Sabtu, 31 Januari 2026

Breaking News

  • Bupati Bengkalis Resmikan Pembangunan Pengembangan RSU Mutiasari di Mandau   ●   
  • Bupati Kasmarni Kunjungi Desa Bantan Timur, Perkuat Pendidikan Ramah Anak dan Pemberdayaan Perempuan   ●   
  • Tim 8 Pemkab Siak, Verifikasi Data Tenaga Non-ASN, Dari 3,590 Terkoreksi 631 Orang   ●   
  • Dukung Pendidikan Usia Dini, Sabtu P Sinurat Ketua DPRD Inhu Sumbang TK Raudhatul Ulum Air Molek   ●   
  • Resmikan Kampung Nelayan, Wabup Bagus Berharap Nelayan Tangkap Peluang Jadi Pelaku Ekspo   ●   
KABUT ASAP
Kualitas Udara Tak Sehat, Jarak pandang Dikota Pekanbaru Hanya 3 Km
Minggu 25 Agustus 2019, 22:40 WIB
Data dari MKG

PEKANBARU. RIAUMADANI. COM - Kebakaran hutan dan lahan yang saat ini sedang terjadi di beberapa daerah di Riau sangat memprihatinkan. Dampak kabut asap akibat Karhutla tersebut terus berimbas di Kota Pekanbaru.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru pada Minggu (25/8/2019) sore menunjukkan sedikinya ada 50 hotspot terpantau di Sumatera, 17 di antaranya ada di Provinsi Riau dengan level confidence > 50 %.

"Sore ini terpantau ada 50 hotspot di antaranya Jambi  2, Sumsel 13, Kepri 9, Bangka Belitung 5, Lampung 4 dan Riau 17 yang tersebar di Pelalawan 9, Inhil 7 dan Inhu 1," ungkap Staf Analisa data dan Informasi BMKG Pekanbaru, Sanya Gautami.
 
Sementara titik panas atau hotspot di Riau dengan Level Confidence > 70 % ada 10 titik, Pelalawan 5 dan Inhil 5 dan dua daerah ini terjadi Karhutla.

Dengan kondisi tersebut berpengaruh kepada jarak pandang  atau visibility. Dari data terbaru yang dikeluarkan BMBK pada pukul 16.00 WIB menunjukkan jarak pandang Kota Pekanbaru hanya 3 Km (asap), Rengat 8 Km, Dumai 8 Km dan Pelalawan 6 Km.

Tidak hanya itu, dengan kondisi kabut asap yang terjadi juga berpengaruh kepada kualitas udara yang mulai menunjukkan level tidak sehat. Menurut Sanya Gautami Staf Analisa BMKG menerangkan bahwa Konsentrasi PM 10 di Pekanbaru yakni berada di angka 150-250 (tidak sehat)

"Untuk data terakhir terlihat dari konsentrasi PM10 pada udara sudah menujukan kondisi tidak sehat," singkat Sanya.




Editor : Tis
Kategori : Pekanbaru
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top