Ratusan Buruh Demo Kantor Bupati Pelalawan, Tolak Revisi UU No.13 Tahun 2013
Kamis 15 Agustus 2019, 12:08 WIB
Ratusan massa yang mengatasnamakan Aliansi Buruh Pelalawan-Riau berunjuk rasa di kantor Bupati Pelalawan Kamis (14/8/19). Mereka menolak revisi undang-undang No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan oleh pemerintah pusat.PANGKALAN KERINCI. RIAUMADANI. COM - Ratusan massa yang mengatasnamakan Aliansi Buruh Pelalawan-Riau berunjuk rasa di kantor Bupati Pelalawan Kamis (14/8/19). Mereka menolak revisi undang-undang No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan oleh pemerintah pusat.
Sebelum melakukan orasi di kantor Bupati Pelalawan, Aliansi Buruh Pelalawan Riau tersebut terlebih dahulu melakukan orasi didepan kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Pelalawan. Aliansi Buruh Pelalawan-Riau itu terdiri dari Federasi Serikat Pekerja Pulp ketenagakerjaan Indonesia (FSP2KI) dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).
Sugiarto selaku koordinator aksi dari FSP2KI Sugiarto di depan kantor Bupati Pelalawan langsung menyampaikan sikap. Kaum buruh menolak ada revisi UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dimana revisi itu merugikan kaum buruh, karena kebijakan pemerintah lebih berpihak kepada pengusaha ketimbang kaum buruh, ujarnya.
Sikap atau tuntutan yang dibacakan oleh Sugiarto didepan wakil Bupati Pelalawan Drs H Zardewan MM, ada beberapa poin. Diantaranya masalah kerja kontrak, masalah tenaga kerja asing, masalah upah dan pesangon. Sebab bilamana undang-undang tersebut direvisi, keempat poin itu merugikan pihak tenaga kerja dan pro kepada pengusaha, sebut Sugiarto.
Diuraikan Sugiarto, dengan memperlakukan pekerja kontrak, tidak ada lagi pekerja tetap dan tidak ada lagi jaminan kepastian kerja. Santunan akan diartikan sebagai derma dengan besaran sesuka perusahaan. Apa bila pekerja melakukan kesalahan atau melanggar tata tertib kerja, maka selain di PHK (pemutusan hubungan kerja), dituntut untuk memberikan ganti rugi.
Mengenai tenaga kerja asing (TKA), diperbolehkan menjadi HRD, akan menjadi ancaman bagi kalangan meneger HRD maupun manager lainnya. Kemudian menghilangkan kewajiban pengusaha untuk memberikan diklat bagi tenaga kerja Indonesia (TKI) pendamping TKA.
Lanjutnya, masalah upah. Penetapan upah minimum tidak berdasarkan pada kebutuhan hidup layak, dan nilainya tidak akan mungkin tinggi karena harus mengacu pada sektor usaha yang paling lemah (pabrik kerupuk dan cleaning servis). Pemerintah tidak lagi berwewenang untuk menetapkan kebijakan pengupahan yang melindungi pekerja yang meliputi, upah tidak masuk kerja karena melakukan kegiatan diluar pekerjaan atau karena menjalankan hak waktu istrahat kerja. Bentuk dan cara pembayaran denda dan potongan upah. Hal-hal yang dapat diperhitungkan dengan upah struktur dan skala pengupahan yang proporsional untuk pembayaran pesangon, dan untuk perhitungan pajak penghasilan.
Sedangkan mengenai pesangon, pekerja tidak memiliki hak atas pesangon terkecuali pekerja yang memiliki upah rendah tidak kena pajak. Pekerja yang upah lebih tinggi dari yang dikenakan pajak, tidak berhak mendapatkan uang pesangon, atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak. Perhitungan pesangon hanya sampai pada masa kerja 6 tahun, bebernya.
Masih Sugiarto, mengurangi besarnya nilai pesangon, atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak. Uang pesangon sebelum 9 bulan upah kerja yang sebelumnya maksimum 10 bulan upah. Sekarang dengan interval waktu diperpanjang yang semula 3 tahun menjadi 5 tahun. Berkurangnya besaran uang penggantian hak yang sebelumnya 15% menjadi 5%.
Oleh karena itu, Aliansi Buruh Pelalawan meminta pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan untuk mendukung mendorong penolakan revisi undang-undang tersebut.
Wakil Bupati Pelalawan Zardewan yang didampingi oleh kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pelalawan Ir Abdul Rahman langsung merekomendasikan aspirasi pengunjukrasa tersebut.
"Kami akan menyampaikan dan meneruskan apa yang telah disampaikan oleh Aliansi Buruh Pelalawan ke tingkat Propinsi Riau. Kami juga mendukung perjuangan saudara saudara untuk menolak revisi UU ketenaga kerjaan," tegas Zardewan. (Sona)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Pelalawan |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham