video firal
Lokasi tempat katrol penyebrangan ekstrem ini ternyata
berada di dalam areal Perusahaan PT Marihat, Desa Sei Kumango, Kecamatan
Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu.
Lokasi Motor Menyeberang Sungai bak Flying Fox Ternyata di Rokan Hulu Riau
Rabu 18 September 2019, 23:50 WIB
Lokasi tempat katrol penyebrangan ekstrem ini ternyata
berada di dalam areal Perusahaan PT Marihat, Desa Sei Kumango, Kecamatan
Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu.
PASIR PENGARAIAN. RIAUMADANI. COM - Video dua remaja putri mengendarai sepeda motor menyeberangi Sungai menggunakan katrol layaknya flying fox heboh di dunia maya. Dalam video tersebut dua remaja menaiki sepeda motor yang diikatkan pakai tali tambang menuju seberang sungai.
Raut wajah keduanya tidak memperlihatkan tanda-tanda kecemasan layaknya sudah terbiasa melakukan penyeberangan ekstrem tersebut.
Ternyata lokasi video itu direkam di Provinsi Riau, tepatnya di dalam areal Perusahaan PT Marihat, Desa Sei Kumango, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu.
Lokasi tempat katrol penyebrangan ekstrem ini ternyata berada di dalam areal Perusahaan PT Marihat, Desa Sei Kumango, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu.
Areal PT Marihat dengan Dusun Marubi ini dipisahkan Sungai Batang Kumu yang memiliki lebar sekitar 100 meter.
Katrol penyeberangan mirip flying fox ini digunakan warga untuk menyeberangi sungai Batang Kumu dari Areal PT Marihat ke Dusun Marubi, Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai.
Menurut Sunino salah seorang warga, katrol penyeberangan ini sudah digunakan warga selama 20 tahun. Katrol tersebut dibangun swadaya oleh mantan Kepala Desa Sei Kumango Budiman Amri.
“Untuk satu kali menyebrang biayanya Rp5.000, tak perduli itu untuk menyebrangkan sawit, barang bahkan motor dengan 4 orang sekaligus biayanya sama,†cakap Sunino kepada CAKAPLAH.COM, Rabu (18/9/2019).
Menurut pengakuan Sunino, katrol penyebrangan ini merupakan jalur alternative warga Dusun Marubi ke Desa Sei Kumango ataupun sebaliknya.
Meski ada jalan utama yang disiapkan Pemkab Rohul namun jaraknya terlalu jauh dari Dusun Marubi.
"Kalau kita ke Sei Kumango atau sebaliknya menggunakan jalan Poros KUD, Desa Batang Kumango, dan Sei Kumango jarak tempuhnya mencapai 30 Km dan membutuhkan waktu tempuh selama 1 jam. Tapi jika warga menyeberang menggunakan katrol penyeberangan ekstrem ini, jaraknya bisa dipangkas menjadi 15 km dan waktu tempuh ke Sei Kumango hanya setengah jam,†jelasnya.
Warga mengaku sebenarnya mereka takut menyeberang menggunakan katrol penyebrangan ini. Pasalnya sudah banyak kejadian kendaraan yang jatuh ke sungai karena kabel sling putus karena lapuk dan tak mampu menahan beban.
Warga berharap, Pemkab Rohul dapat membangun jembatan permanen agar warga bisa mudah menyeberang dan tidak perlu lagi menggunakan katrol yang mengancam keselamatan jiwa mereka.
Menanggapi hal tersebut, Sekda Rohul H. Abdul Haris mengatakan, pemerintah Kabupaten Rokan Hulu sebenarnya tidak tinggal diam dalam menyikapi persoalan infrastruktur penyebrangan bagi warga Desa Sei Kumango dan Dusun Marubi ini.
Menurut Sekda, Pemkab Rohul sulit membangunkan jembatan bagi warga di daerah tersebut karena areal yang digunakan warga untuk menyeberang, masuk areal perusahaan PT Marihat dan berbatasan dengan kawasan Hutan Lindung Mahato.
“Lokasi ini berada di areal perusahaan PT Marihat, jalannya milik perusahaan, jadi pertama kita harus ada izin dari perusahaan. Kedua, dan yang sangat sulit, diseberang sungai Batang Kumu itu merupakan kawasan hutan lindung Mahato yang tidak boleh dibuka, seandainya Pemkab Rohul memfasilitasi pembukaan jalan tentunya akan mengancam keberadaan hutan lindung," cakapnya.
Sekda mengaku pemerintah sulit mencarikan jalan keluar untuk masyarakat di Dusun Marubi karena status lahan yang mereka tempati merupakan Hutan Lindung Mahato. Sementara Pemkab Rohul tidak punya kewenangan untuk mengalihkan status hutan lindung tersebut.
Karena di anggap berbahaya bagi keselamatan warga, lanjut sekda, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu segera menyurati Pemerintah Kecamatan Tambusai dan desa agar mengimbau warganya tidak lagi menggunakan katrol penyeberangan tersebut.
Warga diminta untuk melewati jalan yang sudah di siapkan pemerintah, meski jaraknya lebih jauh dibandingkan menggunakan katrol penyebrangan ini. (**)
Raut wajah keduanya tidak memperlihatkan tanda-tanda kecemasan layaknya sudah terbiasa melakukan penyeberangan ekstrem tersebut.
Ternyata lokasi video itu direkam di Provinsi Riau, tepatnya di dalam areal Perusahaan PT Marihat, Desa Sei Kumango, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu.
Lokasi tempat katrol penyebrangan ekstrem ini ternyata berada di dalam areal Perusahaan PT Marihat, Desa Sei Kumango, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu.
Areal PT Marihat dengan Dusun Marubi ini dipisahkan Sungai Batang Kumu yang memiliki lebar sekitar 100 meter.
Katrol penyeberangan mirip flying fox ini digunakan warga untuk menyeberangi sungai Batang Kumu dari Areal PT Marihat ke Dusun Marubi, Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai.
Menurut Sunino salah seorang warga, katrol penyeberangan ini sudah digunakan warga selama 20 tahun. Katrol tersebut dibangun swadaya oleh mantan Kepala Desa Sei Kumango Budiman Amri.
“Untuk satu kali menyebrang biayanya Rp5.000, tak perduli itu untuk menyebrangkan sawit, barang bahkan motor dengan 4 orang sekaligus biayanya sama,†cakap Sunino kepada CAKAPLAH.COM, Rabu (18/9/2019).
Menurut pengakuan Sunino, katrol penyebrangan ini merupakan jalur alternative warga Dusun Marubi ke Desa Sei Kumango ataupun sebaliknya.
Meski ada jalan utama yang disiapkan Pemkab Rohul namun jaraknya terlalu jauh dari Dusun Marubi.
"Kalau kita ke Sei Kumango atau sebaliknya menggunakan jalan Poros KUD, Desa Batang Kumango, dan Sei Kumango jarak tempuhnya mencapai 30 Km dan membutuhkan waktu tempuh selama 1 jam. Tapi jika warga menyeberang menggunakan katrol penyeberangan ekstrem ini, jaraknya bisa dipangkas menjadi 15 km dan waktu tempuh ke Sei Kumango hanya setengah jam,†jelasnya.
Warga mengaku sebenarnya mereka takut menyeberang menggunakan katrol penyebrangan ini. Pasalnya sudah banyak kejadian kendaraan yang jatuh ke sungai karena kabel sling putus karena lapuk dan tak mampu menahan beban.
Warga berharap, Pemkab Rohul dapat membangun jembatan permanen agar warga bisa mudah menyeberang dan tidak perlu lagi menggunakan katrol yang mengancam keselamatan jiwa mereka.
Menanggapi hal tersebut, Sekda Rohul H. Abdul Haris mengatakan, pemerintah Kabupaten Rokan Hulu sebenarnya tidak tinggal diam dalam menyikapi persoalan infrastruktur penyebrangan bagi warga Desa Sei Kumango dan Dusun Marubi ini.
Menurut Sekda, Pemkab Rohul sulit membangunkan jembatan bagi warga di daerah tersebut karena areal yang digunakan warga untuk menyeberang, masuk areal perusahaan PT Marihat dan berbatasan dengan kawasan Hutan Lindung Mahato.
“Lokasi ini berada di areal perusahaan PT Marihat, jalannya milik perusahaan, jadi pertama kita harus ada izin dari perusahaan. Kedua, dan yang sangat sulit, diseberang sungai Batang Kumu itu merupakan kawasan hutan lindung Mahato yang tidak boleh dibuka, seandainya Pemkab Rohul memfasilitasi pembukaan jalan tentunya akan mengancam keberadaan hutan lindung," cakapnya.
Sekda mengaku pemerintah sulit mencarikan jalan keluar untuk masyarakat di Dusun Marubi karena status lahan yang mereka tempati merupakan Hutan Lindung Mahato. Sementara Pemkab Rohul tidak punya kewenangan untuk mengalihkan status hutan lindung tersebut.
Karena di anggap berbahaya bagi keselamatan warga, lanjut sekda, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu segera menyurati Pemerintah Kecamatan Tambusai dan desa agar mengimbau warganya tidak lagi menggunakan katrol penyeberangan tersebut.
Warga diminta untuk melewati jalan yang sudah di siapkan pemerintah, meski jaraknya lebih jauh dibandingkan menggunakan katrol penyebrangan ini. (**)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Rohul |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan