Ketua KNPI Pulau Merbau Desak Pemkab Meranti Siapkan Pembangunan Jembatan Selat Rengit
Minggu 12 Januari 2020, 07:35 WIB
Pembangunan Jembatan Selat Rengit bagi Masyarakat Kecamatan Pulau Merbau desa Semukut dan Kecamatan Tebing Tinggi Barat desa Alai sangat didambakan karena merupakan satu-satunya jalur penghubung
SELATPANJANG. RIAUMADANI. COM - Jembatan penyeberangan antar pulau merupakan salah satu prasarana transportasi dan merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam pengembangan perekonomian masyarakat Desa di Kepulauan Meranti yang kini terjadi hambatan
Seperti yang diharapkan oleh masyarakat Kecamatan Pulau Merbau dan Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti
Pembangunan Jembatan Selat Rengit bagi Masyarakat Kecamatan Pulau Merbau desa Semukut dan Kecamatan Tebing Tinggi Barat desa Alai sangat didambakan karena merupakan satu-satunya jalur penghubung yang dilalui oleh beribu orang setiap harinya baik menuju kota Selatpanjang maupun sebaliknya, karena 10 tahun terakhir ini masyarakat hanya bisa mengandalkan alat transportasi laut yakni menggunakan kempang penyeberangan sehingga bisa untuk dilewati namun parahnya kempang berjalan diatas jalan yang mengakibatkan tegelam nya jalan tersebut.
Pemerintahan Kabupaten Meranti telah Membangun suatu jambatan penyeberangan di Kecamatan Pulau Merbau dan Kecamatan Tebing Tinggi Barat bertempat di Selat Rengit yang kini tidak jauh dari penyeberangan kempang, namun hingga saat ini Jembatan tersebut tidak selesai dikerjakan alias terbengkalai
Hal ini disampaikan Ketua KNPI Pulau merbau Hairun Nizat mengatakan, sungguh menyanyangkan hal ini tidak ada kejelasan dari pihak Pemerintah Daerah mengenai kelanjutan pembangunan jembatan.
"Jika Alasan APBD tidak cukup untuk mengakomodir pembangunan tersebut maka solusi apa yang seharusnya dilakukan. Harapanya pihak pemerintah harus berkoordinasi dan minta kejelasan ke pemerintah provinsi maupun ke pusat untuk mencari bantuan atau solusi agar jembatan ini bisa dibangun lagi," katanya.
Namun Sampai saat ini penderitaan masyarakat Kepulauan Meranti terus terjadi, yang kini akan dirasakan oleh semua elemen masyarakat baik di kecamatan lain nya mengingat bahwa untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat yang terhambat maka akses untuk mencapai suatu tujuan itu terbatas karena pembangunan jambatan gagal dibangun oleh pemerintah.
Lanjut Hairun Nizat lagi," Bersinergilah kita, mumpung ada anak tempatan yang menjabat di DPRD Provinsi dan DPR RI itu momen yang tepat agar kita dapat mengadu kepada mereka," ujarnya.
Ditambahkan dia lagi," Adapun biaya yang dikucurkan untuk menyebrangi sungai berkisar antara Rp5000-Rp10.000 sekali menyeberang. (Harga Normal) jika digenangi oleh air pesang besar maka masyarakat akan mengeluarkan biaya tambahan yakni sebesar Rp7.000-Rp10.000 untuk melintasi jalan yang putus oleh air pasang," tuturnya. (IJL)
Seperti yang diharapkan oleh masyarakat Kecamatan Pulau Merbau dan Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti
Pembangunan Jembatan Selat Rengit bagi Masyarakat Kecamatan Pulau Merbau desa Semukut dan Kecamatan Tebing Tinggi Barat desa Alai sangat didambakan karena merupakan satu-satunya jalur penghubung yang dilalui oleh beribu orang setiap harinya baik menuju kota Selatpanjang maupun sebaliknya, karena 10 tahun terakhir ini masyarakat hanya bisa mengandalkan alat transportasi laut yakni menggunakan kempang penyeberangan sehingga bisa untuk dilewati namun parahnya kempang berjalan diatas jalan yang mengakibatkan tegelam nya jalan tersebut.
Pemerintahan Kabupaten Meranti telah Membangun suatu jambatan penyeberangan di Kecamatan Pulau Merbau dan Kecamatan Tebing Tinggi Barat bertempat di Selat Rengit yang kini tidak jauh dari penyeberangan kempang, namun hingga saat ini Jembatan tersebut tidak selesai dikerjakan alias terbengkalai
Hal ini disampaikan Ketua KNPI Pulau merbau Hairun Nizat mengatakan, sungguh menyanyangkan hal ini tidak ada kejelasan dari pihak Pemerintah Daerah mengenai kelanjutan pembangunan jembatan.
"Jika Alasan APBD tidak cukup untuk mengakomodir pembangunan tersebut maka solusi apa yang seharusnya dilakukan. Harapanya pihak pemerintah harus berkoordinasi dan minta kejelasan ke pemerintah provinsi maupun ke pusat untuk mencari bantuan atau solusi agar jembatan ini bisa dibangun lagi," katanya.
Namun Sampai saat ini penderitaan masyarakat Kepulauan Meranti terus terjadi, yang kini akan dirasakan oleh semua elemen masyarakat baik di kecamatan lain nya mengingat bahwa untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat yang terhambat maka akses untuk mencapai suatu tujuan itu terbatas karena pembangunan jambatan gagal dibangun oleh pemerintah.
Lanjut Hairun Nizat lagi," Bersinergilah kita, mumpung ada anak tempatan yang menjabat di DPRD Provinsi dan DPR RI itu momen yang tepat agar kita dapat mengadu kepada mereka," ujarnya.
Ditambahkan dia lagi," Adapun biaya yang dikucurkan untuk menyebrangi sungai berkisar antara Rp5000-Rp10.000 sekali menyeberang. (Harga Normal) jika digenangi oleh air pesang besar maka masyarakat akan mengeluarkan biaya tambahan yakni sebesar Rp7.000-Rp10.000 untuk melintasi jalan yang putus oleh air pasang," tuturnya. (IJL)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Meranti |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham