PERAN RIAU UNTUK BLOK ROKAN
Indra Agus Lukman Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau
Pemprov Riau Persiapkan BUMD Kelola Blok Rokan, Kadis ESDM: Silahkan LAM Jika Ingin Terlibat
Senin 25 November 2019, 23:15 WIB
Indra Agus Lukman Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau
PEKANBARU. RIAUMADANI. COM - Dalam pengelolaan Blok Rokan tahun 2021 mendatang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus mendorong Badan Usaha Miliki Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang minyak dan gas (Migas) untuk mengejar peluang bisnis to bisnis.
"Kita sekarang mempersiapkan BUMD yang mana dan berminat silahkan ikut kelola Blok Rokan dengan cara bisnis to bisnis," kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau, Indra Agus Lukman dikutip dari Cakaplah.
Karena Badan usaha yang disiapkan Pemprov Riau seperti PT Bumi Siak Pusako atau PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) diminta untuk jeli melihat peluang ini.
"Kami Pemda memberlakukan BUMD sama. Nanti terserah Pertamina yang menilai dan mana yang layak. Tapi tetap kita dorong BUMD, dan akan dikaji kemampuan BUMD kita mana saja. Karena kalau bisnis to bisnis yang diharapkan tentu dengan syarat memiliki neraca keuangan yang bagus, deviden juga bagus, termasuk sumber daya manusianya bagus," katanya.
Karena menurutnya, begitu tahun 2021 Pertamina membuka keran bisnis to bisnis, mereka akan melihat pengalaman, teknologi, SDM, keuangan dan strategi yang bagus.
"Kelima poin ini pasti akan dinilai oleh Pertamina. Termasuk badan hukumnya akan dilihat juga. Begitu Pertamina membuka keran bisnis to bisnis, silahkan siapapun boleh," ujarnya.
Ditanya jika semua punya kesempatan sama, apakah Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau melalui Badan Usaha Milik Adat (BUMA), Indra menegaskan lembaga mana saja boleh jika memenuhi syarat.
"Kalau kita dari Pemda membolehkan, mau LAM atau yang lainnya. Tapi tetap semua kembali ke Pertamina, karena mereka yang memilih dan mereka akan mengecek kemampuannya," paparnya.
"Silahkan LAM ingin terlibat mengelola Blok Rokan, karena bukan kita yang menentukan, tapi Pertamina yang menentukan. Karena mereka yang punya hak menentukan dengan siapa mereka bekerjasama untuk kemajuan Blok Rokan ke depan," sambungnya.
Menurutnya dalam bisnis migas pendatang baru boleh saja ikut terlibat mengelola ladang minyak, asalkan padat modal.
"Jangan bilang punya modal sekian sudah bisa. Karena Pertamina akan cek rekening korannya dan darimana modalnya. Misalnya ada modal. Tentu Pertamina akan melihat modalnya dari mana, karena modal untuk pengelolaan ladang minyak ini cukup besar," sebutnya.
"Kalau keinginan kita, kalau bisa daerah yang dipilih mengelola 39 persen saham Blok Rokan. Misalnya dari LAM mereka mampu sekian silahkan persen, dari BUMD sekian persen silahkan. Jangan kita mengaku mampu mengelola, tapi tidak sesuai dengan kemampuan kita," ucapnya. (**)
"Kita sekarang mempersiapkan BUMD yang mana dan berminat silahkan ikut kelola Blok Rokan dengan cara bisnis to bisnis," kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau, Indra Agus Lukman dikutip dari Cakaplah.
Karena Badan usaha yang disiapkan Pemprov Riau seperti PT Bumi Siak Pusako atau PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) diminta untuk jeli melihat peluang ini.
"Kami Pemda memberlakukan BUMD sama. Nanti terserah Pertamina yang menilai dan mana yang layak. Tapi tetap kita dorong BUMD, dan akan dikaji kemampuan BUMD kita mana saja. Karena kalau bisnis to bisnis yang diharapkan tentu dengan syarat memiliki neraca keuangan yang bagus, deviden juga bagus, termasuk sumber daya manusianya bagus," katanya.
Karena menurutnya, begitu tahun 2021 Pertamina membuka keran bisnis to bisnis, mereka akan melihat pengalaman, teknologi, SDM, keuangan dan strategi yang bagus.
"Kelima poin ini pasti akan dinilai oleh Pertamina. Termasuk badan hukumnya akan dilihat juga. Begitu Pertamina membuka keran bisnis to bisnis, silahkan siapapun boleh," ujarnya.
Ditanya jika semua punya kesempatan sama, apakah Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau melalui Badan Usaha Milik Adat (BUMA), Indra menegaskan lembaga mana saja boleh jika memenuhi syarat.
"Kalau kita dari Pemda membolehkan, mau LAM atau yang lainnya. Tapi tetap semua kembali ke Pertamina, karena mereka yang memilih dan mereka akan mengecek kemampuannya," paparnya.
"Silahkan LAM ingin terlibat mengelola Blok Rokan, karena bukan kita yang menentukan, tapi Pertamina yang menentukan. Karena mereka yang punya hak menentukan dengan siapa mereka bekerjasama untuk kemajuan Blok Rokan ke depan," sambungnya.
Menurutnya dalam bisnis migas pendatang baru boleh saja ikut terlibat mengelola ladang minyak, asalkan padat modal.
"Jangan bilang punya modal sekian sudah bisa. Karena Pertamina akan cek rekening korannya dan darimana modalnya. Misalnya ada modal. Tentu Pertamina akan melihat modalnya dari mana, karena modal untuk pengelolaan ladang minyak ini cukup besar," sebutnya.
"Kalau keinginan kita, kalau bisa daerah yang dipilih mengelola 39 persen saham Blok Rokan. Misalnya dari LAM mereka mampu sekian silahkan persen, dari BUMD sekian persen silahkan. Jangan kita mengaku mampu mengelola, tapi tidak sesuai dengan kemampuan kita," ucapnya. (**)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Nasional |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan