PEDAGANG KAKI LIMA
Sempat menolak, akhirnya lapak Pedagang
Kaki Lima (PKL) di Jalan Kopi Pekanbaru akhirnya dibongkar, Kamis
(3/10/2019). Pembongkaran berjalan lancar tanpa perlawanan.
Lapak PKL Jalan Kopi Akhirnya Dibongkar Satpol PP Kota Pekanbaru
Kamis 03 Oktober 2019, 23:27 WIB
PEKANBARU. RIAUMADANI. COM - Sempat menolak, akhirnya lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Kopi Pekanbaru akhirnya dibongkar, Kamis (3/10/2019). Pembongkaran berjalan lancar tanpa perlawanan dari para pedagang
Pantauan di lapangan, ratusan anggota Satpol PP Kota Pekanbaru bersiaga di lokasi. Penertiban juga dibantu unsur kepolisian, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pasar.
Tidak banyak lapak yang dibongkar. Sebab, sebagian PKL sudah membongkar sendiri lapak mereka. Bangunan semi permanen yang masih tersisa dibongkar menggunakan alat berat jenis bulldozer.
Bangunan yang sudah runtuh, dibersihkan oleh petugas kebersihan Kota Pekanbaru. Beberapa Satpol PP juga ikut membersihkan reruntuhan kayu.
Dibersihkannya PKL diharapkan target operasional pasar Sukaramai yang pernah terbakar itu dapat tercapai.
"Hari ini kita melakukan penertiban PKL disepanjang jalan kopi, penertiban ini (Sukaramai) ini aset Pemko yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga, pasar ini punya pemerintah tetapi dikelola pihak ketiga," kata Asisten I Bidang Pemerintahan Setdako Pekanbaru, Azwan.
Kata dia, pasca kebakaran, ada perjanjian yang diperbaharui antara Pemko dan Pengelola. Pihak pengelola berkewajiban melakukan revitalisasi, pembangunan prasarana yang lebih lengkap, dan itu melalui kajian yang mendalam.
"Kemudian dari semua aspek, baik teknis, sosial budaya maupun regulasinya. Keseluruhan pembangunan infrastruktur ini sudah mencapai 83 persen menurut laporan dari MPP (pengelola)," kata dia.
Pasca ditertibkan itu, PT PT Makmur Papan Permata (MPP) selaku pengelola Pasar Sukaramai dapat mengerjakan kewajiban. "Karena Jalan Kopi ini masih banyak PKL, akan menyulitkan pembangunan, maka kita sosialisasikan kepada PKL, kita berikan peringatan pertama sampai ketiga," jelasnya.
Setelah pembongkaran, pihak MPP langsung memagar dan mensosialisasikan drainase. Jalan Kopi ini juga digunakan untuk mobilisasi material pembangunan gedung Pasar Sukaramai.
"Bulan November, begitu sudah selesai semua fasilitas ini, semua Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di sepanjang Jalan His Cokroaminoto akan dibongkar dan mereka masuk ke dalam. Nah ini butuh pengertian dari semua pihak itu saya kira tahapannya," jelasnya.
Kata dia, ditargetkan Desember sudah fungsional. Sehingga Januari, kegiatan Pasar Sukaramai Trade Center ini sudah selesai tahap pertama. "Kemudian nanti akan ada lagi tahap kedua, pengembangan-pengembangan selanjutnya," jelasnya.
Ada 300 anggota Satpol PP Kota Pekanbaru ikut mengamankan pembongkaran itu. "Kita penertiban hari ini sekitar 300 personil ada," kata Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Agus Pramono.
Kata Agus, penertiban dilakukan lantaran sudah tiga kali peringatan. Pembongkaran dilakukan karena lokasi itu akan dibangun pedestrian atau taman bagian dari pembangunan Pasar Sukaramai.
"Kita penertiban ini sudah kita kasih peringatan 3 kali, kita berterimakasih yang sebesar-besarnya kepada pemilik warung dan lapak yang ada disini," kata dia.
Lapak yang dibongkar tidak begitu banyak. Sebab, beberapa pedagang sudah membongkar sendiri lapak yang didirikan di atas trotoar persis di belakang Pasar Sukaramai.
"Mereka secara sukarela dan memberikan dukungan sehingga proses ini menjadi lancar," jelasnya.
Kepala cabang PT Makmur Papan Permata (MPP) selaku pengelola Pasar Sukaramai, Suryanto klaim pembangunan Pasar Sukaramai sudah 85 persen.
"Sampai saat ini kurang lebih sudah 85 persen secara keseluruhan, maka kita targetkan Bulan Agustus itu sudah bisa dimanfaatkam untuk pedagang," kata Suryanto.
Lanjutnya, terkiat ini pihaknya butuh dukungan dari pemerintah kota untuk mempercepat pembangunan. Soal lokasi yang dikosongkan, kata dia dimanfaatkan untuk akses pedagang, pejalan kaki, lalu lintas maupun taman.
"Tapi taman itu kecil saja, jadi begitu gedung ini selesai, masyarakat bisa melihat bahwa bangunan gedung ini bukan hanya tembok masif tapi ada penghijauannya," kata dia.
Lokasi pengosongan itu, untuk akses keluar masuk mal (Pasar Sukaramai). Untuk pengerjaan taman paling cepat dua bulan sudah selesai.
"Kita juga dapat instruksi untuk melakukan pemagaran agar dapat bekerja lebih fokus dan cepat," kata dia.
Kata dia, Bulan November dan Desember masyarakat sudah bisa memanfaatkan pasar yang lebih dikenal dengan Ramayana itu.
"Kita targetkan akhir November atau Desember masyarakat Pekanbaru sudah bisa merasakan legalah terhadap lalu lintas di seputaran Sukaramai trade center. Kalau operasional kita targetkan Desember," kata dia. (**)
Pantauan di lapangan, ratusan anggota Satpol PP Kota Pekanbaru bersiaga di lokasi. Penertiban juga dibantu unsur kepolisian, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pasar.
Tidak banyak lapak yang dibongkar. Sebab, sebagian PKL sudah membongkar sendiri lapak mereka. Bangunan semi permanen yang masih tersisa dibongkar menggunakan alat berat jenis bulldozer.
Bangunan yang sudah runtuh, dibersihkan oleh petugas kebersihan Kota Pekanbaru. Beberapa Satpol PP juga ikut membersihkan reruntuhan kayu.
Dibersihkannya PKL diharapkan target operasional pasar Sukaramai yang pernah terbakar itu dapat tercapai.
"Hari ini kita melakukan penertiban PKL disepanjang jalan kopi, penertiban ini (Sukaramai) ini aset Pemko yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga, pasar ini punya pemerintah tetapi dikelola pihak ketiga," kata Asisten I Bidang Pemerintahan Setdako Pekanbaru, Azwan.
Kata dia, pasca kebakaran, ada perjanjian yang diperbaharui antara Pemko dan Pengelola. Pihak pengelola berkewajiban melakukan revitalisasi, pembangunan prasarana yang lebih lengkap, dan itu melalui kajian yang mendalam.
"Kemudian dari semua aspek, baik teknis, sosial budaya maupun regulasinya. Keseluruhan pembangunan infrastruktur ini sudah mencapai 83 persen menurut laporan dari MPP (pengelola)," kata dia.
Pasca ditertibkan itu, PT PT Makmur Papan Permata (MPP) selaku pengelola Pasar Sukaramai dapat mengerjakan kewajiban. "Karena Jalan Kopi ini masih banyak PKL, akan menyulitkan pembangunan, maka kita sosialisasikan kepada PKL, kita berikan peringatan pertama sampai ketiga," jelasnya.
Setelah pembongkaran, pihak MPP langsung memagar dan mensosialisasikan drainase. Jalan Kopi ini juga digunakan untuk mobilisasi material pembangunan gedung Pasar Sukaramai.
"Bulan November, begitu sudah selesai semua fasilitas ini, semua Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di sepanjang Jalan His Cokroaminoto akan dibongkar dan mereka masuk ke dalam. Nah ini butuh pengertian dari semua pihak itu saya kira tahapannya," jelasnya.
Kata dia, ditargetkan Desember sudah fungsional. Sehingga Januari, kegiatan Pasar Sukaramai Trade Center ini sudah selesai tahap pertama. "Kemudian nanti akan ada lagi tahap kedua, pengembangan-pengembangan selanjutnya," jelasnya.
Ada 300 anggota Satpol PP Kota Pekanbaru ikut mengamankan pembongkaran itu. "Kita penertiban hari ini sekitar 300 personil ada," kata Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Agus Pramono.
Kata Agus, penertiban dilakukan lantaran sudah tiga kali peringatan. Pembongkaran dilakukan karena lokasi itu akan dibangun pedestrian atau taman bagian dari pembangunan Pasar Sukaramai.
"Kita penertiban ini sudah kita kasih peringatan 3 kali, kita berterimakasih yang sebesar-besarnya kepada pemilik warung dan lapak yang ada disini," kata dia.
Lapak yang dibongkar tidak begitu banyak. Sebab, beberapa pedagang sudah membongkar sendiri lapak yang didirikan di atas trotoar persis di belakang Pasar Sukaramai.
"Mereka secara sukarela dan memberikan dukungan sehingga proses ini menjadi lancar," jelasnya.
Kepala cabang PT Makmur Papan Permata (MPP) selaku pengelola Pasar Sukaramai, Suryanto klaim pembangunan Pasar Sukaramai sudah 85 persen.
"Sampai saat ini kurang lebih sudah 85 persen secara keseluruhan, maka kita targetkan Bulan Agustus itu sudah bisa dimanfaatkam untuk pedagang," kata Suryanto.
Lanjutnya, terkiat ini pihaknya butuh dukungan dari pemerintah kota untuk mempercepat pembangunan. Soal lokasi yang dikosongkan, kata dia dimanfaatkan untuk akses pedagang, pejalan kaki, lalu lintas maupun taman.
"Tapi taman itu kecil saja, jadi begitu gedung ini selesai, masyarakat bisa melihat bahwa bangunan gedung ini bukan hanya tembok masif tapi ada penghijauannya," kata dia.
Lokasi pengosongan itu, untuk akses keluar masuk mal (Pasar Sukaramai). Untuk pengerjaan taman paling cepat dua bulan sudah selesai.
"Kita juga dapat instruksi untuk melakukan pemagaran agar dapat bekerja lebih fokus dan cepat," kata dia.
Kata dia, Bulan November dan Desember masyarakat sudah bisa memanfaatkan pasar yang lebih dikenal dengan Ramayana itu.
"Kita targetkan akhir November atau Desember masyarakat Pekanbaru sudah bisa merasakan legalah terhadap lalu lintas di seputaran Sukaramai trade center. Kalau operasional kita targetkan Desember," kata dia. (**)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Pekanbaru |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan