Berantas Narkoba, Pemprov Riau Akan Bentuk Tim Terpadu
Rabu 03 Juli 2019, 07:49 WIB
Rapat rencana tim terpadu P4GN dan prekursor narkotika,
yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edi Natar
Nasution, di Ruang Rapat Kenanga Kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal
Sudirman Pekanbaru, Selasa (2/7/201
PEKANBARU. RIAUMADANI. COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan membentuk tim terpadu Pencegahan Pemberantasan penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) untuk menangani maraknya peredaran narkoba di Riau.
Rencana pembentukan tim tersebut dibahas dalam rapat rencana tim terpadu P4GN dan prekursor narkotika, yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edi Natar Nasution, di Ruang Rapat Kenanga Kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Selasa (2/7/2019).
Dalam acara tersebut turut hadir, Komandan Korem (Danrem) Riau Mohammad Fadjar, Perwakilan Kapolda Riau, Kepala Bidang Pemberantasan Narkotika BNNP Riau AKBP Haldun, Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Yuliani Nazir, tim Rumah Sakit Umum Petala Bumi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau, Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, masyarakat pegiat pemberantasan narkoba, serta undangan lainnya dari berbagai pihak terkait pemberantasan narkoba.
Wagubri menyampaikan, pembentukan tim terpadu ini sebagai upaya untuk menjangkau semua sektor masyarakat yang saat ini tengah berada pada kondisi darurat narkoba. Ia menyebutkan, pembentukan tim ini akan segera dikukuhkan dan bertindak sesuai instruksi dari pusat.
"Pembentukan tim khusus ini perintah dari pusat, yang dikomandoi oleh Presiden langsung. Kita harus segera bertindak, apalagi Riau saat ini juga terjangkit banyak kasus narkoba," katanya.
Edi Natar Nasution menambahkan, setelah adanya kejelasan dari tim terpadu yang akan dibentuk ini, maka akan dijalankan aksi besar-besaran untuk mengajak masyarakat menjauhi narkoba dan memerangi obat-obatan terlarang tersebut.
"Kalau status kita sudah jelas, nanti kita akan membuat aksi besar, gebrakan baru untuk memberantas narkoba ini," tambah Edi.
Edi berharap, adanya perencanaan ini dapat ditanggapi dengan serius oleh semua pihak yang hadir, sehingga pada saat rapat lanjutan dapat memberikan ide-ide baru tindakan apa yang mesti dilakukan kedepannya.
"Nanti kalau ada undangan rapat lagi, utuslah yang berkompeten di bidangnya, jadi apa yang disampaikan itu nyambung. Ini perkara yang serius," jelasnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Bidang Pemberantasan Narkotika BNNP Riau AKBP Haldun, menurutnya gerak cepat adalah salah satu langkah yang tepat dalam menangani narkoba saat ini.
Haldun menyebutkan, seiring pengurusan kejelasan tim terpadu P4GN ini, perlu adanya tindakan nyata, tidak hanya menunggu surat keputusan itu turun.
"Kalau pengurusan kejelasan itu akan memakan waktu lama, jadi kita harus gerak, nanti yang lainnya kita bisa sesuaikan," tutupnya. (Tis/mcr)
Rencana pembentukan tim tersebut dibahas dalam rapat rencana tim terpadu P4GN dan prekursor narkotika, yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edi Natar Nasution, di Ruang Rapat Kenanga Kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Selasa (2/7/2019).
Dalam acara tersebut turut hadir, Komandan Korem (Danrem) Riau Mohammad Fadjar, Perwakilan Kapolda Riau, Kepala Bidang Pemberantasan Narkotika BNNP Riau AKBP Haldun, Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Yuliani Nazir, tim Rumah Sakit Umum Petala Bumi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau, Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, masyarakat pegiat pemberantasan narkoba, serta undangan lainnya dari berbagai pihak terkait pemberantasan narkoba.
Wagubri menyampaikan, pembentukan tim terpadu ini sebagai upaya untuk menjangkau semua sektor masyarakat yang saat ini tengah berada pada kondisi darurat narkoba. Ia menyebutkan, pembentukan tim ini akan segera dikukuhkan dan bertindak sesuai instruksi dari pusat.
"Pembentukan tim khusus ini perintah dari pusat, yang dikomandoi oleh Presiden langsung. Kita harus segera bertindak, apalagi Riau saat ini juga terjangkit banyak kasus narkoba," katanya.
Edi Natar Nasution menambahkan, setelah adanya kejelasan dari tim terpadu yang akan dibentuk ini, maka akan dijalankan aksi besar-besaran untuk mengajak masyarakat menjauhi narkoba dan memerangi obat-obatan terlarang tersebut.
"Kalau status kita sudah jelas, nanti kita akan membuat aksi besar, gebrakan baru untuk memberantas narkoba ini," tambah Edi.
Edi berharap, adanya perencanaan ini dapat ditanggapi dengan serius oleh semua pihak yang hadir, sehingga pada saat rapat lanjutan dapat memberikan ide-ide baru tindakan apa yang mesti dilakukan kedepannya.
"Nanti kalau ada undangan rapat lagi, utuslah yang berkompeten di bidangnya, jadi apa yang disampaikan itu nyambung. Ini perkara yang serius," jelasnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Bidang Pemberantasan Narkotika BNNP Riau AKBP Haldun, menurutnya gerak cepat adalah salah satu langkah yang tepat dalam menangani narkoba saat ini.
Haldun menyebutkan, seiring pengurusan kejelasan tim terpadu P4GN ini, perlu adanya tindakan nyata, tidak hanya menunggu surat keputusan itu turun.
"Kalau pengurusan kejelasan itu akan memakan waktu lama, jadi kita harus gerak, nanti yang lainnya kita bisa sesuaikan," tutupnya. (Tis/mcr)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Pekanbaru |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan