Penanganan Sejumlah Kasus Belum Tuntas
Koordinator lapangan Himpunan Mahasiswa Ocu Kampar - Pekanbaru [HMOK-PKU] Rahmat, memperlihatkan raport akhir tahun terkait evaluasi penanganan kasus selama tahun 2014 sebelum diserahkan ke pihak Polda Riau dan Kejati Riau, Selasa [30/12/2014
Mahasiswa Beri 'Raport Merah' Kepada Kapolda Dan Kajati Riau
Selasa 30 Desember 2014, 07:33 WIB
Koordinator lapangan Himpunan Mahasiswa Ocu Kampar - Pekanbaru [HMOK-PKU] Rahmat, memperlihatkan raport akhir tahun terkait evaluasi penanganan kasus selama tahun 2014 sebelum diserahkan ke pihak Polda Riau dan Kejati Riau, Selasa [30/12/2014
PEKANBARU. Riaumadani.com - Belasan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Ocu Kampar - Pekanbaru [HMOK-PKU] mendatangi Mapolda dan Kejati Riau di jalan Jenderal Sudirman, Selasa [2:18 PM 12/30/20130/12/2014) siang. Kedatangan mahasiswa asal Kampar ini untuk menyerahkan raport akhir tahun kepada Kapolda Riau dan Kajati Riau terkait evaluasi penanganan kasus selama tahun 2014.
Dalam orasinya, mahasiswa menilai Kapolda dan Kajati Riau gagal total dalam menangani sejumlah kasus selama tahun 2014, khususnya yang terjadi di Kabupaten Kampar yang melibatkan kepala daerah. oleh sebab itu mahasiswa memberikan indeks prestasi rata-rata 3,75 kepada Kapolda Riau, dan 3,71 kepada Kajati Riau.
Koordinator lapangan [Korlap], Rahmat kepada wartawan mengatakan, diantara kasus-kasus yang belum terselesaikan hingga penghujung tahun oleh dua instansi tersebut adalah kasus korupsi perjalanan dinas bupati Kampar dan keluarga ke Eropa, Program P4S, serta dugaan penganiayaan oleh Eva Yuliana [istri bupati Kampar] bersama ajudannya terhadap korban yang bernama Nurhasmi.
"Kami sangat menyesalkan sikap aparat penegak hukum di Riau yang tidak kunjung menuntaskan permasalahan tersebut. Namun jika rakyat kecil yang melakukan kesalahan langsung ditindak cepat," kata Rahmat.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 11.00 Wib ini berlangsung tertib dan mendapat kawalaan ketat dari puluhan personil kepolisian. usai menyampaikan tuntutan dan menyerahkan raport tersebut, mahasiswa selanjutnya membubarkan diri.**
Dalam orasinya, mahasiswa menilai Kapolda dan Kajati Riau gagal total dalam menangani sejumlah kasus selama tahun 2014, khususnya yang terjadi di Kabupaten Kampar yang melibatkan kepala daerah. oleh sebab itu mahasiswa memberikan indeks prestasi rata-rata 3,75 kepada Kapolda Riau, dan 3,71 kepada Kajati Riau.
Koordinator lapangan [Korlap], Rahmat kepada wartawan mengatakan, diantara kasus-kasus yang belum terselesaikan hingga penghujung tahun oleh dua instansi tersebut adalah kasus korupsi perjalanan dinas bupati Kampar dan keluarga ke Eropa, Program P4S, serta dugaan penganiayaan oleh Eva Yuliana [istri bupati Kampar] bersama ajudannya terhadap korban yang bernama Nurhasmi.
"Kami sangat menyesalkan sikap aparat penegak hukum di Riau yang tidak kunjung menuntaskan permasalahan tersebut. Namun jika rakyat kecil yang melakukan kesalahan langsung ditindak cepat," kata Rahmat.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 11.00 Wib ini berlangsung tertib dan mendapat kawalaan ketat dari puluhan personil kepolisian. usai menyampaikan tuntutan dan menyerahkan raport tersebut, mahasiswa selanjutnya membubarkan diri.**
| Editor | : | |
| Kategori | : | Hukum |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham