Konflik Sengketa Lahan
Saat memimpin mediasi sengketa lahan antara PT. Sumatera Agro Tunas
Utama (SATU) dengan Masyarakat Desa Muara Takus dan Koto Tuo yang
dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Bupati Kampar, Jumat (9/3)
Bupati Aziz Zaenal : “Mediasi Merupakan Awal Yang Baik Untuk Selesaikan Masalahâ€
Jumat 09 Maret 2018, 23:35 WIB
Saat memimpin mediasi sengketa lahan antara PT. Sumatera Agro Tunas
Utama (SATU) dengan Masyarakat Desa Muara Takus dan Koto Tuo yang
dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Bupati Kampar, Jumat (9/3)
BANGKINANG. RIAUMADANI. com - Satu persatu konflik sengketa lahan yang ada di Kabupaten Kampar sudah ditemukan jalan keluarnya setelah diawali dengan mediasi yang dilakukan oleh pemerintah terhadap kedua belah pihak yang bermasalah, karena sesungguhnya fungsi pemerintah adalah membela rakyatnya dan juga menjaga agar perusahaan yang ada tetap betah berinvestasi di Kabupaten Kampar, karena sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi kita yang nantinya bermuara pada kesejahteraan masyarakat.
Begitu dikatakan Bupati Kampar, Azis Zaenal, saat memimpin mediasi sengketa lahan antara PT. Sumatera Agro Tunas Utama (SATU) dengan Masyarakat Desa Muara Takus dan Koto Tuo yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Bupati Kampar, Jumat (9/3) yang juga dihadiri oleh Dandim 0313 KPR Letkol Inf. Beny Setiyanto dan Kepala OPD Perkebunan Bustan
Ditambahkan Azis, dalam menyelesaikan suatu persoalan, kita harus berkepala dingin dan tidak keluar dari jalur dan aturan yang telah ditetapkan, seperti yang terjadi antara Masayarakat Desa Koto Tuo dan Muara Takus yang mengklaim bahwa ada lahan yang diolah oleh PT. SATU merupakan milik mereka
"Untuk membuktikan kebenaran semua klaim tersebut, kita benar-benar harus merunut dari bawah, apa dasar masyarakat atau perusahaan mengklaim bahwa lahan tersebut milik mereka karena sesungguhnya pemerintah juga tidak sembarangan mengeluarkan izin untuk pengolahan lahan oleh perusahaan†kata Bupati
Azis menambahkan, untuk persoalan sengketa lahan kali ini, kita harus langsung melihat objek dengan langsung terjun ke lapangan, melakukan pengukuran dan pihak yang sama-sama mengklaim harus menunjukkan bukti -bukti kepemilikan tanah sebagaimana yang mereka klaim, agar nantinya semua menjadi jelas dan bisa kita pertanggung jawabkan
“Semuanya bisa kita selesaikan dengan baik-baik karena kita orang yang beradat , kita sudah lama merdeka tapi masyarakat kita masih banyak yang menderita, untuk itu mari kita bekerja sama, cari solusi yang terbaik demi kesejahteraan masyarakat kita.
“Intinya, kita harus mengukur lagi ke bawah, seminggu ke depan kita cek fisiknya dengan melibatkan Badan pertanahan dan disaksikan oleh Dinas terkait dan forkopimda, agar semua masalah bisa terselesaikan dan bisa dipertanggung jawabkan dengan sebaik-baiknya†ujar Azis
Sumber : Humas
Begitu dikatakan Bupati Kampar, Azis Zaenal, saat memimpin mediasi sengketa lahan antara PT. Sumatera Agro Tunas Utama (SATU) dengan Masyarakat Desa Muara Takus dan Koto Tuo yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Bupati Kampar, Jumat (9/3) yang juga dihadiri oleh Dandim 0313 KPR Letkol Inf. Beny Setiyanto dan Kepala OPD Perkebunan Bustan
Ditambahkan Azis, dalam menyelesaikan suatu persoalan, kita harus berkepala dingin dan tidak keluar dari jalur dan aturan yang telah ditetapkan, seperti yang terjadi antara Masayarakat Desa Koto Tuo dan Muara Takus yang mengklaim bahwa ada lahan yang diolah oleh PT. SATU merupakan milik mereka
"Untuk membuktikan kebenaran semua klaim tersebut, kita benar-benar harus merunut dari bawah, apa dasar masyarakat atau perusahaan mengklaim bahwa lahan tersebut milik mereka karena sesungguhnya pemerintah juga tidak sembarangan mengeluarkan izin untuk pengolahan lahan oleh perusahaan†kata Bupati
Azis menambahkan, untuk persoalan sengketa lahan kali ini, kita harus langsung melihat objek dengan langsung terjun ke lapangan, melakukan pengukuran dan pihak yang sama-sama mengklaim harus menunjukkan bukti -bukti kepemilikan tanah sebagaimana yang mereka klaim, agar nantinya semua menjadi jelas dan bisa kita pertanggung jawabkan
“Semuanya bisa kita selesaikan dengan baik-baik karena kita orang yang beradat , kita sudah lama merdeka tapi masyarakat kita masih banyak yang menderita, untuk itu mari kita bekerja sama, cari solusi yang terbaik demi kesejahteraan masyarakat kita.
“Intinya, kita harus mengukur lagi ke bawah, seminggu ke depan kita cek fisiknya dengan melibatkan Badan pertanahan dan disaksikan oleh Dinas terkait dan forkopimda, agar semua masalah bisa terselesaikan dan bisa dipertanggung jawabkan dengan sebaik-baiknya†ujar Azis
Sumber : Humas
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Kampar |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan