KAMPA, RIAUMADANI.com - Sengketa lahan antara masyarakat Desa Pulau Birandang Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar dengan PT" />
Kamis, 29 Januari 2026

Breaking News

  • Dukung Pendidikan Usia Dini, Sabtu P Sinurat Ketua DPRD Inhu Sumbang TK Raudhatul Ulum Air Molek   ●   
  • Resmikan Kampung Nelayan, Wabup Bagus Berharap Nelayan Tangkap Peluang Jadi Pelaku Ekspo   ●   
  • Pemkab Bengkalis Dorong Kolaborasi Pemerintah, Baznas dan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Zakat   ●   
  • Kabupaten Rokan Hulu Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya, Bupati Anton: "Ini Investasi Keselamatan Rakyat"   ●   
  • Wabup Syamsurizal Tegaskan, Pejabat Siak Kerja Harus Maksimal dan Kejar PAD demi Kesejahteraan Rakya   ●   
PRESIDEN DAN KAPOLRI
Merasa Diresahkan Anggota Polisi Bersenjata, Masyarakat kirim Surat Terbuka Buat Presiden dan Kapolr
Kamis 24 Mei 2018, 03:24 WIB
Masyarakat Desa Pulau Birandang Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar Provinsi Riau saat melakukan aktifitas dan diawasi oknum aparat. (sumber photo warga Rahmad Yani)
KAMPA, RIAUMADANI.com - Sengketa lahan antara masyarakat Desa Pulau Birandang Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar dengan PT Surya Palma Sejahtera (SPS) yang sudah berlangsung lama hingga saat ini masih belum terselesaikan.

Permasalahan ini pernah di hearingkan di DPRD Kampar pada akhir 2017 dengan hasil Dewan mengeluarkan rekomendasi ke Pemkab Kampar untuk penyelesaian sengketa lahan ini, namun hingga saat ini belum ada langkah nyata dari Pemkab Kampar.

"Kehadiran beberapa orang oknum Kepolisian (Brimob) bersenjata laras panjang dan beberapa orang  bodyguard dari PT SPS di kawasan lahan yang disengketakan (100 Ha) satu bulan belakangan ini membuat masyarakat cemas serta ketakutan untuk memanen Sawit mereka," ujar Putra Petebe salah seorang warga Pulau Birandang, Rabu (23/5/2018).

Dikatakan Putra Petebe, saya mewakili masyarakat Desa Pulau Birandang telah mengirimkan Surat Terbuka kepada Presiden Joko Widodo dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian. Surat tersebut berisi permohonan perlindungan atas adanya oknum aparat yang dikerahkan oleh PT SPS, "jelasnya.

"Anggota Polisi dari Brimob ini menggunakan senjata laras panjang yang di dampingi pihak PT SPS, mereka ingin merampas tanah kebun kami" ungkap Putra Petebe

"Besar harapan kami dari Persatuan Masyarakat Desa Pulau Birandang untuk mendapatkan perlindungan dari bapak Presiden dan Kapolri" harap Putra.

Sementara itu M Rais (47) tokoh masyarakat Desa Pulau Birandang yang juga Petani yang memiliki kebun di lahan tersebut menyampaikan," kita sudah dua kali mengajukan untuk audiensi dengan Pemda Kampar namun hingga saat ini tak ada tanggapan," tutur Rais.

" Kami masyarakat berharap kepada Pemda Kampar agar bisa serius menyelesaikan permasalahan ini sebelum terjadi hal - hal yang tidak kita ingini dan masyarakat menjadi korban nantinya," tegasnya.

(and)



Editor : ANDRIANI
Kategori : Kampar
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top