Kamis, 29 Januari 2026

Breaking News

  • Dukung Pendidikan Usia Dini, Sabtu P Sinurat Ketua DPRD Inhu Sumbang TK Raudhatul Ulum Air Molek   ●   
  • Resmikan Kampung Nelayan, Wabup Bagus Berharap Nelayan Tangkap Peluang Jadi Pelaku Ekspo   ●   
  • Pemkab Bengkalis Dorong Kolaborasi Pemerintah, Baznas dan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Zakat   ●   
  • Kabupaten Rokan Hulu Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya, Bupati Anton: "Ini Investasi Keselamatan Rakyat"   ●   
  • Wabup Syamsurizal Tegaskan, Pejabat Siak Kerja Harus Maksimal dan Kejar PAD demi Kesejahteraan Rakya   ●   
Tuntut Legalitas Hukum Mitra Ojek Online
Sopir Ojol Demo Istana, 1.500 Aparat Gabungan Diterjunkan
Rabu 15 Januari 2020, 22:46 WIB
Ribuan massa ojol menyatakan aksi bertujuan menuntut pemerintah ihwal legalitas hukum para mitra ojek online.
JAKARTA. RIAUMADANI. COM - Sebanyak 1500 aparat gabungan bersiaga dalam aksi pengemudi ojek online di depan Istana Negara dan Kementerian Perhubungan.

"Gabungan personel Polda, Polres dan TNI," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus ketika dihubungi, Rabu (15/1/2020).

Polisi berencana menutup akses Jalan Medan Merdeka Barat, karena massa diduga akan memenuhi badan jalan. Massa yang membawa kendaraan diminta parkir kendaraan di Pintu Monas Barat.

"Dua arah arus lalu lintas kami tutup. Pengendara bisa lintasi Jalan Abdul Muis atau Veteran. Busway kami upayakan tetap jalan," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto.

Sementara, Ketua Presidium Nasional Garda Indonesia Igun Wicaksono menyatakan aksi bertujuan menuntut pemerintah ihwal legalitas hukum para mitra ojek online.

"Mari Jabodetabek mengawal rekan-rekan kita yang sedang memperjuangkan payung hukum bagi driver ojek online," ucap Igun dalam keterangan tertulis.

Massa akan beraksi dimulai dari longmarchdari Balai Kota DKI Jakarta menuju ke Kementerian Perhubungan hingga pukul 15.00 WIB.

Selanjutnya, mereka akan berjalan kaki menuju depan Istana Negara, dan berorasi hingga pukul 16.30 WIB.

"Kami tidak punya kekuatan legalitas hukum, namun jika driver ojol sudah punya legalitas maka driver ojol sudah punya kekuatan hukum untuk membela diri," imbuh Igun. Massa pun berencana geruduk Gedung DPR pada Kamis (16/1/2020).
Tirto.id



Editor : Tis
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top