Dalam Rapat Bersama Sekjend Watanas
Bupati Meranti Irwan Nasir poto bersama di Kantor Setjend Watannas, Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (6/11/2019).
Bupati Irwan Usulkan Sagu Masuk Komoditi Pangan Strategis Nasional
Rabu 06 November 2019, 10:13 WIB
Bupati Meranti Irwan Nasir poto bersama di Kantor Setjend Watannas, Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (6/11/2019).
JAKARTA. RIAUMADANI. COM - Bupati Meranti Drs. H. Irwan M.Si, mengikuti pertemuan bersama pihak Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Pangan Nasional, dalam kegiatan dalam rangka mewujudkan ketahanan Pangan Nasional lewat Sagu itu, Bupati usul kepada Presiden melalui Dewan Ketahanan Pangan Nasional untuk memasukan Sagu sebagai komoditas strategis Pangan Nasional, bertempat di Ruang Rapat Desisnas Lt. IV, Kantor Setjend Watannas, Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (6/11/2019).
Hadir dalam pertemuan itu, Deputy Sistem Nasional Bandep Infolahta Desisnas Brigjend. TNI Budi Pramono, Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, Praktisi Sagu dari IPB Prof. Bintoro, Wakil Ketua Komisi Teknis Pangan dan Pertanian Anggota KADIN Utama Kajo, Direktur PT. Sampoerna Agro Dwi Asmono , Asisten I Sekdakab. Meranti Syamsuddin SH MH, Kadis Perindagkop Meranti Drs. H. Azza Fahroni, Kabid Desa Dinas PMD Meranti Darwis SIP MM, Pihak BRG RI, Serta Perwakilan Perusahaan Sagu lainnya.
Seperti dijelaskan Deputy Sistem Nasional Bandep Infolahta Desisnas Brigjend. TNI Budi Pramono, Seiring semakin menipisnya lahan padi di Indonesia yang menyebabkan penurunan produksi beras sementara kebutuhan pangan oleh masyarakat semakin meningkat, Sagu dapat menjadi potensi pangan strategis yang mampu mendukung ketahanan pangan Nasional.
Kini Pemerintah Pusat tengah berupaya Mewujudkan Ketahanan Pangan Lewat Sagu Dalam Rangka Mendukung Ketahanan Pangan Nasional. Namun untuk mengembangkan Sagu tidak cukup hanya bermodalkan bahan baku tapi diperlukan upaya Industrialisasi yang masif agar pemanfaatannya dapat maksimal. Untuk mewujudkannya Dewan Watanas Akan membuat surat ke Presiden untuk menjadikan Sagu sebagai Food Security Pertahanan Pangan dan masalah ini menurut Brigjend. Budi Ptamono sangat penting dan strategis.
"Kita jangan menunggu krisis pangan dulu, tapi kita harus mendahuluinya, agar Indonesia bisa survive, dan mampu mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045,"ujarnya.
Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, dihadapan seluruh peserta rapat, menegaskan untuk mengembang Sagu, diperlukan keberpihakan dari Pemerintan Pusat untuk menjadikan Sagu sebagai sebagai komoditas ketahan pangan strategis Nasional. Namun sayangny hingga saat ini kebijakan itu belum dilakukan. Dan Bupati mengusulkan agar Sagu dapat menjadi Komoditas Ketahanan Pangan Nasional.
"Kita berharap bagaimana Sagu dapat menjadi komoditas pangan strategis Nasional, karena saat ini Pemerintah hanya fokus pada Padi, Jagung, Kedelai (PAJALE), dan kita berharap Sagu dapat dimasuian menjadi PAJALEGU, Padahal Sagu merupakan pangan asli Indonesia dan satu-satunya yang tidak di Import," jelas Bupati Irwan.
Dan menurut Bupati, jika Pemerintah Pusat dapat menyambut hal itu, maka diprediksi Industri Sagu akan menggeliat.
Selanjutnya Bupati Irwan, menjelaskan soal Import Terigu Indosia mencapai 10 ribu Ton/Tahun, jika 10 persen saja Industri besar makanan menggunakan bahan baku Sagu maka Sagu akan berkembang.
Kemudian Bupati juga menyinggung kebijakan dibidang Industri Hilirisasi Sagu salah satunya dalam mendukung terciptanya makanan turunan dari Sagu. Selain itu perlu juga dilakukan sosialisasi kepada masyarakat Indonesia untuk kembali mengkonsumsi Sagu. Sebab Sagu bukan lagi menjadi makanan kelas dua tapi merupakan makanan yang nikmat dan sehat dimana saat ini makanan sehat sudah menjadi trend bagi masyarakat eropa.
Dari hasil penelitian Dewan Watanas, jika Sagu yang ada di Indonesia dapat diolah dan dimanfaatkan secara maksimal diyakini mampu mencukupi kebutuhan pangan dua kali penduduk Indonesia. Seperti diketahui, potensi Sagu Indonesia mencapai 1.5 Juta Ha, terbesar berada diwilayah Papua, dan Meranti sendiri kurang terdapat kurang lebih 50 Ribu Ha. Meski hanya sebagian kecil namun Meranti merupakan pemasok 80 persen kebutuhan Sagu Nasional.
Sagu Meranti untuk pasar lokal dibawa ke Cirebon dan Surabaya, sementara Luar Negeri Malaysia, Jepang, Singapura, Cina, dan Korea Selatan.
Sementara itu, Praktisi dan Peneliti Sagu dari IPB, Prof. Bintoro memaparkan potensi Sagu yang dapat diolah menjadi makanan, pakan ternak dan lainnya.
Saat ini Sagu telah diolah menjadi makanan mulai dari Mie, Gula Sagu, Tepung Sagu, Biskuit (kue kering), Kue Basah, Lontong Sagu dan lainnya. Dan Sagu bukan saja dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan, limbahnyun dapat dibuat papan pengganti kayu, Perabotan dan Kerajinan Tangan, serta Pembuatan Pupuk Kompos.
Iapun menegaskan, Sagu merupakan makanan yang sangat sehat karena merupakan tumbuhan Organik yang bebas dari Pestisida dan bahan kimia lainnya.
"Di Meranti kita telah membuat tumpang sari Sagu dengan peternakan Itik, Ikan, Penggemukan Sapi," akunya.
Iapun mengusulkan kepada Watanas untuk mengundang semua Gubernur, Bupati/Walikota penghasil Sagu yakni 10 Gubernur dan 60 Bupati/Walikota untuk menyatukan visi menjadikan Sagu sebagai pangan strategis Nasional.
Begitu juga Prof. Agusnimar yang memaparkan, potensi Sagu yang merupakan tanaman kehidupan karena sumber makanan dan oksigen, Sagu merupakan jati diri orang Meranti, Sagu Sumber Literasi dan Edukasi, Sagu Merupakan Materi Peradaban.
Jika pemerintah komit mengembangkan Sagu bukan saja dapat mengokohkan ketahanan pangan Nasional. Tapi mampu mensejahterakan masyarakat karena Sagu bukan saja menjadi sumber pangan tapi juga penghasilan masyarakat. Dari catatan sebanyak 2 Triliun pemasukan masyarakat berasal dari Sagu.
Pihak perusahaan pengolah Sagu, yang diwakili Direktur Sampoerna Grup Dwi Asmono, mengatakan pasar Sagu dunia semakin terbuka lebar, dan secara regulasi pengambangan Sagu sangat menguntungkan berbeda dengan Sawit yang penanamanya sudah dibatasi tidak boleh diarea gambut dan kawasan hutan.
Agar dapat berkembang menurutnya Sagu sangat butuh dukungan kebijakan baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah seperti yang dilakukan oleh Bupati Meranti kepada PT. NSP. (hms).
Hadir dalam pertemuan itu, Deputy Sistem Nasional Bandep Infolahta Desisnas Brigjend. TNI Budi Pramono, Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, Praktisi Sagu dari IPB Prof. Bintoro, Wakil Ketua Komisi Teknis Pangan dan Pertanian Anggota KADIN Utama Kajo, Direktur PT. Sampoerna Agro Dwi Asmono , Asisten I Sekdakab. Meranti Syamsuddin SH MH, Kadis Perindagkop Meranti Drs. H. Azza Fahroni, Kabid Desa Dinas PMD Meranti Darwis SIP MM, Pihak BRG RI, Serta Perwakilan Perusahaan Sagu lainnya.
Seperti dijelaskan Deputy Sistem Nasional Bandep Infolahta Desisnas Brigjend. TNI Budi Pramono, Seiring semakin menipisnya lahan padi di Indonesia yang menyebabkan penurunan produksi beras sementara kebutuhan pangan oleh masyarakat semakin meningkat, Sagu dapat menjadi potensi pangan strategis yang mampu mendukung ketahanan pangan Nasional.
Kini Pemerintah Pusat tengah berupaya Mewujudkan Ketahanan Pangan Lewat Sagu Dalam Rangka Mendukung Ketahanan Pangan Nasional. Namun untuk mengembangkan Sagu tidak cukup hanya bermodalkan bahan baku tapi diperlukan upaya Industrialisasi yang masif agar pemanfaatannya dapat maksimal. Untuk mewujudkannya Dewan Watanas Akan membuat surat ke Presiden untuk menjadikan Sagu sebagai Food Security Pertahanan Pangan dan masalah ini menurut Brigjend. Budi Ptamono sangat penting dan strategis.
"Kita jangan menunggu krisis pangan dulu, tapi kita harus mendahuluinya, agar Indonesia bisa survive, dan mampu mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045,"ujarnya.
Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, dihadapan seluruh peserta rapat, menegaskan untuk mengembang Sagu, diperlukan keberpihakan dari Pemerintan Pusat untuk menjadikan Sagu sebagai sebagai komoditas ketahan pangan strategis Nasional. Namun sayangny hingga saat ini kebijakan itu belum dilakukan. Dan Bupati mengusulkan agar Sagu dapat menjadi Komoditas Ketahanan Pangan Nasional.
"Kita berharap bagaimana Sagu dapat menjadi komoditas pangan strategis Nasional, karena saat ini Pemerintah hanya fokus pada Padi, Jagung, Kedelai (PAJALE), dan kita berharap Sagu dapat dimasuian menjadi PAJALEGU, Padahal Sagu merupakan pangan asli Indonesia dan satu-satunya yang tidak di Import," jelas Bupati Irwan.
Dan menurut Bupati, jika Pemerintah Pusat dapat menyambut hal itu, maka diprediksi Industri Sagu akan menggeliat.
Selanjutnya Bupati Irwan, menjelaskan soal Import Terigu Indosia mencapai 10 ribu Ton/Tahun, jika 10 persen saja Industri besar makanan menggunakan bahan baku Sagu maka Sagu akan berkembang.
Kemudian Bupati juga menyinggung kebijakan dibidang Industri Hilirisasi Sagu salah satunya dalam mendukung terciptanya makanan turunan dari Sagu. Selain itu perlu juga dilakukan sosialisasi kepada masyarakat Indonesia untuk kembali mengkonsumsi Sagu. Sebab Sagu bukan lagi menjadi makanan kelas dua tapi merupakan makanan yang nikmat dan sehat dimana saat ini makanan sehat sudah menjadi trend bagi masyarakat eropa.
Dari hasil penelitian Dewan Watanas, jika Sagu yang ada di Indonesia dapat diolah dan dimanfaatkan secara maksimal diyakini mampu mencukupi kebutuhan pangan dua kali penduduk Indonesia. Seperti diketahui, potensi Sagu Indonesia mencapai 1.5 Juta Ha, terbesar berada diwilayah Papua, dan Meranti sendiri kurang terdapat kurang lebih 50 Ribu Ha. Meski hanya sebagian kecil namun Meranti merupakan pemasok 80 persen kebutuhan Sagu Nasional.
Sagu Meranti untuk pasar lokal dibawa ke Cirebon dan Surabaya, sementara Luar Negeri Malaysia, Jepang, Singapura, Cina, dan Korea Selatan.
Sementara itu, Praktisi dan Peneliti Sagu dari IPB, Prof. Bintoro memaparkan potensi Sagu yang dapat diolah menjadi makanan, pakan ternak dan lainnya.
Saat ini Sagu telah diolah menjadi makanan mulai dari Mie, Gula Sagu, Tepung Sagu, Biskuit (kue kering), Kue Basah, Lontong Sagu dan lainnya. Dan Sagu bukan saja dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan, limbahnyun dapat dibuat papan pengganti kayu, Perabotan dan Kerajinan Tangan, serta Pembuatan Pupuk Kompos.
Iapun menegaskan, Sagu merupakan makanan yang sangat sehat karena merupakan tumbuhan Organik yang bebas dari Pestisida dan bahan kimia lainnya.
"Di Meranti kita telah membuat tumpang sari Sagu dengan peternakan Itik, Ikan, Penggemukan Sapi," akunya.
Iapun mengusulkan kepada Watanas untuk mengundang semua Gubernur, Bupati/Walikota penghasil Sagu yakni 10 Gubernur dan 60 Bupati/Walikota untuk menyatukan visi menjadikan Sagu sebagai pangan strategis Nasional.
Begitu juga Prof. Agusnimar yang memaparkan, potensi Sagu yang merupakan tanaman kehidupan karena sumber makanan dan oksigen, Sagu merupakan jati diri orang Meranti, Sagu Sumber Literasi dan Edukasi, Sagu Merupakan Materi Peradaban.
Jika pemerintah komit mengembangkan Sagu bukan saja dapat mengokohkan ketahanan pangan Nasional. Tapi mampu mensejahterakan masyarakat karena Sagu bukan saja menjadi sumber pangan tapi juga penghasilan masyarakat. Dari catatan sebanyak 2 Triliun pemasukan masyarakat berasal dari Sagu.
Pihak perusahaan pengolah Sagu, yang diwakili Direktur Sampoerna Grup Dwi Asmono, mengatakan pasar Sagu dunia semakin terbuka lebar, dan secara regulasi pengambangan Sagu sangat menguntungkan berbeda dengan Sawit yang penanamanya sudah dibatasi tidak boleh diarea gambut dan kawasan hutan.
Agar dapat berkembang menurutnya Sagu sangat butuh dukungan kebijakan baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah seperti yang dilakukan oleh Bupati Meranti kepada PT. NSP. (hms).
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Nasional |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan