Kamis, 29 Januari 2026

Breaking News

  • Resmikan Kampung Nelayan, Wabup Bagus Berharap Nelayan Tangkap Peluang Jadi Pelaku Ekspo   ●   
  • Pemkab Bengkalis Dorong Kolaborasi Pemerintah, Baznas dan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Zakat   ●   
  • Kabupaten Rokan Hulu Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya, Bupati Anton: "Ini Investasi Keselamatan Rakyat"   ●   
  • Wabup Syamsurizal Tegaskan, Pejabat Siak Kerja Harus Maksimal dan Kejar PAD demi Kesejahteraan Rakya   ●   
  • LAMR Kecamatan Sungai Apit, Lakukan Seminar Prosesi Adat Tepuk Tepung Tawar Pengantin. .2026    ●   
Kelompok Ternak
Kelompok Ternak Sapi Desa Langsat Hulu, Raih Peringkat Terbaik Di Riau
Selasa 29 Mei 2018, 23:34 WIB
Kelompok ternak sapi Desa Langsat Hulu, Kecamatan Sentajo Raya,  Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) yang sudah berjalan sekitar 2 tahun mendapat apresiasi dari masyarakat, maupun pemerintah.
Langsat Hulu,  RIAUMADANI. com - Kelompok ternak sapi Desa Langsat Hulu, Kecamatan Sentajo Raya,  Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) yang sudah berjalan sekitar 2 tahun mendapat apresiasi dari masyarakat, maupun pemerintah.

Kepala Desa Langsat Hulu Yatino mengungkapkan, kelompok ternak yang berjumlah 15 orang telah mampu merawat dan mengelola Sapi dengan baik, hal ini dibuktikan dengan berhasilnya Kelompok ini mendapatkan penghargaan dari Dinas pertenakan Provinsi Riau

"Kita pada awalnya mendapat bantuan pada bulan Nopember 2016 sebanyak 22 ekor dan pada tahun 2017, Alhamdulillah berkat kerja keras teman-teman kelompok kita mendapatkan peringkat 2  penilaian oleh Dinas Pertenakan Provinsi, Pada tahun ini sudah saya jamin kelompok kita tidak ada lawan lagi, Baik itu disegi penilaian kesehatan, kegemukan, perawatan dan pengembangbiakan kita sudah unggul semua" ungkap Kepala Desa Langsat Hulu Yatino Kamis, (24/5/2018).

Yatino menceritan Bantuan sapi dari dana APBN ini dulunya pada bulan nopember cuma 22 ekor, dan pengelolaan yang baik, sapi sudah beranak pinak menjadi 41 ekor.

"Awalnya tu, wacananya kami akan dibantu 50 ekor sapi, saat itu saya pikir kalau 50 ekor saya akan buat pola bergulir, dengan membagi perdusun, tapi nyatanya kami cuma 22 ekor, makanya kita buat kelompok yang berjumlah 15 orang. Dan Alhamdulillah sapi berkembang biak dengan baik," ceritanya

Rahasia keberhasilan ini juga diungkap oleh Yatino,  dengan menggunakan teknologi, membuat makanan dengan diolah sendiri,  dan juga ilmu tentang pemahaman anggota kelompok sudah teruji.

"Yaa, saya tidak sembarangan memilih anggota, yang namanya kelompok harus seiya sekata, dapat kompak dan bekerja sama, kita menyepakati satu orang sehari membawa satu keranjang rumput, dan untuk makanan tambahan kita juga mendapat bantuan mesin untuk mengolah makanan sapi, seperti pelepah sawit, dedak, gula enau dipadukan menjadi makan khusus bagi sapi," ungkapnya.

Yatino menambahkan, keberberhasilan ini diawali dari keseriusan anggota kelompok, kelompok juga tidak segan-segan mengeluarkan uang untuk kesehatan sapi-sapinya.

"Kami juga mengeluarkan uang kemaren untuk membeli Pejantanya,  dengan harga 23 juta,  untuk mendapatkan uang tersebut atas kesepakatan bersama mengajukan pinjaman ke bank,  dan setelah cair kelompok mencicilnya dengan seratus ribu per orang.  Tidak hanya itu untuk pembelian solar mengiling makanan tentu juga menggunakan uang, ditambah lagi dengan beli gula Enau,  Solit,  Dedak  semua kita tanggulangi bersama, kalau dihitung-hitung untuk pengeluaran 2 juta kurang lah setiap bulannya," bebernya.

Selai itu yatino juga mengakui semua sistem pengeluaran pemasukan dan perkawinan sapi ada datanya.

"Semua pengeluaran dicatat oleh sekretaris dan juga ada data kapan saja sapi2 ini dikawinkan, jadi semuanya dikelola dengan profesional," tutup yatino   



Editor : Tis
Kategori : Kuansing
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top