Sanggar Tari Leksamana
Pusat Latihan Sanggar Tari Laksamana
Sanggar Tari Laksemana Ikuti Event Kesenian Ke Malaysia Meskipun TidakAda Bantuan Pemerintah
Selasa 16 September 2014, 02:39 WIB
Pusat Latihan Sanggar Tari LaksamanaPEKANBARU. Riaumadani.com - Pusat Latihan Tari Laksemana sudah memastikan diri mengikuti event kesenian di negeri Malaysia. Meskipun dengan dana yang minim, sanggar tari yang berdiri sejak tahun 1984 tersebut akan menjadi perwakilan provinsi Riau [Indonesia] untuk perlombaan zapin antar bangsa. Sang koreografer yang ditemui kemarin malam saat latihan persiapan mengatakan secara tegas, bahwa keberangkatan mereka tidak ada bantuan dari pemerintah daerah.
Puncak event "Siri Jelajah Empayar Akar kita Zapin Nusantara 2014/2015" yang akan berlangsung tanggal 19 hingga 21 September,2014. secara nyata mengundang Laksemana sebagai peserta dari Provinsi Riau-Indonesia. Kegiatan yang bersempena dengan Hari Malaysia [Hari Jadi Malaysia] dan didukung oleh Kementerian Pelancongan dan Kebudayaan Malaysia Serta Kementerian Komunikasi dan Multimedia tersebut, akan diikuti Laksemana dengan membawa penari-penari seniornya.
"Kita bawa penari-penari senior. Mereka sepakat untuk mengikuti event ini, walaupun dana bantuan pemerintah tidak ada, mereka semangat untuk ikut," ungkap Iwan Irawan, koreografer Laksemana.
Iwan mengatakan bahwa para penari senior Laksemana memahami event kali ini merupakan event yang tidak boleh dilewatkan. Maka mereka berusaha untuk tetap berangkat membawa zapin Riau di event berskala ASEAN, meskipun harus mengandalkan uang pribadi untuk berangkat. Ketika disinggung tim yang saat ini sedang berada di Korea, seniman tari Riau ini pun membuka cerita.
"Disbudpar itu cuma jalan-jalan saja. Mana ada acara yang benar-benar event tari Internasional," ungkap Iwan.
Iwan menyebutkan bahwa kegiatan Disbudpar Riau ke luar negeri itu hanya menguntungkan travel saja. Sementara event yang benar-benar layak untuk dihadiri tidak ada. Ia katakan demikian sebab ia pernah kecewa ketika pada tahun lalu mengikuti kegiatan Disbudpar Riau ke Thailand. Tim tari yang ia persiapkan ternyata ditampilkan di acara pembukaan pameran produk.
"Disbudpar ke luar negeri itu bukan ada event. Tapi pihak travel yang menawarkan untuk berangkat ke luar negeri. Kemudian pihak travel mencari acara yang bisa diselipkan penampilan kesenian. Saya dan yang berangkat ke Thailand tahun lalu kan nampilnya di acara pameran produk. Kita disuruh tampil pas acara pembukaan pameran," jelas Iwan .
Pengalaman itulah yang membuatnya cukup mengetahui agenda keberangkatan Disbudpar Riau ke luar negeri. Bahkan keberangkatan Disbudpar Riau ke Jerman dan Korea yang menjadi pembicaraan hangat di kalangan seniman itu juga lebih kepada jalan-jalan saja.
"Ke Jerman itu jalan-jalan saja, bukan penelitian. Ke Korea juga begitu, tidak ada event tari di sana," tegas Iwan lagi.
Ia bisa mengungkapkan tidak adanya event yang dituju Disbudpar Riau yang kali ini sedang berada di Korea. Sebab data event seluruh dunia yang berkaitan dengan tari ia miliki daftarnya. Di samping itu, ia juga punya jaringan yang cukup luas untuk memberikan informasi akan adanya sebuah event di negara lain. Maka sangat mengecewakan sikap Disbudpar Riau yang lebih mementingkan jalan-jalan dengan dalih penelitian, promosi dan lainnya. Sementara keberangkatan Laksemana yang jelas-jelas membawa nama Riau tidak diperhatikan.
"Kita sudah malas mau mengeluh-ngeluh. Nggak ada hasilnya. Lebih baik kita berjuang saja dengan kemampuan yang ada," katanya.
Ditanya soal sanggar yang berangkat ke Korea, Iwan menanggapinya dengan rasa heran. Baginya, masih banyak sanggar yang jelas riwayatnya dan eksistensinya. Ia contohkan sanggar Dang Merdu yang bahkan lebih lama usia sanggarnya ketimbang Laksemana. Juga masih ada sanggar Sri Mersing dan masih banyak lagi. Namun demikian, ia berkesimpulan bahwa Disbudpar Riau tidak lain hanya ingin membuat kegiatan sendiri yang ia kerjakan sendiri.
"Kalau memang mau terbuka, kita sejak lama sudah memberi usulan-usulan dan pandangan. Tapi apa, tetap saja mereka sibuk dengan kegiatannya sendiri," kata budayawan Riau itu.**
Puncak event "Siri Jelajah Empayar Akar kita Zapin Nusantara 2014/2015" yang akan berlangsung tanggal 19 hingga 21 September,2014. secara nyata mengundang Laksemana sebagai peserta dari Provinsi Riau-Indonesia. Kegiatan yang bersempena dengan Hari Malaysia [Hari Jadi Malaysia] dan didukung oleh Kementerian Pelancongan dan Kebudayaan Malaysia Serta Kementerian Komunikasi dan Multimedia tersebut, akan diikuti Laksemana dengan membawa penari-penari seniornya.
"Kita bawa penari-penari senior. Mereka sepakat untuk mengikuti event ini, walaupun dana bantuan pemerintah tidak ada, mereka semangat untuk ikut," ungkap Iwan Irawan, koreografer Laksemana.
Iwan mengatakan bahwa para penari senior Laksemana memahami event kali ini merupakan event yang tidak boleh dilewatkan. Maka mereka berusaha untuk tetap berangkat membawa zapin Riau di event berskala ASEAN, meskipun harus mengandalkan uang pribadi untuk berangkat. Ketika disinggung tim yang saat ini sedang berada di Korea, seniman tari Riau ini pun membuka cerita.
"Disbudpar itu cuma jalan-jalan saja. Mana ada acara yang benar-benar event tari Internasional," ungkap Iwan.
Iwan menyebutkan bahwa kegiatan Disbudpar Riau ke luar negeri itu hanya menguntungkan travel saja. Sementara event yang benar-benar layak untuk dihadiri tidak ada. Ia katakan demikian sebab ia pernah kecewa ketika pada tahun lalu mengikuti kegiatan Disbudpar Riau ke Thailand. Tim tari yang ia persiapkan ternyata ditampilkan di acara pembukaan pameran produk.
"Disbudpar ke luar negeri itu bukan ada event. Tapi pihak travel yang menawarkan untuk berangkat ke luar negeri. Kemudian pihak travel mencari acara yang bisa diselipkan penampilan kesenian. Saya dan yang berangkat ke Thailand tahun lalu kan nampilnya di acara pameran produk. Kita disuruh tampil pas acara pembukaan pameran," jelas Iwan .
Pengalaman itulah yang membuatnya cukup mengetahui agenda keberangkatan Disbudpar Riau ke luar negeri. Bahkan keberangkatan Disbudpar Riau ke Jerman dan Korea yang menjadi pembicaraan hangat di kalangan seniman itu juga lebih kepada jalan-jalan saja.
"Ke Jerman itu jalan-jalan saja, bukan penelitian. Ke Korea juga begitu, tidak ada event tari di sana," tegas Iwan lagi.
Ia bisa mengungkapkan tidak adanya event yang dituju Disbudpar Riau yang kali ini sedang berada di Korea. Sebab data event seluruh dunia yang berkaitan dengan tari ia miliki daftarnya. Di samping itu, ia juga punya jaringan yang cukup luas untuk memberikan informasi akan adanya sebuah event di negara lain. Maka sangat mengecewakan sikap Disbudpar Riau yang lebih mementingkan jalan-jalan dengan dalih penelitian, promosi dan lainnya. Sementara keberangkatan Laksemana yang jelas-jelas membawa nama Riau tidak diperhatikan.
"Kita sudah malas mau mengeluh-ngeluh. Nggak ada hasilnya. Lebih baik kita berjuang saja dengan kemampuan yang ada," katanya.
Ditanya soal sanggar yang berangkat ke Korea, Iwan menanggapinya dengan rasa heran. Baginya, masih banyak sanggar yang jelas riwayatnya dan eksistensinya. Ia contohkan sanggar Dang Merdu yang bahkan lebih lama usia sanggarnya ketimbang Laksemana. Juga masih ada sanggar Sri Mersing dan masih banyak lagi. Namun demikian, ia berkesimpulan bahwa Disbudpar Riau tidak lain hanya ingin membuat kegiatan sendiri yang ia kerjakan sendiri.
"Kalau memang mau terbuka, kita sejak lama sudah memberi usulan-usulan dan pandangan. Tapi apa, tetap saja mereka sibuk dengan kegiatannya sendiri," kata budayawan Riau itu.**
| Editor | : | TIS-RK |
| Kategori | : | Pekanbaru |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 08 Februari 2026, 08:28 WIB
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Politik

Selasa 02 Juni 2026, 17:19 WIB
Wabup Bengkalis: Pancasila Bintang Penuntun Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Senin 01 Juni 2026
Memaknai Hari Lahir Pancasila, Merawat Persatuan di Tengah Keberagaman Riau
Senin 18 Mei 2026
Marjeni, SE.MM: Badan Pekerja Pelestarian Cagar Budaya Membantu Pemerintah Kabupaten Rohul Menginventarisir Semua Kawasan Cagar Budaya se-Rokan Hulu Beserta Statusnya
Senin 09 Maret 2026
Siti Aisyah Anggota DPR RI Komisi III Sosialisasi 4 Pilar di Skip Hulu, Rengat. Ajak Ustadz. Fitter Kumpala. 
Nasional

Rabu 03 Juni 2026, 20:11 WIB
Profil Dadan Hindayana Mantan Kepala BGN yang Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Dadan Hindayana Mantan Kepala BGN yang Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Lodewyk Pusung, Sehari Setelah Dipecat Prabowo Sebagai Wakil Kepala BGN, Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Sony Sonjaya, Purnawirawan Polri Dicopot dari Wakil Kepala BGN, Ditahan Kejagung
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Kamis 28 Mei 2026, 06:45 WIB
Kabur dari Rutan Pekanbaru, Tahanan Ini Ditangkap Warga di Dapur Kurban
Kamis 28 Mei 2026
Kabur dari Rutan Pekanbaru, Tahanan Ini Ditangkap Warga di Dapur Kurban
Selasa 26 Mei 2026
Salat Idul Adha 1447H Akan Digelar di 349 Titik di Pekanbaru dan Dua Titik Lokasi Utama
Rabu 20 Mei 2026
Ketua PP Pekanbaru Iwan Pansa Akui Terima Rp50 Juta dari Kadis PUPR-PKPP Riau