swasembada Pangan

Dukung ASN Konsumsi Beras Lokal Saat ini Pemkab Rohil juga sedang menggalakkan program konsumsi beras lokal terhadap seluruh aparatur sipil negara (ASN) yang ada di Rohil.
"Mengenai beras lokal kita sudah support Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian setempat agar bagaimana bulan ini juga hingga selanjutnya ada sampel untuk penggunaan beras lokal. Karena kita sangat mendorong ASN khususnya di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk membeli beras tersebut," kata Kepala Bappeda Rohil, HM Job Kurniawan AP MSi.
Untuk tahap awal sebutnya akan di mulai dari Bappeda sebagai pembuka awal penerapan program yang telah lama di ingin oleh Bupati Rohil yang sedang cuti H Suyatno. "Seperti kita di Bappeda tahap awal akan memesan 250 kilogram, dan nanti akan kita lakukan pendataan," jelasnya.

Selain itu tambahnya, setelah mengetahui adanya penerapan konsumsi beras lokal tersebut, sudah banyak camat yang bersedia menjalankan nya. "Program ini dilakukan supaya petani kita tidak lagi tergantung dari riba dan sebagainya sehingga mereka bebas jual. Dimana beras jual mahal disitu pula mereka bebas menjualnya," katanya pula.
Sejauh ini terangnya sudah ada yang menampung dan mensupport beras tersebut yakni Dewan Masjid Indonesia (DMI) Rohil, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian setempat.
Sementara terkait kualitas, beras lokal tidak kalah dengan beras-beras yang datang dari luar, bahkan harganya juga terjangkau. "Untuk harga jual sementara perkilonya Rp11.000, Jadi kalau dalam bungkusan lima kilogram harganya Rp55.000 perbungkus. Kalau bungkusnya 10 kilogram berarti Rp110.000 perbungkus," pungkas Job Kurniawan.
Pemkab Rohil Targetkan sebagai Lumbung Pangan Terbesar di Riau
Selasa 04 Desember 2018, 06:22 WIB
Bagan Siapiapi. RIAUMADANI. com - Bupati Rohil, H Suyatno mengatakan kalau tanaman pangan
merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi. Namundemikian, kewajiban untuk memenuhi kebutuhan pangan itu tidaklah hanyasemata-mata dibebankan kepada pemerintah saja melainkan semua pihaksebagimana yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012tentang Ketahanan Pangan.
Agar hal itu terwujud, Pemkab Rohil yang berjuluk Negeri Seribu Kubah ini terus mengembangkan areal pertanian dan menambah lahan persawahan baru terutama dikecamatan yang lahannya berpotensi dengan tanaman padi.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil)
bertekad dan terus melakukan pembenahan untuk jadi penghasil lumbungpangan terbesar di Provinsi Riau.
Untuk itu Bupati minta masyarakat agar tidak mengalihfungsikan lahan persawahan yang telah ada saat ini. "Tolong dipertahankan dan jangan dialihfungsikan karena hasil padi sangatlah menjanjikan," pintanya.
Menurutnya, saat ini sudah begitu luas lahan persawahan yang dialih fungsikan menjadi perkebunan sawit oleh masyarakat. Pertanian merupakan salah satu sektor penting penopang perekonomian nasional, terlebih dalam mengatasi dampak krisis ekonomi yang sampai kini belum sepenuhnya pulih.
Akan tetapi, lanjutnya, realita yang kita hadapi saat ini sektor pertanian seakan jalan di tempat. Penyebabnya kompleks, namun setidaknya faktor pemanasan global dan pergeseran orientasi mata pencarian masyarakat telah menyumbang relatif banyak terhadap pudarnya semangat agraris masyarakat dan terganggunya produktivitas pangan.
Sebagaimana kita ketahui bersama, Kabupaten Rohil merupakan salah satu penyuplai produksi padi di wilayah provinsi Riau yang harus di pertahankan guna meningkatkan swasembada pangan di daerah.
Menurutnya, saat ini sudah begitu luas lahan persawahan yang dialih fungsikan menjadi perkebunan sawit oleh masyarakat. Pertanian merupakan salah satu sektor penting penopang perekonomian nasional, terlebih dalam mengatasi dampak krisis ekonomi yang sampai kini belum sepenuhnya pulih.
Akan tetapi, lanjutnya, realita yang kita hadapi saat ini sektor pertanian seakan jalan di tempat. Penyebabnya kompleks, namun setidaknya faktor pemanasan global dan pergeseran orientasi mata pencarian masyarakat telah menyumbang relatif banyak terhadap pudarnya semangat agraris masyarakat dan terganggunya produktivitas pangan.
Sebagaimana kita ketahui bersama, Kabupaten Rohil merupakan salah satu penyuplai produksi padi di wilayah provinsi Riau yang harus di pertahankan guna meningkatkan swasembada pangan di daerah.
Ket. Poto Panen Raya di kabupaten Rokan Hilr
Dukung ASN Konsumsi Beras Lokal Saat ini Pemkab Rohil juga sedang menggalakkan program konsumsi beras lokal terhadap seluruh aparatur sipil negara (ASN) yang ada di Rohil.
"Mengenai beras lokal kita sudah support Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian setempat agar bagaimana bulan ini juga hingga selanjutnya ada sampel untuk penggunaan beras lokal. Karena kita sangat mendorong ASN khususnya di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk membeli beras tersebut," kata Kepala Bappeda Rohil, HM Job Kurniawan AP MSi.
Untuk tahap awal sebutnya akan di mulai dari Bappeda sebagai pembuka awal penerapan program yang telah lama di ingin oleh Bupati Rohil yang sedang cuti H Suyatno. "Seperti kita di Bappeda tahap awal akan memesan 250 kilogram, dan nanti akan kita lakukan pendataan," jelasnya.

Selain itu tambahnya, setelah mengetahui adanya penerapan konsumsi beras lokal tersebut, sudah banyak camat yang bersedia menjalankan nya. "Program ini dilakukan supaya petani kita tidak lagi tergantung dari riba dan sebagainya sehingga mereka bebas jual. Dimana beras jual mahal disitu pula mereka bebas menjualnya," katanya pula.
Sejauh ini terangnya sudah ada yang menampung dan mensupport beras tersebut yakni Dewan Masjid Indonesia (DMI) Rohil, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian setempat.
"Pemkab Rohil akan terus mendorong para petani dalam mengembangkan pertanian. segala bantuan dan pokok pendukung seperti Infrastruktur dan kualitas pertanian akan terus di tingkatkan. sehingga para petani dalam pertanianya akan merasa senang,"terang Bupati dengan bangga.
Namun demikian, terkait pemenuhan kebutuhan beras di Kabupaten Rohil sendiri, bahwa di Kabupaten Rohil kebutuhan akan beras tergolong cukup tinggi yakni mencapai 70 persen. Jumlah tersebut sudah berada di atas rata-rata Provinsi Riau yang hanya 50 persen saja. Sedangkan sisanya, kebutuhan beras di Kabupaten Rohil biasanya terpenuhi dari Sumatra Barat.
"Dari hasil produksi beras di daerah ini, kita baru memenuhi kebutuhan untuk daerah kisaran 70 persen, sementara sisanya kita penuhi dari Sumbar. Namun jumlah 70 persen itu masih berada di atas rata-rata Riau yang hanya 50 persen saja," terang Bupati Suyatno seraya mengulangi.
Namun demikian, terkait pemenuhan kebutuhan beras di Kabupaten Rohil sendiri, bahwa di Kabupaten Rohil kebutuhan akan beras tergolong cukup tinggi yakni mencapai 70 persen. Jumlah tersebut sudah berada di atas rata-rata Provinsi Riau yang hanya 50 persen saja. Sedangkan sisanya, kebutuhan beras di Kabupaten Rohil biasanya terpenuhi dari Sumatra Barat.
"Dari hasil produksi beras di daerah ini, kita baru memenuhi kebutuhan untuk daerah kisaran 70 persen, sementara sisanya kita penuhi dari Sumbar. Namun jumlah 70 persen itu masih berada di atas rata-rata Riau yang hanya 50 persen saja," terang Bupati Suyatno seraya mengulangi.
Sementara terkait kualitas, beras lokal tidak kalah dengan beras-beras yang datang dari luar, bahkan harganya juga terjangkau. "Untuk harga jual sementara perkilonya Rp11.000, Jadi kalau dalam bungkusan lima kilogram harganya Rp55.000 perbungkus. Kalau bungkusnya 10 kilogram berarti Rp110.000 perbungkus," pungkas Job Kurniawan.
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham