Kamis, 4 Juni 2026

Breaking News

  • SF Hariyanto Jadi Saksi Sidang Perkara Dugaan Korupsi Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid    ●   
  • Profil Dadan Hindayana Mantan Kepala BGN yang Ditahan Kejagung   ●   
  • Profil Lodewyk Pusung, Sehari Setelah Dipecat Prabowo Sebagai Wakil Kepala BGN, Ditahan Kejagung   ●   
  • Profil Sony Sonjaya, Purnawirawan Polri Dicopot dari Wakil Kepala BGN, Ditahan Kejagung   ●   
  • Setelah Dipecat Prabowo Mantan Kepala BGN dan 2 Wakilnya Ditahan Kejagung   ●   
HARDIKNAS 2018
Plt Gubri: Mari Jadikan Hardiknas Sebagai Momentum Instropeksi Diri
Rabu 02 Mei 2018, 23:10 WIB
(Plt) Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim mengajak seluruh pelaku pendidikan dan kebudayaan menjadikan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri
PEKANBARU. RIAUMADANI. com - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim mengajak seluruh pelaku pendidikan dan kebudayaan menjadikan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri, berkenaan dengan upaya-upaya yang sudah dilakukan guna menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan.

Demikian kata Plt Gubri saat membacakan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Muhadjir Effendy dalam peringatan Hardiknas Tahun 2018 di halaman Kantor Gubernur Riau, Rabu (2/5/2018).

"Peringatan Hari Pendidikan Nasional kali ini juga kita jadikan momentum untuk melakukan muhasabah, mesu budi, atau refleksi terhadap usaha-usaha yang telah kita perjuangkan di bidang pendidikan. Dalam waktu yang bersamaan kita menerawang ke depan atau membuat proyeksi tentang pendidikan nasional yang kita cita-citakan," kata Wan Thamrin.

Ia juga mengatakan, pendidikan harus menyiapkan tenaga technocraft, tenaga terampil dan kreatif, yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap perubahan dunia kerja yang kian cepat dan memiliki kemampuan berpresisi tinggi untuk mengisi teknostruktur sesuai dengan kebutuhan.

"Karena itu, mau tidak mau dunia pendidikan dan kebudayaan pun harus terus-menerus menyesuaikan dengan dinamika tersebut. Cara lama tak mungkin lagi diterapkan untuk menanggapi tantangan eksternal," tegas mantan Bupati Rokan Hilir ini.

"Reformasi sekolah, peningkatan kapasitas, dan profesionalisme guru, kurikulum yang hidup dan dinamis, sarana dan prasarana yang andal, serta teknologi pembelajaran yang mutakhir, menjadi keniscayaan pendidikan kita," imbuhnya. (RLS)




Editor : Tis
Kategori : Pendidikan
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top