Partai Terkorup
Partai Terkorup
Sumbang 8 Kepala Daerah ke KPK, Partai Ini Dinobatkan Sebagai Jawara Terkorup di Indonesia
Kamis 01 November 2018, 01:13 WIB
Sumbang 8 Kepala Daerah ke KPK, Partai Ini Dinobatkan Sebagai Jawara Terkorup di Indonesia
Jakarta. RIAUMADANI. com - Dalam tempo singkat yakni setahun PDI Perjuangan sukses menyumbangkan delapan kepala daerahnya yang terjerat kasus korupsi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Seolah mengukuhkan partai yang mengklaim diri sebagai partai wong cilik ini sebagai partai terkorup di Indonesia, PDIP pantas mendapatkan gelar untuk itu.
Korupsi, tindakan perampokan uang negara yang seharusnya untuk mensejahterakan rakyat justru di makan dengan rakus para begundal tersebut, dampaknya akan sangat mengerikan bagi kemajuan sebuah negara bahkan kemanusiaan. Tidak berlebihan jika PBB mengumumkan perang trehadap korupsi sebagai bentuk kejahatan luar biasa (Extra Ordinary Crime).
Ironisnya di Indonesia, korupsi menjadi penyakit kronis yang sejak dulu menggerogoti tubuh bangsa ini, sekian dekade bebas dari penjajahan asing Indonesia tak kunjung sembuh dari penyakit berbahaya ini, korupsi seolah sudah menjelma menjadi penyakit struktural, layaknya kemiskinan yang telah berurat berakar sangat mencengkeram dalam, bahkan ada pihak yang mengatakan budaya kita memang budaya korupsi, meski tidak mau mengatakan itu benar atau salah, yang jelas itu sebuah prkataan yang buruk sekali.
Berdasarkan data dari Indonesia Corruption Watch (ICW) pasca Reformasi, terhitung sejak 2002 hingga 2017, tercatat telah terjadi 341 kali perkara korupsi yang dilakukan oleh kader dari 12 partai politik. Dan bukan rahasia Kader PDIP menjadi jawara dengan menyumbang 120 kasus, lalu disusul Golkar dengan 82 kasus.
Tahun 2018 kedua partai tersebut kian beringas menambah angka mereka dengan korupsi ugal ugalan di daerah seiring tertangkapnya sejumlah kader mereka oleh KPK, dari 19 orang kepala daerah yang diciduk KPK, PDIP menyumbang delapan medali korupsi, lima dari Golkar, dua dari PAN, dan sisanya masing-masing satu orang dari Nasdem, Perindo, PNA, serta Berkarya.
Kasus terbaru kail KPK kembali mendapat tangkapan besar, dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT), Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra yang ironisnya baru dilantik untuk periode kedua ditangkap atas dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait mutasi jabatan, proyek, dan perizinan di Kabupaten Cirebon Tahun Anggaran 2018. Dan tak perlu kaget partainya tak jauh jauh dari daftar ICW, PDIP.
Tertangkapnya Sunjaya, menggenapi angka delapan dalam daftar kepala daerah korup dari PDIP terhitung sejak awal tahun dimana sudah tujuh kader parpol ini yang digelandang KPK. Mereka adalah Marianus Sae (bupati Ngada), Abu Bakar (bupati Bandung Barat), Agus Feisal Hidayat (bupati Buton Selatan), Tasdi (bupati Purbalingga), Syahri Mulyo (bupati Tulungagung), Samanhudi Anwar (wali kota Blitar), dan Pangonal Harahap (bupati Labuhanbatu), salam metal bray..
Tentunya masyarakat semakin muak dengan tingkah para pejabat ini, jika pendukungnya ngotot menanyakan masyarakat yang mana bro?, anggap saja cuma penulis yang muak dengan mereka. Ditelevisi mereka teriak teriak bela wong cilik, tampil bak superhero, faktanya mereka tak lebih dari pengkhianat rakyat, memperkaya diri dan keluarganya dengan harta haram, tak takutkah mereka akan api neraka? Tapi sudahlah neraka hanya bagi yang beragama, apakah koruptor juga beragama?
Rakyat sedih dan kecewa dengan apa yang terjadi dengan bangsa ini, rakyat yang mana bro? saya sendiri...! Negeri yang diharapkan mampu memperbaiki nasib rakyatnya malah terus berkubang kemiskinan dan korupsi, sekarang harapan akan negeri ini bisa bangkit melawan korupsi tertumpu kepada KPK sebagai lembaga paling keren di republik ini.
Semoga KPK tetap tajam, tanpa takut bela negara, bela rakyat, jangan tanya rakyat yang mana lagi.. sekalipun para koruptor tersebut bernaung dari partai berkuasa. Sebagai rakyat jelata kelas sendal jepit dari kaum agraria yang bertahan hidup hari demi hari mengais rejeki di bumi Allah ini, hanya bisa berdoa semoga negeri ini diberi pemimpin yang bersih dan antikorupsi supaya bisa menyelamatkan bangsa ini dari gelimang dosa.
Sumber: tempo.co/read/128720/2018/10/26/veronafitria/sumbang-lagi-kada-ke-kpk-pdip-terkorup-di-indonesia
| Editor | : | Tis/Rls |
| Kategori | : | Nasional |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham