Takjil yang Sehat dan Aman
Antisipasi Makanan Tak Sehat, DPRD Desak Instansi Terkait Segera Gelar Razia Takjil
Minggu 27 Mei 2018, 21:43 WIB
takjil yang banyak diminati oleh masyarakat
PELALAWAN. RIAUMADANI. com - Maraknya penjualan menu berbuka puasa (takjil) di hari ke 10 berpuasa bulan suci Ramdhan 1439 H/2018 M yang dijual oleh pedagang musiman, sangat dikhawatirkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan mengandung zat-zat berbahaya dan kadarluasa. Untuk itu, DPRD Pelalawan mendesak kepada instansi atau Dinas terkait dapat melakukan pengawasan, pemantauan serta razia untuk memastikan takjil tersebut bebas dari zat - zat berbahaya dan kadaluarsa.
" Kita sudah memasuki puasa yang ke 10, kalau saya lihat makin menjamur atau maraknya pedagang musiman yang berjualan takjil. Kita tidak tahu juga, barang yang dijual tersebut sudah steril atau sehat. Untuk itu, maka kita meminta kepada dinas terkait melakukan pengawasan, pemantauan dan razia guna memastikan makanan yang dijual sehat dan dapat dikomsumsi oleh masyarakat muslim untuk berbuka puasa," ujar Wakil Ketua Komisi II DPRD Pelalawan Baharuddin SH, Minggu (27/5) di Pangkalan Kerinci.
Sambung Baharuddin yang juga menjabat Ketua Fraksi Golkar ini, pihaknya mendesak instansi terkait melakukan razia, karena tidak ingin ada pihak - pihak yang curang menjual makanan yang kadaluarsa serta menjual makanan dengan menggunakan zat - zat berbahaya. Seperti rhodamin B, formalin, boraks ataupun zat - zat pewarna tekstil yang akan membahayakan kesehatan masyarakat sebagai pembeli.
" Untuk itu, maka sekali lagi kita meminta agar Dinas Koperasi Koperasi-UKM Perindagsar bersama Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan dapat segera menggelar razia takjil ini, sehingga tidak mengkhawatirkan masyarakat karena takjil tersebut memenuhi kriteria sehat. Dan bila perlu, dinas terkait juga dapat segera melakukan koordinasi dengan BPOM Riau untuk melakukan razia makanan dan minuman ini," sebutnya.
Lanjutnya, pada tahun-tahun sebelumnya, dalam razia yang digelar oleh instansi terkait, banyak ditemukan penjual makanan ringan yang menggunakan zat - zat pewarna tekstil. Maka dari itu, pihaknya tidak mau ada kecolongan lagi.
" Jadi, dengan kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini cendrung sulit, sementara kebutuhan ekonomi semakin banyak, maka tentunya tidak lagi menghiraukan dampak dari perbuatannya seperti mengejar keuntungan besar, namun tidak menghiraukan bahan kadaluarsa atau menggunakan zat - zat yang tidak layak konsumsi. Untuk itu, maka kita mendesak agar Diskop-UKM Perindagsar dan juga Dinas kesehatan dapat segera menggelar razia takjil tak sehat, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan terutama sekali para pembeli makanan," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM Perindag Pelalawan Drs Zuerman Das menambahkan, pihaknya bersama Diskes Pelalawan akan segera melakukan koordinasi kepada BPOM Riau untuk melaksanakan razia takjil ini. Pasalnya, masalah takjil ini merupakan kewenangan BPOM Riau.
" Jadi, kalau untuk razia takjil ini, merupakan kewenangan pihak BPOM Riau. Pasalnya, BPOM Riau memiliki alat untuk menguji sampel makanan dan minuman yang dijual pedagang sehat atau mengandung bahan berbahaya. Sedangkan kita dari Pemkab Pelalawan berperan untuk melakukan pengawasan serta melakukan pembinaan terhadap para pedagang agar tidak menjual makanan dan minuman yang tidak sehat khususnya yang telah kadaluarsa. Dan tentunya, jika dilapangan ditemukan bahan yang tidak sehat konsumsi dijual pedagang, maka kita akan memberikan sanksi tegas kepada pedagang nakal tersebut. Namun demikian, kita juga tentunya menghimbau agar masyarakat dapat teliti saat membeli santapan berbuka puasa (takjil,red). Seperti melihat kode produk dan juga masa berlakunya, serta makanan dan minuman dengan warna yang sangat mencolok. Dengan begitu, maka kita dapat terhindar dari makanan dan minuman yang tidak sehat, sehingga ibadah pusa dapat berjalan dengan lancar," pungkasnya. (mcr)
" Kita sudah memasuki puasa yang ke 10, kalau saya lihat makin menjamur atau maraknya pedagang musiman yang berjualan takjil. Kita tidak tahu juga, barang yang dijual tersebut sudah steril atau sehat. Untuk itu, maka kita meminta kepada dinas terkait melakukan pengawasan, pemantauan dan razia guna memastikan makanan yang dijual sehat dan dapat dikomsumsi oleh masyarakat muslim untuk berbuka puasa," ujar Wakil Ketua Komisi II DPRD Pelalawan Baharuddin SH, Minggu (27/5) di Pangkalan Kerinci.
Sambung Baharuddin yang juga menjabat Ketua Fraksi Golkar ini, pihaknya mendesak instansi terkait melakukan razia, karena tidak ingin ada pihak - pihak yang curang menjual makanan yang kadaluarsa serta menjual makanan dengan menggunakan zat - zat berbahaya. Seperti rhodamin B, formalin, boraks ataupun zat - zat pewarna tekstil yang akan membahayakan kesehatan masyarakat sebagai pembeli.
" Untuk itu, maka sekali lagi kita meminta agar Dinas Koperasi Koperasi-UKM Perindagsar bersama Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan dapat segera menggelar razia takjil ini, sehingga tidak mengkhawatirkan masyarakat karena takjil tersebut memenuhi kriteria sehat. Dan bila perlu, dinas terkait juga dapat segera melakukan koordinasi dengan BPOM Riau untuk melakukan razia makanan dan minuman ini," sebutnya.
Lanjutnya, pada tahun-tahun sebelumnya, dalam razia yang digelar oleh instansi terkait, banyak ditemukan penjual makanan ringan yang menggunakan zat - zat pewarna tekstil. Maka dari itu, pihaknya tidak mau ada kecolongan lagi.
" Jadi, dengan kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini cendrung sulit, sementara kebutuhan ekonomi semakin banyak, maka tentunya tidak lagi menghiraukan dampak dari perbuatannya seperti mengejar keuntungan besar, namun tidak menghiraukan bahan kadaluarsa atau menggunakan zat - zat yang tidak layak konsumsi. Untuk itu, maka kita mendesak agar Diskop-UKM Perindagsar dan juga Dinas kesehatan dapat segera menggelar razia takjil tak sehat, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan terutama sekali para pembeli makanan," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM Perindag Pelalawan Drs Zuerman Das menambahkan, pihaknya bersama Diskes Pelalawan akan segera melakukan koordinasi kepada BPOM Riau untuk melaksanakan razia takjil ini. Pasalnya, masalah takjil ini merupakan kewenangan BPOM Riau.
" Jadi, kalau untuk razia takjil ini, merupakan kewenangan pihak BPOM Riau. Pasalnya, BPOM Riau memiliki alat untuk menguji sampel makanan dan minuman yang dijual pedagang sehat atau mengandung bahan berbahaya. Sedangkan kita dari Pemkab Pelalawan berperan untuk melakukan pengawasan serta melakukan pembinaan terhadap para pedagang agar tidak menjual makanan dan minuman yang tidak sehat khususnya yang telah kadaluarsa. Dan tentunya, jika dilapangan ditemukan bahan yang tidak sehat konsumsi dijual pedagang, maka kita akan memberikan sanksi tegas kepada pedagang nakal tersebut. Namun demikian, kita juga tentunya menghimbau agar masyarakat dapat teliti saat membeli santapan berbuka puasa (takjil,red). Seperti melihat kode produk dan juga masa berlakunya, serta makanan dan minuman dengan warna yang sangat mencolok. Dengan begitu, maka kita dapat terhindar dari makanan dan minuman yang tidak sehat, sehingga ibadah pusa dapat berjalan dengan lancar," pungkasnya. (mcr)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Pelalawan |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan