Launching Desa Keuangan Syariah
Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang, Provinsi Riau, menjadi desa keuangan syariah pertama di Provinsi Riau.
Kualu Nenas Jadi Desa Keuangan Syariah Pertama di Riau
Jumat 20 Desember 2019, 23:24 WIB
Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang, Provinsi Riau, menjadi desa keuangan syariah pertama di Provinsi Riau.
PEKANBARU. RIAUMADANI. COM - Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang, Provinsi Riau, menjadi desa keuangan syariah pertama di Provinsi Riau. Launching Desa Keuangan Syariah Kualu Nenas ini sendiri telah dilaksanakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), dan UIN Suska Riau, pada Kamis (19/12/2019) pagi.
Kepala OJK Riau, Yusri mengatakan, bahwa Desa Kualu Nenas dipilih sebagai pilot project desa keuangan syariah dengan berbagai pertimbangan yang matang. Salah satunya didasari karena Kualu Nenas merupakan sentra nanas dengan varietas unggul. Bahkan, pengembangan bibit nanas juga dipusatkan di desa ini.
"Desa Kualu Nenas dipilih sebagai pilot project pengembangan desa keuangan syariah karena didasari oleh potensi nanas yang sangat baik dan didukung dengan pengembangan bibit nanas. Apalagi bibit nanas di Riau ini bibitnya dari Kualu Nenas ini. Tentu ini menjadi potensi ekonomi baru bagi Riau," kata Yusri dalam acara launching Desa Keuangan Syariah Kualu Nenas yang dilaksanakan di halaman SMK Global Cendikia Kampar, Kamis pagi.
Nantinya, imbuh Yusri, Desa Keuangan Syariah Kualu Nenas ini akan menjadi percontohan dan awal mula pengembangan ekonomi syariah di Riau.
Dengan demikian, ia pun berharap launching ini dapat mentransformasi masyarakat di desa tersebut untuk hijrah dari lembaga keuangan konvensional ke syariah. Sehingga masyarakat di sana dapat memanfaatkan lembaga keuangan syariah saja untuk aktifitas masyarakat sehari-harinya.
"Kami berharap ini tidak hanya sebatas di Kualu Nenas saja. Tetapi juga akan berkembang meluas ke desa-desa di sekitarnya dan desa-desa di kabupaten lainnya. Yang selanjutnya nanti akan ada pencanangan Riau sebagai zona ekonomi syariah," kata Yusri.
Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Natar Nasution mengatakan, bahwa Pemprov Riau sangat mendukung dan mengapresiasi atas terlaksananya launching desa keuangan syariah tersebut.
Ia juga menilai bahwa program desa keuangan syariah ini sejalan dengan visi Gubernur Riau yang ingin mengembangkan ekonomi syariah.
"Kami memandang kegiatan ini sangat penting, karena melalui kegiatan ini masyarakat dapat mendapatkan informasi terkait perekonomian syariah. Di mana selama ini, perekonomian syariah banyak memberikan manfaat. Bahkan dalam pembangunan di Riau, terutama ekonomi kerakyatan yang menyentuh langsung le masyarakat," ujarnya.
Sebagai tambahan informasi, dalam acara ini juga dilakukan penyerahan sertifikat bibit Nenas Suska Kualu dari Menteri Pertanian yang diwakili Rektor UIN Suska Prof Dr Akhmad Mujahidin kepada Bupati Kampar melalui Asisten Setdakab Kampar, Santoso. Sedangkan, penyerahan simbolis buku rekening dan pembiayaan bank syariah dilakukan oleh Wagubri, Edy Natar Nasution. (Tis/mcr)
Kepala OJK Riau, Yusri mengatakan, bahwa Desa Kualu Nenas dipilih sebagai pilot project desa keuangan syariah dengan berbagai pertimbangan yang matang. Salah satunya didasari karena Kualu Nenas merupakan sentra nanas dengan varietas unggul. Bahkan, pengembangan bibit nanas juga dipusatkan di desa ini.
"Desa Kualu Nenas dipilih sebagai pilot project pengembangan desa keuangan syariah karena didasari oleh potensi nanas yang sangat baik dan didukung dengan pengembangan bibit nanas. Apalagi bibit nanas di Riau ini bibitnya dari Kualu Nenas ini. Tentu ini menjadi potensi ekonomi baru bagi Riau," kata Yusri dalam acara launching Desa Keuangan Syariah Kualu Nenas yang dilaksanakan di halaman SMK Global Cendikia Kampar, Kamis pagi.
Nantinya, imbuh Yusri, Desa Keuangan Syariah Kualu Nenas ini akan menjadi percontohan dan awal mula pengembangan ekonomi syariah di Riau.
Dengan demikian, ia pun berharap launching ini dapat mentransformasi masyarakat di desa tersebut untuk hijrah dari lembaga keuangan konvensional ke syariah. Sehingga masyarakat di sana dapat memanfaatkan lembaga keuangan syariah saja untuk aktifitas masyarakat sehari-harinya.
"Kami berharap ini tidak hanya sebatas di Kualu Nenas saja. Tetapi juga akan berkembang meluas ke desa-desa di sekitarnya dan desa-desa di kabupaten lainnya. Yang selanjutnya nanti akan ada pencanangan Riau sebagai zona ekonomi syariah," kata Yusri.
Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Natar Nasution mengatakan, bahwa Pemprov Riau sangat mendukung dan mengapresiasi atas terlaksananya launching desa keuangan syariah tersebut.
Ia juga menilai bahwa program desa keuangan syariah ini sejalan dengan visi Gubernur Riau yang ingin mengembangkan ekonomi syariah.
"Kami memandang kegiatan ini sangat penting, karena melalui kegiatan ini masyarakat dapat mendapatkan informasi terkait perekonomian syariah. Di mana selama ini, perekonomian syariah banyak memberikan manfaat. Bahkan dalam pembangunan di Riau, terutama ekonomi kerakyatan yang menyentuh langsung le masyarakat," ujarnya.
Sebagai tambahan informasi, dalam acara ini juga dilakukan penyerahan sertifikat bibit Nenas Suska Kualu dari Menteri Pertanian yang diwakili Rektor UIN Suska Prof Dr Akhmad Mujahidin kepada Bupati Kampar melalui Asisten Setdakab Kampar, Santoso. Sedangkan, penyerahan simbolis buku rekening dan pembiayaan bank syariah dilakukan oleh Wagubri, Edy Natar Nasution. (Tis/mcr)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Pekanbaru |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Jumat 30 Januari 2026, 07:03 WIB
Bupati Bengkalis Resmikan Pembangunan Pengembangan RSU Mutiasari di Mandau
Selasa 13 Januari 2026
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham