaum Muhajirin untuk mencari keluarga di Madinah. Guna terjadinya silaturrahmi yang kuat antara kaum Muhajirin dan Kaum Anshor. "Dengan terjalinnya silaturrahmi dan kekeluargaan, maka kita hendaknya saling menghargai dan saling menasehati," ungkap Dt. Imam.
Menurut pantauan wartawan, H. Catur Sugeng Susanto, SH Bainduk ke Hj. Syamsiah dan Bamamak ke Drs. Khaidir Muluk, M. Si Datuk Majo Indo persukuan Domo Kenegerian Petapahan.
Pada prosesi pengambilan suku tersebut, Khaidir Muluk menyampaikan dan meminta izin kepada 4 pucuk suku yang ada di Kenegerian Petapahan. Diantaranya, Ismail Dt. Bijo Sunaro pucuk suku Melayu, H. Adnan Datuk Tanaro pucuk Suku Kampai, Somi Datuk Setia Palawan pucuk Suku Paranakan, H. Yusran Datuk Suro Dirajo pucuk Suku Piliang. Datuk Majo Indo juga meminta persetujuan dari Zulfahmi, SH Datuk Mangkuto selaku Ketua Lakta, Muslim Datuk Imam dan juga meminta persetujuan dari Kepala Desa Petapahan, Said Aidil Usman, SE.
Setelah mendapatkan persetujuan dari seluruh pucuk suku kenegerian petapahan dan pemerintah serta alim ulama, maka Catur Sugeng di arak keliling kampung petapahan hingga ke rumah adat kenegerian Petapahan.
Di rumah Adat Kenegerian Petapahan dan disaksikan oleh seluruh pucuk Suku kenegerian Tapung Kanan dan tapung kiri serta disaksikan okeh ratusan anak kamanakan kenegerian Petapahan, Datuk Majo Indo mengumumkan bahwa Along H. Catur Sugeng Susanto, SH yang merupakan Bupati Kampar sudah resmi menjadi anak kamanakan Datuk Majo Indo Persukuan Domo Kebegerian Petapahan. Dengan masuknya Along Catur menjadi anak kamanakan Datuk Majo Indo, maka Along Catur saat ini sudah menjadi anak kamanakan persukuan kenegerian Petapahan.
Sebagai bukti Along Catur sudah menjadi anak kamanakan persukuan Domo, Khaidir Muluk Datuk Majo Indo "mamasangkan Sasampiong" (Memasangkan Songket) kepada Along Catur yang juga disaksikan oleh Ketua Lembaga Adat Kampar (LAK).
Sementara itu, Catur Sugeng seusai dipasangkan Sasampiong mengaku merasa bersyukur bisa diterima menjadi anak kamanakan Persukuan Domo Kenegerian Petapahan.
Along Catur mengaku bahwa hal tersebut merupakan anugrah yang datang dari sang Ilahi. Ia berharap semoga tali silaturrahmi tetap terjalin. "Siapa yang memelihara tali silaturrahim, sama halnya kita telah menjalin rahmat dari Allah," ungkapnya.
Catur juga menyadari, bahwa di mana Bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Ia mengatakan, bahwa Kabupaten Kampar merupakan negeri beradat dan religius. "Oleh karena itu, semua kita harus selalu saling menghargai dan saling menasehati. Kita harus selalu menjaga persatuan dan kesatuan serta kekompakan. Dengan kesatuan yang utuh, semoga kita bisa membangun Kabupaten Kampar menjadi Kabupaten yang maju dan masyarakatnya sejahtera," ajak Along Catur. (Tis/mcr)
Masuknya Catur Sugeng Susanto sebagai anak kemanakan persukuan Domo Kenegerian Petapahan merupakan langkah maju untuk pembangunan negeri.
Masyarakat Kenegerian Petapahan sangat berbahagia mendapatkan Along (Anak Sulung) Catur yang mau menjadi anak kamanakan persukuan Domo Kecamatan Tapung. Dengan masuknya Along Catur ke persukuan Domo, maka Along Catur menjadi anak Kamanakan dan dunsanak bagi seluruh masyarakat Kenegerian Petapahan.
"Kalau tidak cukup dengan tangan, dengan nyiru akan kami tampung, kalau tidak cukup dengan nyiru, dengan permadani akan kami tampung, kalau tidak cukup dengan permadani, maka lapangan yang akan dijadikan penampungnya," begitulah kata-kata dan kalimat yang disampaikan oleh masyarakat kenegerian Petapahan Kecamatan Tapung dalam menerima kehadiran H. Catur Sugeng Susanto, SH menjadi anak kamanakan persukuan Domo Kenegerian Petapahan, Jumat (31/1/2020).
Saat musyawarah ninik mamak Pucuk Suku Nan Limo di rumah Hj. Syamsiah yang merupakan tempat bainduknya Bupati Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH , Muslim Dt. Imam mengatakan, bahwa yang dilakukan oleh Catur Sugeng adalah hal serupa yang pernah dilakukan oleh nabi Muhammad sekitar 1.400 tahun yang lalu. Di mana Nabi Muhammad saat mengajak kaum Muhajirin dari Mekkah untuk berhijrah ke Madinah.
Saat kaum Muhajirin sampai di Madinah yang disambut oleh kaum Anshor, maka Nabi menyuruh kaum Muhajirin untuk mencari keluarga di Madinah. Guna terjadinya silaturrahmi yang kuat antara kaum Muhajirin dan Kaum Anshor. "Dengan terjalinnya silaturrahmi dan kekeluargaan, maka kita hendaknya saling menghargai dan saling menasehati," ungkap Dt. Imam.
Menurut pantauan wartawan, H. Catur Sugeng Susanto, SH Bainduk ke Hj. Syamsiah dan Bamamak ke Drs. Khaidir Muluk, M. Si Datuk Majo Indo persukuan Domo Kenegerian Petapahan.
Pada prosesi pengambilan suku tersebut, Khaidir Muluk menyampaikan dan meminta izin kepada 4 pucuk suku yang ada di Kenegerian Petapahan. Diantaranya, Ismail Dt. Bijo Sunaro pucuk suku Melayu, H. Adnan Datuk Tanaro pucuk Suku Kampai, Somi Datuk Setia Palawan pucuk Suku Paranakan, H. Yusran Datuk Suro Dirajo pucuk Suku Piliang. Datuk Majo Indo juga meminta persetujuan dari Zulfahmi, SH Datuk Mangkuto selaku Ketua Lakta, Muslim Datuk Imam dan juga meminta persetujuan dari Kepala Desa Petapahan, Said Aidil Usman, SE.
Setelah mendapatkan persetujuan dari seluruh pucuk suku kenegerian petapahan dan pemerintah serta alim ulama, maka Catur Sugeng di arak keliling kampung petapahan hingga ke rumah adat kenegerian Petapahan.
Di rumah Adat Kenegerian Petapahan dan disaksikan oleh seluruh pucuk Suku kenegerian Tapung Kanan dan tapung kiri serta disaksikan okeh ratusan anak kamanakan kenegerian Petapahan, Datuk Majo Indo mengumumkan bahwa Along H. Catur Sugeng Susanto, SH yang merupakan Bupati Kampar sudah resmi menjadi anak kamanakan Datuk Majo Indo Persukuan Domo Kebegerian Petapahan. Dengan masuknya Along Catur menjadi anak kamanakan Datuk Majo Indo, maka Along Catur saat ini sudah menjadi anak kamanakan persukuan kenegerian Petapahan.
Sebagai bukti Along Catur sudah menjadi anak kamanakan persukuan Domo, Khaidir Muluk Datuk Majo Indo "mamasangkan Sasampiong" (Memasangkan Songket) kepada Along Catur yang juga disaksikan oleh Ketua Lembaga Adat Kampar (LAK).
Sementara itu, Catur Sugeng seusai dipasangkan Sasampiong mengaku merasa bersyukur bisa diterima menjadi anak kamanakan Persukuan Domo Kenegerian Petapahan.
Along Catur mengaku bahwa hal tersebut merupakan anugrah yang datang dari sang Ilahi. Ia berharap semoga tali silaturrahmi tetap terjalin. "Siapa yang memelihara tali silaturrahim, sama halnya kita telah menjalin rahmat dari Allah," ungkapnya.
Catur juga menyadari, bahwa di mana Bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Ia mengatakan, bahwa Kabupaten Kampar merupakan negeri beradat dan religius. "Oleh karena itu, semua kita harus selalu saling menghargai dan saling menasehati. Kita harus selalu menjaga persatuan dan kesatuan serta kekompakan. Dengan kesatuan yang utuh, semoga kita bisa membangun Kabupaten Kampar menjadi Kabupaten yang maju dan masyarakatnya sejahtera," ajak Along Catur. (Tis/mcr)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Kampar |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham