SARASEHAN KEBANGSAAN
Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Prof Dr Mohammad Mahfud MD saat menjadi
pembicara dalam sarasehan kebangsaan di Hotel Aryaduta, Pekanbaru, Sabtu
(30/03/2019).
Mahfud MD: Masyarakat Dirugikan Bila Terpecah
Minggu 31 Maret 2019, 10:17 WIB
Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Prof Dr Mohammad Mahfud MD saat menjadi
pembicara dalam sarasehan kebangsaan di Hotel Aryaduta, Pekanbaru, Sabtu
(30/03/2019).
PEKANBARU. RIAUMADANI. com - Tensi politik kian hari kian meningkat. Hal itu dirasa menjadi cikal perpecahan antar masyarakat. Padahal seharusnya, Pemilu 2019 menjadi ajang pemersatu. Karena siapa pun yang akan menang dalam pesta demokrasi tersebut, masyarakat akan rugi bila sudah terpecah belah.
Sebaliknya, bila tetap bersatu maka yang diuntungkan adalah masyarakat. Hal itu disampaikan Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Prof Dr Mohammad Mahfud MD saat menjadi pembicara dalam sarasehan kebangsaan di Hotel Aryaduta, Pekanbaru, Sabtu (30/03/2019).
Hadir dalam kesempatan itu beberapa pembicara tingkat nasional. Seperti Wakil Ketua KPK Laode M Syarif beserta beberapa narasumber lokal. Yakni Prof Dr Alaidin Koto MA, Prof Dr Ellydar Chaidir, Prof Dr H Akhmad Mujahidin SAG MAG serta Dr Siti Ruhaini Dzuhayatin MA.
Selain itu, hadir juga sebagai undangan beberapa tokoh akademisi, tokoh budaya, tokoh pemuda hingga paguyuban di Provinsi Riau. Dalam sambutannya, Prof Mahfud menilai para peserta pemilu sudah tidak sopan lagi dalam mencari kemenangan.
Seperti dengan membuat fitnah, hoaks, menyebar teror secara ideologi. Hal itulah yang membuat masyarakat saling terprovokasi dan rentan terpecah. Kata dia, masyarakat Indonesia membutuhkan wawasan kebangsaan yang majemuk. Dengan mengedepankan unsur keseimbangan. Tujuannya untuk menangkal paradoks dari kemajemukan yaitu primordialisme, etnosentrisme, sekterianisme, stereotipisme dan potensi konflik sosial.
“Saya bersama Alissa Wahid, Benny Susetyo, Ajar Budi Kuncoro, Imam Marsudi dan Dr Siti Ruhaini Dzuhayatin mulai menggagas Suluh Kebangsaan ini. Gagasan ini mendapatkan dukungan yang sangat besar dari para tokoh. Hal itulah yang membuat saya serta beberapa tokoh lainnya bergerak keliling Indonesia,†ujarnya.(tIS/rp)
Sebaliknya, bila tetap bersatu maka yang diuntungkan adalah masyarakat. Hal itu disampaikan Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Prof Dr Mohammad Mahfud MD saat menjadi pembicara dalam sarasehan kebangsaan di Hotel Aryaduta, Pekanbaru, Sabtu (30/03/2019).
Hadir dalam kesempatan itu beberapa pembicara tingkat nasional. Seperti Wakil Ketua KPK Laode M Syarif beserta beberapa narasumber lokal. Yakni Prof Dr Alaidin Koto MA, Prof Dr Ellydar Chaidir, Prof Dr H Akhmad Mujahidin SAG MAG serta Dr Siti Ruhaini Dzuhayatin MA.
Selain itu, hadir juga sebagai undangan beberapa tokoh akademisi, tokoh budaya, tokoh pemuda hingga paguyuban di Provinsi Riau. Dalam sambutannya, Prof Mahfud menilai para peserta pemilu sudah tidak sopan lagi dalam mencari kemenangan.
Seperti dengan membuat fitnah, hoaks, menyebar teror secara ideologi. Hal itulah yang membuat masyarakat saling terprovokasi dan rentan terpecah. Kata dia, masyarakat Indonesia membutuhkan wawasan kebangsaan yang majemuk. Dengan mengedepankan unsur keseimbangan. Tujuannya untuk menangkal paradoks dari kemajemukan yaitu primordialisme, etnosentrisme, sekterianisme, stereotipisme dan potensi konflik sosial.
“Saya bersama Alissa Wahid, Benny Susetyo, Ajar Budi Kuncoro, Imam Marsudi dan Dr Siti Ruhaini Dzuhayatin mulai menggagas Suluh Kebangsaan ini. Gagasan ini mendapatkan dukungan yang sangat besar dari para tokoh. Hal itulah yang membuat saya serta beberapa tokoh lainnya bergerak keliling Indonesia,†ujarnya.(tIS/rp)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Nasional |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan