Kamis, 29 Januari 2026

Breaking News

  • Resmikan Kampung Nelayan, Wabup Bagus Berharap Nelayan Tangkap Peluang Jadi Pelaku Ekspo   ●   
  • Pemkab Bengkalis Dorong Kolaborasi Pemerintah, Baznas dan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Zakat   ●   
  • Kabupaten Rokan Hulu Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya, Bupati Anton: "Ini Investasi Keselamatan Rakyat"   ●   
  • Wabup Syamsurizal Tegaskan, Pejabat Siak Kerja Harus Maksimal dan Kejar PAD demi Kesejahteraan Rakya   ●   
  • LAMR Kecamatan Sungai Apit, Lakukan Seminar Prosesi Adat Tepuk Tepung Tawar Pengantin. .2026    ●   
Terkait Dugaan Suap Korupsi Annas Maamun
Satma PP Riau Tuntut PLT Gubri Nonaktifkan Zulher dari Jabatannya
Kamis 25 Desember 2014, 05:02 WIB
Sekitar belasan anggota Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila [Satma PP] di teras kantin Gubernur Riau. Massa menuntut Plt Gubernur Riau untuk menonaktifkan kepala dinas Perkebunan Riau, Zulher dari jabatanya
PEKANBARU, Riaumadani.com - Sekitar belasan anggota Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila [Satma PP] di teras kantin Gubernur Riau. Massa menuntut Plt Gubernur Riau untuk menonaktifkan kepala dinas Perkebunan Riau, Zulher dari jabatanya karena terlibat kasus suap Gubri nonaktif Annas Maamun.

Suasana sempat memanas saat belasan anggota Satma PP Riau tersebut memaksa masuk ke halaman kantor Gubernur Riau. Adu argument sontak keluar dari pihak keamanan dengan Satma PP dan akhirnya belasan massa itu masuk dan menduduki teras kantor Gubri menunggu perwakilan pemprov Riau menemui mereka.

Korlap Satma PP Riau, Tengku Andry Fiska Firdaus meminta Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman untuk memecat Zulher dari jabatannya karena dianggap terlibat dan menjembatani beberapa kasus suap antara Gubri Annas Maamun dan beberapa bos perusahaan perkebunan.

"Ini Riau yang bermarwah, kita tidak ingin ada pejabat riau yang mencorengnya. Penjarakan Zulher," seru Andry dalam orasinya, Selasa [23/12/2014].

Tak lama berselang, kedatangan Satma PP langsung ditekuni oleh staf ahli Gubernur Riau bidang pemerintahan, Syamsurizal. Kedatangan Syamsurizal juga sempat membuat suasana memanas saat staf ahli tersebut diminta untuk menandatangani kertas pernyataan demo untuk menyetujui pemberhentian Zulher dari jabatannya.

"Kenapa bapak tidak mau menandatangani ini?, ada apa? Apakah ada konspirasi," teriak Andry pakai toa putih itu.

Menanggapi hal itu, Syamsurizal mengaku tidak akan menandatangani surat pernyataan tersebut karena kedatangannya dihadapan massa hanya menerima aspirasi sebagai perwakilan pemprov Riau.

"Saya tidak akan menandatangani ini, karena sifat saya hanya menerima saja," tutupnya dengan dikawal puluhan anggota Satpol PP Riau.**




Editor : TIS.RE
Kategori : Hukum
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top