KARHUTLA
Langkah antisipasi Kebakaran hutan dan
lahan (karhutla) memang masih menjadi perhatian serius bagi Pemerintah
Provinsi Riau dan stakeholder terkait. Ini terlihat dengan rencana untuk
menetapkan status siaga darurat sejak dini.
Pemprov. Riau Antisipasi Karhutla dengan Status Siaga Darurat Sejak Dini
Sabtu 05 Januari 2019, 15:00 WIB
Langkah antisipasi Kebakaran hutan dan
lahan (karhutla) memang masih menjadi perhatian serius bagi Pemerintah
Provinsi Riau dan stakeholder terkait. Ini terlihat dengan rencana untuk
menetapkan status siaga darurat sejak dini.
PEKANBARU. RIAUMADANI. com - Langkah antisipasi Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memang masih menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Provinsi Riau dan stakeholder terkait. Ini terlihat dengan rencana untuk menetapkan status siaga darurat sejak dini.
Langkah tersebut dilakukan karena angka hotspot dan kasus karhutla mulai menghampiri di awal tahun. Diharapkan dengan langkah antisipasi sejak dini, angka karhutla di beberapa daerah di Riau dapat ditangani dan diminimalisir.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Ahmad Hijazi menilai hal itu memang menjadi perhatiannya bersama stakeholder terkait. Selain itu sebagai tindaklanjut dari berbagi informasi yang berkembang, pihaknya akan melakukan rapat untuk membahas penetapan status siaga darurat karhutla ini.
“Nanti akan dirapatkan, bisa saja petapan status siaga darurat lebih awal, maka penanganan bisa lebih maksimal. Memang kita segera antisipasi. Nanti saya akan komunikasikan dengan kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau," tuturnya, Jumat (4/1).
Poin itu dinilai juga dengan beberapa pettimbangan untuk rencana penetapan status siaga darurat karhutla di Provinsi Riau. Salah satu pertimbangannya adalah kondisi cuaca dan munculnya beberapa hotspot dapat menjadi ancaman kebakaran lahan di Riau.
Untuk diketahui pada tahun 2018 lalu, Satgas Karhutla Riau menetapkan status siaga Karhuta di awal Januari setelah insiden kebakaran melanda secara masif di beberapa kabupaten dan kota di wilayah itu. Status siaga darurat karhutla itu berakhir pada 30 November 2018 dan angka karhutla menurun cukup signifikan dibanding tahun 2017 lalu.(Tis/mcr)
Langkah tersebut dilakukan karena angka hotspot dan kasus karhutla mulai menghampiri di awal tahun. Diharapkan dengan langkah antisipasi sejak dini, angka karhutla di beberapa daerah di Riau dapat ditangani dan diminimalisir.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Ahmad Hijazi menilai hal itu memang menjadi perhatiannya bersama stakeholder terkait. Selain itu sebagai tindaklanjut dari berbagi informasi yang berkembang, pihaknya akan melakukan rapat untuk membahas penetapan status siaga darurat karhutla ini.
“Nanti akan dirapatkan, bisa saja petapan status siaga darurat lebih awal, maka penanganan bisa lebih maksimal. Memang kita segera antisipasi. Nanti saya akan komunikasikan dengan kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau," tuturnya, Jumat (4/1).
Poin itu dinilai juga dengan beberapa pettimbangan untuk rencana penetapan status siaga darurat karhutla di Provinsi Riau. Salah satu pertimbangannya adalah kondisi cuaca dan munculnya beberapa hotspot dapat menjadi ancaman kebakaran lahan di Riau.
Untuk diketahui pada tahun 2018 lalu, Satgas Karhutla Riau menetapkan status siaga Karhuta di awal Januari setelah insiden kebakaran melanda secara masif di beberapa kabupaten dan kota di wilayah itu. Status siaga darurat karhutla itu berakhir pada 30 November 2018 dan angka karhutla menurun cukup signifikan dibanding tahun 2017 lalu.(Tis/mcr)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Pekanbaru |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Jumat 30 Januari 2026, 07:03 WIB
Bupati Bengkalis Resmikan Pembangunan Pengembangan RSU Mutiasari di Mandau
Selasa 13 Januari 2026
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham