DEMI TUGAS NEGARA
PEMILU 2019
18 Petugas Pemilu di Riau Ditimpa Musibah, 5 Meninggal Dunia dan 1 Keguguran
Senin 22 April 2019, 13:07 WIB
PEMILU 2019
PEKANBARU - Pelaksanaan Pemilu serentak 2019 yang baru pertama kali digelar di Indonesia, tidak hanya memakan waktu yang panjang dan melelahkan, tapi juga telah memakan korban jiwa sejumlah petugas penyelenggara di daerah ini.
Di Riau, hingga Senin (21/4/2019) dini hari pukul 01.53 WIB, tercatat sebanyak 18 petugas KPU, baik petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panitia Pemungutan Suara (PPS) hingga Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), ditimpa musibah dalam kurun waktu sejak pemungutan suara di TPS hingga proses rekapitulasi di tingkat PPK.
Berdasarkan data KPU Riau, seperti disampaikan Koordinator Divisi SDM KPU Riau Nugroho Noto Susanto, Senin dini hari ini, dari 18 yang petugas tersebut, 5 orang meninggal dunia, 1 keguguran anak pertama, 2 diserang stroke, 4 orang pingsan, 1 jatuh dari sepeda motor, 1 jatuh di kamar mandi karena kehilangan penglihatan dan 4 lagi kelelahan dan linglung.
Lima orang petugas yang meninggal dunia adalah, pertama, Suratinizar, Ketua KPPS 02 Desa Bantan Tua, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, meninggal karena kecelakaan setelah bertugas.
Kedua, Yansen Andrys David, Ketua KPPS TPS 5 Kelurahan Bengkalis Kota, Kabupaten Bengkalis meninggal dunia akibat serangan jantung.
Ketiga, Umar Banu, Ketua KPPS 16 Kelurahan Simpang Kanan, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir.
Keempat, Ema, anggota KPPS 1 Desa Bedeng Sikuran, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuansing, yang baru meninggal Minggu malam , sekitar pukul 21.00 WIB, setelah mengalami kecelakaan pada pukul 18.30 usai menjalankan tugas.
Lalu, Faisal ST, Ketua KPPS TPS 01 Desa Kumantan, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, yang meninggal dunia pada Senin (22/4/2019) dini hari, sepulang mengikuti Rapat Pleno Rekapitulasi Suara di kecamatan.
Kemudian satu orang petugas bernama Patma Areta, anggota KPPS 17 Desa Pematang Tebih, Kecamatan Ujung Batu, Kabuparen Rokan Hulu, mengalami keguguran anak pertama dan sudah pulang ke rumah setelah dirawat di rumah sakit. Saat ini sedang menunggu jadwal kuret.
Selain itu, ada dua orang petugas diserang stroke saat bertugas. Keduanya adalah, Adrizon, Ketua KPPS 51 Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru.
Dia terkena stroke saat penghitungan suara di TPS. Satu orang lagi, bernama Samaun, anggota KPPS 38 Desa Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, juga diserang stroke. Saat ini dirawat di Eka Hospital Pekanbaru.
Sedangkan empat petugas yang pingsan adalah, pertama, Ismi Susilawati, Ketua PPK Senapelan, Kota Pekanbaru. Pingsan saat pleno tingkat kecamatan. Kedua, Sugiharto, petugas KPPS yang pingsan saat pleno di Desa Gading Sari, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, dan dirujuk ke Rumah sakit Prima.
Ketiga, Erwin, PPK Kecamatan Kuala Kampar, Pelalawan, yang pingsan saat pleno. Dan yang keempat, Annisa Sholehati, PPK Kecamatan Kuok, Kampar, yang pingsan saat pelaksanaan pleno dan langsung dibawa ke puskesmas terdekat.
Selanjutnya yang terjatuh bersama sepeda motor adalah bernama Umi Kalsum, Ketua KPPS 1 Desa Tasik Seminai, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak. Ia usai dari TPS, terjatuh bersama sepeda motor. Saat ini dirawat di RS Pangkalan Kerinci, Pelalawan.
Berikutinya, Awaludin, Sekretaris PPS di Kecamatan Langgam, Pelalawan, jatuh di kamar mandi saat istirahat salat. Ia kehilangan penglihatan. Saat ini sudah keluar RS dan penglihatan sudah normal.
Sementara itu, petugas yang mengalami kelelahan adalah, Ranitidin Hariani, anggota KPPS di TPS 1 Desa Terbangiang, Kecamatan Bandar Petalangan, Pelalawan. Ia mengalami kelelahan akibat bekerja 24 jam tanpa istirahat sama sekali.
Diberitakan riaumandiri, saat ini ia dirawat di Puskesmas Pembantu di Desa Terbangiang.
Yang mengalami nasib sama dengan Ranitidin adalah rekannya bernama, Bakhtiar, anggota KPPS TPS 1 Desa Terbangiang, Kecamatan Bandar Petalangan, Pelalawan, yang juga kelelahan akibat bekerja 24 jam tanpa istirahat sama sekali. Saat ini dirawat di Puskesmas Pembantu di Desa Terbangiang.
Kemudian yang mengalami kelelahan bernama Ali Akbar, anggota KPPS TPS 1 Desa Permai, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti. Ia linglung, takut ketemu dengan polisi dan orang lain. Kejadiannya setelah menyelesaikan penghitungan suara sampai jam 5 subuh.
"Dan petugas yang mengalami kelelahan lainnya adalah Desi Riya Sandi, Ketua PPS Desa Sepungguk Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, saat ini dirawat jalan," beber Nugroho Noto Susanto. (***)
Di Riau, hingga Senin (21/4/2019) dini hari pukul 01.53 WIB, tercatat sebanyak 18 petugas KPU, baik petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panitia Pemungutan Suara (PPS) hingga Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), ditimpa musibah dalam kurun waktu sejak pemungutan suara di TPS hingga proses rekapitulasi di tingkat PPK.
Berdasarkan data KPU Riau, seperti disampaikan Koordinator Divisi SDM KPU Riau Nugroho Noto Susanto, Senin dini hari ini, dari 18 yang petugas tersebut, 5 orang meninggal dunia, 1 keguguran anak pertama, 2 diserang stroke, 4 orang pingsan, 1 jatuh dari sepeda motor, 1 jatuh di kamar mandi karena kehilangan penglihatan dan 4 lagi kelelahan dan linglung.
Lima orang petugas yang meninggal dunia adalah, pertama, Suratinizar, Ketua KPPS 02 Desa Bantan Tua, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, meninggal karena kecelakaan setelah bertugas.
Kedua, Yansen Andrys David, Ketua KPPS TPS 5 Kelurahan Bengkalis Kota, Kabupaten Bengkalis meninggal dunia akibat serangan jantung.
Ketiga, Umar Banu, Ketua KPPS 16 Kelurahan Simpang Kanan, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir.
Keempat, Ema, anggota KPPS 1 Desa Bedeng Sikuran, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuansing, yang baru meninggal Minggu malam , sekitar pukul 21.00 WIB, setelah mengalami kecelakaan pada pukul 18.30 usai menjalankan tugas.
Lalu, Faisal ST, Ketua KPPS TPS 01 Desa Kumantan, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, yang meninggal dunia pada Senin (22/4/2019) dini hari, sepulang mengikuti Rapat Pleno Rekapitulasi Suara di kecamatan.
Kemudian satu orang petugas bernama Patma Areta, anggota KPPS 17 Desa Pematang Tebih, Kecamatan Ujung Batu, Kabuparen Rokan Hulu, mengalami keguguran anak pertama dan sudah pulang ke rumah setelah dirawat di rumah sakit. Saat ini sedang menunggu jadwal kuret.
Selain itu, ada dua orang petugas diserang stroke saat bertugas. Keduanya adalah, Adrizon, Ketua KPPS 51 Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru.
Dia terkena stroke saat penghitungan suara di TPS. Satu orang lagi, bernama Samaun, anggota KPPS 38 Desa Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, juga diserang stroke. Saat ini dirawat di Eka Hospital Pekanbaru.
Sedangkan empat petugas yang pingsan adalah, pertama, Ismi Susilawati, Ketua PPK Senapelan, Kota Pekanbaru. Pingsan saat pleno tingkat kecamatan. Kedua, Sugiharto, petugas KPPS yang pingsan saat pleno di Desa Gading Sari, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, dan dirujuk ke Rumah sakit Prima.
Ketiga, Erwin, PPK Kecamatan Kuala Kampar, Pelalawan, yang pingsan saat pleno. Dan yang keempat, Annisa Sholehati, PPK Kecamatan Kuok, Kampar, yang pingsan saat pelaksanaan pleno dan langsung dibawa ke puskesmas terdekat.
Selanjutnya yang terjatuh bersama sepeda motor adalah bernama Umi Kalsum, Ketua KPPS 1 Desa Tasik Seminai, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak. Ia usai dari TPS, terjatuh bersama sepeda motor. Saat ini dirawat di RS Pangkalan Kerinci, Pelalawan.
Berikutinya, Awaludin, Sekretaris PPS di Kecamatan Langgam, Pelalawan, jatuh di kamar mandi saat istirahat salat. Ia kehilangan penglihatan. Saat ini sudah keluar RS dan penglihatan sudah normal.
Sementara itu, petugas yang mengalami kelelahan adalah, Ranitidin Hariani, anggota KPPS di TPS 1 Desa Terbangiang, Kecamatan Bandar Petalangan, Pelalawan. Ia mengalami kelelahan akibat bekerja 24 jam tanpa istirahat sama sekali.
Diberitakan riaumandiri, saat ini ia dirawat di Puskesmas Pembantu di Desa Terbangiang.
Yang mengalami nasib sama dengan Ranitidin adalah rekannya bernama, Bakhtiar, anggota KPPS TPS 1 Desa Terbangiang, Kecamatan Bandar Petalangan, Pelalawan, yang juga kelelahan akibat bekerja 24 jam tanpa istirahat sama sekali. Saat ini dirawat di Puskesmas Pembantu di Desa Terbangiang.
Kemudian yang mengalami kelelahan bernama Ali Akbar, anggota KPPS TPS 1 Desa Permai, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti. Ia linglung, takut ketemu dengan polisi dan orang lain. Kejadiannya setelah menyelesaikan penghitungan suara sampai jam 5 subuh.
"Dan petugas yang mengalami kelelahan lainnya adalah Desi Riya Sandi, Ketua PPS Desa Sepungguk Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, saat ini dirawat jalan," beber Nugroho Noto Susanto. (***)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Pekanbaru |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 08 Februari 2026, 08:28 WIB
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Politik

Selasa 02 Juni 2026, 17:19 WIB
Wabup Bengkalis: Pancasila Bintang Penuntun Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Senin 01 Juni 2026
Memaknai Hari Lahir Pancasila, Merawat Persatuan di Tengah Keberagaman Riau
Senin 18 Mei 2026
Marjeni, SE.MM: Badan Pekerja Pelestarian Cagar Budaya Membantu Pemerintah Kabupaten Rohul Menginventarisir Semua Kawasan Cagar Budaya se-Rokan Hulu Beserta Statusnya
Senin 09 Maret 2026
Siti Aisyah Anggota DPR RI Komisi III Sosialisasi 4 Pilar di Skip Hulu, Rengat. Ajak Ustadz. Fitter Kumpala. 
Nasional

Rabu 03 Juni 2026, 20:11 WIB
Profil Dadan Hindayana Mantan Kepala BGN yang Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Dadan Hindayana Mantan Kepala BGN yang Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Lodewyk Pusung, Sehari Setelah Dipecat Prabowo Sebagai Wakil Kepala BGN, Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Sony Sonjaya, Purnawirawan Polri Dicopot dari Wakil Kepala BGN, Ditahan Kejagung
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Kamis 28 Mei 2026, 06:45 WIB
Kabur dari Rutan Pekanbaru, Tahanan Ini Ditangkap Warga di Dapur Kurban
Kamis 28 Mei 2026
Kabur dari Rutan Pekanbaru, Tahanan Ini Ditangkap Warga di Dapur Kurban
Selasa 26 Mei 2026
Salat Idul Adha 1447H Akan Digelar di 349 Titik di Pekanbaru dan Dua Titik Lokasi Utama
Rabu 20 Mei 2026
Ketua PP Pekanbaru Iwan Pansa Akui Terima Rp50 Juta dari Kadis PUPR-PKPP Riau