Terkait Bencana Alam, Dana Belum Turun
Rumah Janda Korban Bencana, Nyaris Runtuh. doc
Dua Janda Menunggu BTT Dari Pemkot Bogor
Jumat 15 Februari 2019, 12:05 WIB
Rumah Janda Korban Bencana, Nyaris Runtuh. docBogor, Jawa Barat, RIAUMADANI.com-Miris itu lah yang dirasakan para tetangga Ida Royani (40), warga Cibadak, Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat. Betapa tidak, Ida Royani yang merupakan korban bencana alam sekitar bulan Januari 2019 lalu sudah 2 bulan urung mendapat bantuan dana tidak terduga (BTT) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
Tak ayal, janda beranak 3 itu pun hanya bisa pasrah dan menunggu, padahal separuh tembok rumahnya jebol diterjang angin dan hujan, bahkan atap rumah dan genteng pun nyaris runtuh. Beruntung warga sigap dan memberi penyanggah dari bambu.
"Kami menunggu sudah lama, belum ada tindakan dari pemerintah. Padahal, sudah berkali-kali sudah dilihat Pak Lurah sudah datang, Pak RT juga, namun belum terealisasikan," ucap Ida sapaannya.
Ida warga RT 002/RW 009 nomor 20 di kelurahan itu mengaku sepanjang 2 bulan ini dia dan anak-anaknya sangat khawatir apa bila hujan dan angin kencang kembali meruntuhkan rumahnya tersebut.
"Kalau hujan dan angin datang kami mulai was-was pak. Anak-anak belajar pun susah, tidur tidak nyaman. Banyak nyamuk. Apalagi, kalau hujan datang kami takut akan runtuh," kata janda yang telah lama ditinggal suaminya almarhum Budianto itu.
Kini ibu dari Prayuda, Zikri, dan Ahmad Qodri itu pun masih menunggu dan berharap ada perhatian pemerintah.
Sementara, Ketua RT 002, Agus Irawan menambahkan kejadian bencana yang dialami warganya ada 2 rumah, selain rumah Ibu Ida Royani juga dialami rumah ibu Junayah alias Junun. Saat ini bantuan dana bencana tidak terduga tak kunjung tiba.
"Kami masih menunggu, sebab sudah ada tanda tangan, dan sudah di foto-foto, namun dana belum turun juga sampai sekarang. Saya juga sudah dorong terus," ucap Ketua RT Agus.
Agus menambahkan Ibu Junun yang juga janda mengalami rumah yang lebih parah. Rumahnya sudah nyaris longsor, lantaran dekat kali.
"Rumah ibu Junan lebih parah lagi pak, kondisinya di pinggir kali, sudah mau longsor. Kelanjutan dari survey pemerintah seperti apa, belum tau. Kami berdoa agar pencairan dana bantuan itu tidak lambat," ujar Agus.
Terpisah pemerhati Sosial, Bivi Edward P menambahkan ini menjadi perhatian serius oleh Pemkot setempat, jangan sampai ada korban baru bertindak.
"Seharusnya ketika pemangku kepentingan sudah melihat kondisi rumah tersebut, segera kucurkan dana cadangan penanggulangan bencana," ucap Edward kerap disapa Edho dalam keterangannya, Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/2/2019).
Sepengetahuan Edho sudah ada Perda tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. Apabila sudah berjalan, kata dia, segeralah disalurkan, karena ini bagian tanggap darurat. BTT sendiri dibawah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor.
"Nah kalau belum ada dana BTT dari BPBD kan ada leading sector organisasi perangkat daerah (OPD), dalam hal ini, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), mungkin ada dana cadangan tanggap darurat," ujar Edho yang berdomisili di Tanah Sareal ini.
Edho yang merupakan calon legislatif Kota Bogor Dapil Tanah Sareal dari Partai Gerindra itu menjelaskan, pemerintah harus lebih aktif menyikapi ini, seperti menyikapi kejadian bencana puting beliung pada Kamis 6 Desember 2018 silam di kota Bogor.
"Disitu Pemkot Bogor cepat menurunkan dana miliaran rupiah. Lalu, bagaimana warga Cibadak koq belum turun, padahal sama-sama kena bencana alam," ucap Edho yang melihat langsung rumah Ida tersebut.
Dia mengaku miris akan kondisi anak-anak ibu Ida yang masih pelajar, mengingat anak yatim.
"Bagaimana mereka belajar dengan kondisi rumah tersebut, ini ironis, nyaris 2 bulan keluarga itu hidup di sebuah rumah dengan kondisi seperti itu. Ayo Pak Walkot Bima, cepatlah ambil tindakan," tandas dia.
Seperti diketahui penanganan pemulihan pasca bencana angin puting beliung yang menerjang Kota Bogor, anggaran sekitar Rp 7.5 miliar lebih. Dana tersebut bersumber dari APBD Kota Bogor Rp 1.4 miliar, bantuan Provinsi Jawa Barat Rp 5 miliar dan donasi warga di Dinas Sosial Rp1.1 miliar.@Liputan:Arbain Hasibuan/ team iwo
| Editor | : | Editor: budi darma saragih |
| Kategori | : | Nasional |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham