Kamis, 29 Januari 2026

Breaking News

  • Dukung Pendidikan Usia Dini, Sabtu P Sinurat Ketua DPRD Inhu Sumbang TK Raudhatul Ulum Air Molek   ●   
  • Resmikan Kampung Nelayan, Wabup Bagus Berharap Nelayan Tangkap Peluang Jadi Pelaku Ekspo   ●   
  • Pemkab Bengkalis Dorong Kolaborasi Pemerintah, Baznas dan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Zakat   ●   
  • Kabupaten Rokan Hulu Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya, Bupati Anton: "Ini Investasi Keselamatan Rakyat"   ●   
  • Wabup Syamsurizal Tegaskan, Pejabat Siak Kerja Harus Maksimal dan Kejar PAD demi Kesejahteraan Rakya   ●   
Angkat Kapolri Jadi Mendagri, Jokowi Dianggap Tengah Selamatkan Tito Dari Kasus Novel
Sabtu 26 Oktober 2019, 07:42 WIB
TITO KARNAVIAN

JAKARTA. RIAUMADANI. COM - Pengamat dari Institute for Security and Strategic Studies, Bambang Rukminto menilai bahwa pengangkatan Tito Karnavian oleh Jokowi sebagai Mendagri karena ingin menyelamatkannya dari kasus Novel Baswedan.

Tito Karnavian telah resmi dilantik sebagai Menteri Dalam Negeri menggantikan Tjahjo Kumolo. Oleh karena itu, ia pun harus mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kapolri. Mundurnya Tito Karnavian sebagai Kalpolri tersebut menimbulkan pertanyaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait hasil penyidikan kasus Novel Baswedan.

Melihat realita tersebut, pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) yakni Bambang Rukminto berpandangan bahwa Presiden Joko Widodo  (Jokowi) sedang menjaga nama baik Tito. Hal ini karena Tito dianggap tidak berhasil dalam mengungkap kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan.

"Ini juga upaya penyelamatan Pak Tito," kata Bambang yang dilansir Kompas pada Jumat (25/10). "Biar nama beliau menjadi tetap terjaga dengan ketidakberhasilan mengungkap kasus Novel Baswedan."

Sebelumnya, saat masih menjabat sebagai Kapolri, Tito Karnavian menunjuk beberapa orang yang tergabung dalam Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengusut kasus Novel. Akan tetapi, hingga melewati batas waktu yang diberikan Jokowi pada 19 Oktober 2019, kasus yang terjadi dua tahun lalu itu belum juga terungkap.

Selain itu, Bambang juga menilai bahwa pemberian jabatan menteri tersebut bisa jadi merupakan sebuah penghargaan Jokowi kepada Tito. Hal ini karena Tito dianggap sukses dalam menjaga keamanan selama Pemilu 2019.

"Saya melihatnya ini menjadi reward dari Presiden Jokowi karena Pak Tito berhasil menciptakan rasa aman dalam pilpres dan pemilu kemarin," ujar dia. "Menciptakan rasa aman ini juga mempunyai arti lain, dalam arti mengamankan kepentingan Pilpres, kepentingan Pak Jokowi begitu. Makanya ini menjadi reward dari Pak Jokowi ke Pak Tito." (**)




Editor : Tis
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top