TERPAPAR KABUT ASAP
Tiga orang siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kepulauan
Meranti pingsan, dan dua lainnya sesak nafas, Kamis (19/9/2019) pagi
akibat kabut asap mengepung sekitar ruangan sekolah.
Akibat Kabut Asap Tiga Siswa MAN di Meranti Pingsan dan Dua Sesak Napas
Kamis 19 September 2019, 23:23 WIB
Tiga orang siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kepulauan
Meranti pingsan, dan dua lainnya sesak nafas, Kamis (19/9/2019) pagi
akibat kabut asap mengepung sekitar ruangan sekolah.
SELATPANJANG. RIAUMADANI. COM - Akibat banyak menghirup asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tiga orang siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kepulauan Meranti pingsan, dan dua lainnya sesak nafas, Kamis (19/9/2019) pagi akibat kabut asap mengepung sekitar ruangan sekolah.
Korban sempat mendapat pertolongan dari Puskesmas Sidomulyo, Desa Sungai Cina, Kecamatan Rangsang Barat dan akhirnya dilarikan ke RSUD Kepulauan Meranti.
Saat ini korban mulai sadar setelah mendapat pemeriksaan medis. Namun, korban masih terbaring lemas di atas ranjang. Sejumlah keluarga tampak mendampingi.
Menurut petugas medis yang menanganinya, dokter Rio Hendra, korban positif pingsan karena terpapar asap.
"Sekarang pasiennya sudah sadar. Dia memang terpapar asap," ujar Rio, saat diwawancarai wartawan di lokasi.
Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kepulauan Meranti melalui Humasnya, Maskuri ketika dikonfirmasi mengatakan, para guru sempat panik saat siswanya jatuh pingsan secara tiba-tiba. Mereka terpaksa memboyong siswa yang pingsan ke ruang lebih aman untuk diberikan pertolongan seadanya dan sempit.
Namun, karena kondisi siswa semakin memburuk, bidan Puskesmas setempat menganjurkan agar segera merujuknya ke RSUD Selatpanjang menggunakan kapal ambulance laut dilanjutkan dengan ambulance darat.
"Korban terpapar asap tadi ada 5, yang tiga orang pingsan dan yang dua orang lainnya mengalami sesak. Tiga yang pingsan itu dirujuk ke RSUD Selatpanjang sesuai dengan anjuran Bidan Puskesmas," kata Maskuri.
Sementara itu Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kepulauan Meranti, Syar an membenarkan kejadian tersebut.
"Kejadian itu benar adanya, banyak siswa kita yang tumbang, bahkan karena harus menunggu ambulance tiba kondisi siswa makin kritis, sehingga harus dirujuk ke RSUD," kata Syar an.
Dikatakan hal itu terjadi karena kondisi di sekitar sekolah tidak sehat. Selain itu siswa juga sudah dianjurkan untuk memakai masker.
"Sudah beberapa hari ini udara tidak sehat, baik di rumah siswa maupun di lingkungan sekolah. Selain kami juga menganjurkan siswa untuk menggunakan masker, pihak sekolah yang bekerjasama dengan Puskesmas pun sudah turut membagikan masker ke masyarakat," ujar Syar an.
Syar an menambahkan pihaknya tidak ingin mengambil risiko yang lebih besar, maka Kepala sekolah MAN 2 Kepulauan Meranti itu hari ini mengambil kebijakan untuk memulangkan semua siswanya ke rumah masing-masing dengan tugas mandiri.
Kedepannya pihak MAN 2 Kepulauan Meranti juga akan berkoordinasi dengan pihak Kementerian Agama Kepulauan Meranti dan Dinas Pendidikan Kepulauan Meranti terkait meliburkan siswa dalam jangka panjang akibat kabut asap yang dirasa semakin parah saat ini.
"Karena kondisi sudah sangat parah, maka kita ambil kebijakan untuk meliburkan siswa pada hari ini dan esok hari sambil memantau kondisi asap," kata Syar an.
Korban sempat mendapat pertolongan dari Puskesmas Sidomulyo, Desa Sungai Cina, Kecamatan Rangsang Barat dan akhirnya dilarikan ke RSUD Kepulauan Meranti.
Saat ini korban mulai sadar setelah mendapat pemeriksaan medis. Namun, korban masih terbaring lemas di atas ranjang. Sejumlah keluarga tampak mendampingi.
Menurut petugas medis yang menanganinya, dokter Rio Hendra, korban positif pingsan karena terpapar asap.
"Sekarang pasiennya sudah sadar. Dia memang terpapar asap," ujar Rio, saat diwawancarai wartawan di lokasi.
Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kepulauan Meranti melalui Humasnya, Maskuri ketika dikonfirmasi mengatakan, para guru sempat panik saat siswanya jatuh pingsan secara tiba-tiba. Mereka terpaksa memboyong siswa yang pingsan ke ruang lebih aman untuk diberikan pertolongan seadanya dan sempit.
Namun, karena kondisi siswa semakin memburuk, bidan Puskesmas setempat menganjurkan agar segera merujuknya ke RSUD Selatpanjang menggunakan kapal ambulance laut dilanjutkan dengan ambulance darat.
"Korban terpapar asap tadi ada 5, yang tiga orang pingsan dan yang dua orang lainnya mengalami sesak. Tiga yang pingsan itu dirujuk ke RSUD Selatpanjang sesuai dengan anjuran Bidan Puskesmas," kata Maskuri.
Sementara itu Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kepulauan Meranti, Syar an membenarkan kejadian tersebut.
"Kejadian itu benar adanya, banyak siswa kita yang tumbang, bahkan karena harus menunggu ambulance tiba kondisi siswa makin kritis, sehingga harus dirujuk ke RSUD," kata Syar an.
Dikatakan hal itu terjadi karena kondisi di sekitar sekolah tidak sehat. Selain itu siswa juga sudah dianjurkan untuk memakai masker.
"Sudah beberapa hari ini udara tidak sehat, baik di rumah siswa maupun di lingkungan sekolah. Selain kami juga menganjurkan siswa untuk menggunakan masker, pihak sekolah yang bekerjasama dengan Puskesmas pun sudah turut membagikan masker ke masyarakat," ujar Syar an.
Syar an menambahkan pihaknya tidak ingin mengambil risiko yang lebih besar, maka Kepala sekolah MAN 2 Kepulauan Meranti itu hari ini mengambil kebijakan untuk memulangkan semua siswanya ke rumah masing-masing dengan tugas mandiri.
Kedepannya pihak MAN 2 Kepulauan Meranti juga akan berkoordinasi dengan pihak Kementerian Agama Kepulauan Meranti dan Dinas Pendidikan Kepulauan Meranti terkait meliburkan siswa dalam jangka panjang akibat kabut asap yang dirasa semakin parah saat ini.
"Karena kondisi sudah sangat parah, maka kita ambil kebijakan untuk meliburkan siswa pada hari ini dan esok hari sambil memantau kondisi asap," kata Syar an.
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Meranti |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 08 Februari 2026, 08:28 WIB
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Politik

Selasa 02 Juni 2026, 17:19 WIB
Wabup Bengkalis: Pancasila Bintang Penuntun Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Senin 01 Juni 2026
Memaknai Hari Lahir Pancasila, Merawat Persatuan di Tengah Keberagaman Riau
Senin 18 Mei 2026
Marjeni, SE.MM: Badan Pekerja Pelestarian Cagar Budaya Membantu Pemerintah Kabupaten Rohul Menginventarisir Semua Kawasan Cagar Budaya se-Rokan Hulu Beserta Statusnya
Senin 09 Maret 2026
Siti Aisyah Anggota DPR RI Komisi III Sosialisasi 4 Pilar di Skip Hulu, Rengat. Ajak Ustadz. Fitter Kumpala. 
Nasional

Rabu 03 Juni 2026, 20:11 WIB
Profil Dadan Hindayana Mantan Kepala BGN yang Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Dadan Hindayana Mantan Kepala BGN yang Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Lodewyk Pusung, Sehari Setelah Dipecat Prabowo Sebagai Wakil Kepala BGN, Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Sony Sonjaya, Purnawirawan Polri Dicopot dari Wakil Kepala BGN, Ditahan Kejagung
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Kamis 28 Mei 2026, 06:45 WIB
Kabur dari Rutan Pekanbaru, Tahanan Ini Ditangkap Warga di Dapur Kurban
Kamis 28 Mei 2026
Kabur dari Rutan Pekanbaru, Tahanan Ini Ditangkap Warga di Dapur Kurban
Selasa 26 Mei 2026
Salat Idul Adha 1447H Akan Digelar di 349 Titik di Pekanbaru dan Dua Titik Lokasi Utama
Rabu 20 Mei 2026
Ketua PP Pekanbaru Iwan Pansa Akui Terima Rp50 Juta dari Kadis PUPR-PKPP Riau