Hasil Evaluasi SPBE 2018
Hasil Evaluasi SPBE 2018
Wako Hadiri Acara Penyerahan Hasil Evaluasi SPBE 2018 di Kemenpan RB
Sabtu 30 Maret 2019, 08:06 WIB
Wako Hadiri Acara Penyerahan Hasil Evaluasi SPBE 2018 di Kemenpan RB
JAKARTA.RIAUMADANI. com - Wali Kota Pekanbaru, Dr H Firdaus ST MT menghadiri acara penyerahan hasil evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tahun 2018, yang ditaja Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (28/3).
Penerapan SPBE, atau yang dikenal dengan istilah e-government ini, diyakini berdampak pada integrasi dalam sebuah sistem, sehingga dapat meningkatkan efisiensi. Implementasi SPBE yang terpadu bertujuan untuk mencapai birokrasi dan pelayanan publik yang berkinerja tinggi.
"SPBE ini untuk mensinkronkan semua infrastruktur yang sudah ada. K/L/Pemda supaya terintegrasi sehingga menghasilkan sebuah efektifitas dan efisiensi dan berujung pada pelayanan publik," ujar Menteri PAN RB, Syafruddin, saat konferensi pers terkait Penyerahan Hasil Evaluasi SPBE Tahun 2018 tersebut.
Syafruddin mengatakan, tata kelola pemerintah yang belum menerapkan SPBE, maka akan berdampak pada tidak terintegrasinya sistem aplikasi milik instansi pemerintah maupun lembaga, yang berakibat pada pemborosan anggaran.
"Maka dengan integrasi, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi," ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kementerian PAN RB, Rini Widyantini, mengatakan, pihaknya bersama dengan Tim Koordinasi SPBE Nasional yang terdiri dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), akan membangun kebijakan SPBE yang akan dijadikan sebagai pedoman dalam pembangunan SPBE terpadu.
Untuk mengetahui maturity level (tingkat kematangan) pelaksanaan SPBE atau yang dikenal dengan e-government di instansi pemerintah, Kementerian PAN RB, sambung Rini, telah melaksanakan evaluasi SPBE yang pertama kalinya yang dilakukan pada tahun 2018.
Rini juga menambahkan, evaluasi SPBE dilakukan terhadap 616 instansi pusat, Polri dan Pemda. Masih ada sejumlah Pemda dikatakannya yang belum sempat dievaluasi, karena ada bencana alam, dan sambungan internet yang tidak bagus.
“Evaluasi SPBE bukan untuk mencari yang bagus atau buruk, yang menang atau kalah, yang terhebat atau terendah. Tetapi sesungguhnya untuk memotret kondisi faktual penerapan SPBE di instansi pusat dan pemda,†jelasnya.
Diterangkan lagi, tahapan evaluasi SPBE antara lain sosialisasi evaluasi SPBE, evaluasi mandiri, evaluasi dokumen, wawancara, dan observasi lapangan.
"Maka, untuk mendapatkan penilaian evaluasi SPBE yang objektif dan independen, Kementerian PAN RB bekerja sama dengan lima perguruan tinggi, yakni Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Universitas Telkom, dan Universitas Gunadarma," katanya.
Melalui evaluasi SPBE, pemerintah tambah Rini, akan mendapatkan data baseline pelaksanaan SPBE secara nasional. Data baseline ini akan digunakan dalam penyusunan kebijakan dan penentuan arah strategis pembangunan SPBE yang efektif, efisien, terpadu, menyeluruh, dan berkesinambungan
Acara ini juga diisi dengan penyampaian materi yang berkaitan dengan SPBE oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, dan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar.
Acara dibuka Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, yang dihadiri seluruh Wali Kota/ Bupati se-Indonesia, para Menteri Kabinet Kerja, Kepala Badan, Kepala Lembaga, Wakapolri dan para Kapolda. (Kominfo8/Tis)
Penerapan SPBE, atau yang dikenal dengan istilah e-government ini, diyakini berdampak pada integrasi dalam sebuah sistem, sehingga dapat meningkatkan efisiensi. Implementasi SPBE yang terpadu bertujuan untuk mencapai birokrasi dan pelayanan publik yang berkinerja tinggi.
"SPBE ini untuk mensinkronkan semua infrastruktur yang sudah ada. K/L/Pemda supaya terintegrasi sehingga menghasilkan sebuah efektifitas dan efisiensi dan berujung pada pelayanan publik," ujar Menteri PAN RB, Syafruddin, saat konferensi pers terkait Penyerahan Hasil Evaluasi SPBE Tahun 2018 tersebut.
Syafruddin mengatakan, tata kelola pemerintah yang belum menerapkan SPBE, maka akan berdampak pada tidak terintegrasinya sistem aplikasi milik instansi pemerintah maupun lembaga, yang berakibat pada pemborosan anggaran.
"Maka dengan integrasi, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi," ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kementerian PAN RB, Rini Widyantini, mengatakan, pihaknya bersama dengan Tim Koordinasi SPBE Nasional yang terdiri dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), akan membangun kebijakan SPBE yang akan dijadikan sebagai pedoman dalam pembangunan SPBE terpadu.
Untuk mengetahui maturity level (tingkat kematangan) pelaksanaan SPBE atau yang dikenal dengan e-government di instansi pemerintah, Kementerian PAN RB, sambung Rini, telah melaksanakan evaluasi SPBE yang pertama kalinya yang dilakukan pada tahun 2018.
Rini juga menambahkan, evaluasi SPBE dilakukan terhadap 616 instansi pusat, Polri dan Pemda. Masih ada sejumlah Pemda dikatakannya yang belum sempat dievaluasi, karena ada bencana alam, dan sambungan internet yang tidak bagus.
“Evaluasi SPBE bukan untuk mencari yang bagus atau buruk, yang menang atau kalah, yang terhebat atau terendah. Tetapi sesungguhnya untuk memotret kondisi faktual penerapan SPBE di instansi pusat dan pemda,†jelasnya.
Diterangkan lagi, tahapan evaluasi SPBE antara lain sosialisasi evaluasi SPBE, evaluasi mandiri, evaluasi dokumen, wawancara, dan observasi lapangan.
"Maka, untuk mendapatkan penilaian evaluasi SPBE yang objektif dan independen, Kementerian PAN RB bekerja sama dengan lima perguruan tinggi, yakni Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Universitas Telkom, dan Universitas Gunadarma," katanya.
Melalui evaluasi SPBE, pemerintah tambah Rini, akan mendapatkan data baseline pelaksanaan SPBE secara nasional. Data baseline ini akan digunakan dalam penyusunan kebijakan dan penentuan arah strategis pembangunan SPBE yang efektif, efisien, terpadu, menyeluruh, dan berkesinambungan
Acara ini juga diisi dengan penyampaian materi yang berkaitan dengan SPBE oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, dan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar.
Acara dibuka Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, yang dihadiri seluruh Wali Kota/ Bupati se-Indonesia, para Menteri Kabinet Kerja, Kepala Badan, Kepala Lembaga, Wakapolri dan para Kapolda. (Kominfo8/Tis)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Pekanbaru |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan