DBH MIGAS
iLUSTRASI
Riau Punya Pimpinan di DPR RI Tapi DBH Tunda Bayar, Siapa Yang Salah.?
Minggu 04 November 2018, 02:57 WIB
iLUSTRASI
Pekanbaru. RIAUMADANI. com - Anggota DPR RI mengaku tidak percaya kalau Provinsi Riau mengalami tunda bayar Dana Bagi Hasil (DBH) Migas mengingat ada 12 orang Riau yang duduk sebagai legislator di Senayan.
Hal itu terungkap saat pertemuan antara Pemerintah Provinsi Riau dengan Komisi VII DPR RI (Bidang Energi dan SDM, Riset, Teknologi dan Dikti, Lingkungan Hidup dan Kehutanan) dalam Reses Masa Persidangan I Tahun Sidang 2018-2019, Kamis (01/11/2018).
Salah seorang Anggota DPR RI asal pemilihan Kalimantan Barat, Maman Abdurrahman dalam kesempatan tanya jawab yang dilakukan dalam pertemuan itu mengakui harusnya tunda bayar DBH tidak terjadi.
"Saya rasa Provinsi Riau dengan Kalbar tidak jauh beda, sama-sama daerah penghasil. Tapi Kalbar tidak seperti Riau betul terkait masalah DBH," kata dia.
Padahal, lanjut dia, Provinsi Riau memiliki orang yang duduk jadi pimpinan dewan, Ketua Komisi VII dan ada lagi 12 orang Riau yang duduk di DPR RI.
"Belum lagi yang ada di DPD RI empat orang," katanya.
Rasanya kata dia hal ini tidak mungkin bisa terjadi, karena Komisi VII harusnya bisa memanggil Menteri ESDM yang membidangi ini.
"Tandatangannya berlaku bisa panggil Menteri terkait," kata dia.
Ia menambahkan, hal ini dirasa kurang komunikasi yang dilakukan antara Pemprov Riau dengan perwakilan yang duduk di DPR RI.
"Kami saja kalau ada permasalahan di daerah pemilihan kami, ngadu ke Ketua Komisi VII. Masak orang Riau tidak bisa memanfaatkan kondisi ini," katanya.
Menurut dia, hal itu ada masalah dalam komunikasi sehingga terjadi persoalan-persoalan yang seharusnya tak perlu terjadi.(mcr/Tis)
Hal itu terungkap saat pertemuan antara Pemerintah Provinsi Riau dengan Komisi VII DPR RI (Bidang Energi dan SDM, Riset, Teknologi dan Dikti, Lingkungan Hidup dan Kehutanan) dalam Reses Masa Persidangan I Tahun Sidang 2018-2019, Kamis (01/11/2018).
Salah seorang Anggota DPR RI asal pemilihan Kalimantan Barat, Maman Abdurrahman dalam kesempatan tanya jawab yang dilakukan dalam pertemuan itu mengakui harusnya tunda bayar DBH tidak terjadi.
"Saya rasa Provinsi Riau dengan Kalbar tidak jauh beda, sama-sama daerah penghasil. Tapi Kalbar tidak seperti Riau betul terkait masalah DBH," kata dia.
Padahal, lanjut dia, Provinsi Riau memiliki orang yang duduk jadi pimpinan dewan, Ketua Komisi VII dan ada lagi 12 orang Riau yang duduk di DPR RI.
"Belum lagi yang ada di DPD RI empat orang," katanya.
Rasanya kata dia hal ini tidak mungkin bisa terjadi, karena Komisi VII harusnya bisa memanggil Menteri ESDM yang membidangi ini.
"Tandatangannya berlaku bisa panggil Menteri terkait," kata dia.
Ia menambahkan, hal ini dirasa kurang komunikasi yang dilakukan antara Pemprov Riau dengan perwakilan yang duduk di DPR RI.
"Kami saja kalau ada permasalahan di daerah pemilihan kami, ngadu ke Ketua Komisi VII. Masak orang Riau tidak bisa memanfaatkan kondisi ini," katanya.
Menurut dia, hal itu ada masalah dalam komunikasi sehingga terjadi persoalan-persoalan yang seharusnya tak perlu terjadi.(mcr/Tis)
| Editor | : | Tis. |
| Kategori | : | Nasional |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan