Sampan Bantuan Untuk Nelayan Mangkrak
Sepuluh unit sampan bantuan kepada nelayan di Desa Rantau
Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Propinsi Riau,
tahun 2019 tidak bisa digunakan.
PPK Dan Kadis Perikanan Pelalawan Saling Lempar Tangan
Kamis 30 Januari 2020, 07:44 WIB
Sepuluh unit sampan bantuan kepada nelayan di Desa Rantau
Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Propinsi Riau,
tahun 2019 tidak bisa digunakan.
PELALAWAN. RIAUMADANI. COM - Sepuluh unit sampan bantuan kepada nelayan di Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Propinsi Riau, tahun 2019 tidak bisa digunakan.
Ketika masalah itu dikonfirmasikan ke Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pelalawan, PPK dan kepala Dinas tidak enggan menjelaskan, malah saling lempar bola.
Berawal dari keterangan warga Desa Rantau Baru yang menyayangkan 10 unit sampan bantuan dari Dinas Perkanan dan Kelautan Kabupaten Pelalawan karena tidak bisa difungsikan. "Sampan itu setelah dipasangkan mesin dan diturunkan ke air, begitu dihidupkan sampan tersebut tidak mau jalan," jelas Arjulis.
Menurut pengakuan salah seorang pemilik sampan bernama Mardani, sampan itu tidak bisa dioperasikan karena tidak bisa jalan. Ada kekosongan air dibagian kipas penggerak setelah mesin hidup, jelas ketua RW itu menirukan nelayan penerima sampan bantuan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pelalawan di Desa Rantau Baru.
Persoalan itu sudah diketahui oleh pihak Dinas. Namun solusi yang dambil, Dinas Perikanan dan Kelautan Pelalawan hanya memberikan besi as yang panjang. Akan tetapi para nelayan sendiri yang disuruh memasang besi as panjang tersebut ke sampannya.
Besi as panjang itu belum dipasangkan oleh nelayan, karena berbagai alasan terutama karena memerlukan biaya tambahan yang dibebankan kepada nelayan itu sendiri. Kemudian ada juga nelayan yang beralasan karena tidak mengerti bagaimana cara memasangnya dan lain sebagainya, sebut Arjulis.
Dari penjelasan Arjulis, diketahui jika sampan itu diserahkan kepada nelayan di Desa Rantau Baru pada akhir tahun 2019 lalu oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pelalawan.
PPK (pejabat pembuat komitmen) T. Alfenfair S.Pi yang ditemui dikantornya Kamis (30/1/20) tidak bersedia memberi penjelasan. Masalah itu sudah selesai kemarin sudah dibelikan besinya dan sudah diserahkan kepada nelayan itu. Lima unit telah selesai, tinggal lima unit lagi masih dalam perbaikan. Tapi masalah itu tidak mau saya klarifikasi, karena walaupun sudah diklarifikasi, tetap juga salah nanti, jumpai saja kepala dinas, ujarnya menyuruh konfirmasi kepada kepala dinasnya.
Sayangnya ketika ditanya berapa nilai dana pengadaan sampan tersebut, Alfenfair terkesan menutupi. Nilai dananya sama dengan seperti yang kemarin. Nama perusahaan pelaksana, CV. Omnipus, jawabnya. Tapi maaf saya tidak mau mengklarifikasi masalah itu, temui saja kepala dinas, ucapnya berulang-ulang.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pelalawan Ir HT Wahiduddin M.Si yang dicoba ditemui diruang kerjanya saat itu, justru menyuruh konfirmasikan langsung kepada PPK (Alfenfair). "Kan ada PPK-nya, itu saja jumpai. Itu tidak ada masalah, kalian ini, itu saja kalian masalahkan, ujarnya dengan nada marah seraya menutup pintu ruangannya dari dalam. (Sona)
Ketika masalah itu dikonfirmasikan ke Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pelalawan, PPK dan kepala Dinas tidak enggan menjelaskan, malah saling lempar bola.
Berawal dari keterangan warga Desa Rantau Baru yang menyayangkan 10 unit sampan bantuan dari Dinas Perkanan dan Kelautan Kabupaten Pelalawan karena tidak bisa difungsikan. "Sampan itu setelah dipasangkan mesin dan diturunkan ke air, begitu dihidupkan sampan tersebut tidak mau jalan," jelas Arjulis.
Menurut pengakuan salah seorang pemilik sampan bernama Mardani, sampan itu tidak bisa dioperasikan karena tidak bisa jalan. Ada kekosongan air dibagian kipas penggerak setelah mesin hidup, jelas ketua RW itu menirukan nelayan penerima sampan bantuan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pelalawan di Desa Rantau Baru.
Persoalan itu sudah diketahui oleh pihak Dinas. Namun solusi yang dambil, Dinas Perikanan dan Kelautan Pelalawan hanya memberikan besi as yang panjang. Akan tetapi para nelayan sendiri yang disuruh memasang besi as panjang tersebut ke sampannya.
Besi as panjang itu belum dipasangkan oleh nelayan, karena berbagai alasan terutama karena memerlukan biaya tambahan yang dibebankan kepada nelayan itu sendiri. Kemudian ada juga nelayan yang beralasan karena tidak mengerti bagaimana cara memasangnya dan lain sebagainya, sebut Arjulis.
Dari penjelasan Arjulis, diketahui jika sampan itu diserahkan kepada nelayan di Desa Rantau Baru pada akhir tahun 2019 lalu oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pelalawan.
PPK (pejabat pembuat komitmen) T. Alfenfair S.Pi yang ditemui dikantornya Kamis (30/1/20) tidak bersedia memberi penjelasan. Masalah itu sudah selesai kemarin sudah dibelikan besinya dan sudah diserahkan kepada nelayan itu. Lima unit telah selesai, tinggal lima unit lagi masih dalam perbaikan. Tapi masalah itu tidak mau saya klarifikasi, karena walaupun sudah diklarifikasi, tetap juga salah nanti, jumpai saja kepala dinas, ujarnya menyuruh konfirmasi kepada kepala dinasnya.
Sayangnya ketika ditanya berapa nilai dana pengadaan sampan tersebut, Alfenfair terkesan menutupi. Nilai dananya sama dengan seperti yang kemarin. Nama perusahaan pelaksana, CV. Omnipus, jawabnya. Tapi maaf saya tidak mau mengklarifikasi masalah itu, temui saja kepala dinas, ucapnya berulang-ulang.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pelalawan Ir HT Wahiduddin M.Si yang dicoba ditemui diruang kerjanya saat itu, justru menyuruh konfirmasikan langsung kepada PPK (Alfenfair). "Kan ada PPK-nya, itu saja jumpai. Itu tidak ada masalah, kalian ini, itu saja kalian masalahkan, ujarnya dengan nada marah seraya menutup pintu ruangannya dari dalam. (Sona)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Pelalawan |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan