Kejahatan seksual Militer Australia
Poto int
Ratusan Anggota Militer Australia Tersangkut Kasus Kejahatan Seksual
Selasa 09 September 2014, 02:17 WIB
Poto intJAKARTA. Riaumadani. com - Sejumlah dokumen rahasia mengungkap bahwa ratusan anggota militer Australia telah terlibat dalam kasus kejahatan seksual dalam 5 tahun terakhir, beberapa di antaranya bahkan melibatkan anak-anak.
Dokumen-dokumen tersebut, yang didapat oleh salah satu surat kabar di Australia dan telah sampai ke redaksi ABC, mengindikasikan bahwa hampir 400 anggota militer telah teridentifikasi sebagai tersangka kejahatan seksual dan beberapa kejahatan serupa sejak tahun 2008.
Sejumlah data itu juga mengungkap bahwa hampir 70% tuduhan non-perkosaan telah dilakukan terhadap anak-anak, termasuk sejumlah insiden mendandani anak-anak itu dan distribusi materi pornografi.
Mayoritas anggota militer Australia yang teridentifikasi berasal dari Angkatan Darat, termasuk di dalamnya para personel non-tempur, prajurit dan tentara non-aktif.
Dipublikasikan dengan dasar hukum Kebebasan Informasi, data itu menunjukkan bahwa selama 2 tahun terakhir, 380 anggota militer telah diberhentikan dari tugasnya, dan lebih dari 80 anggota terhubung dengan tindakan tak senonoh dan pelanggaran hukum ini.
Lebih dari 330 kasus telah dilimpahkan ke kepolisian sipil sejak tahun 2008.
Lingkungan yang aman bagi pelaporan tindak kejahatan sangat penting
Komisioner Diskriminasi Seksual, Elizabeth Broderick, mengatakan, jumlah kasus yang dibawa ke otoritas sipil menandakan adanya kemajuan.
"Di satu sisi, saya cukup senang melihat adanya fakta bahwa mereka lebih cepat diserahkan ke polisi. Jumlah kejahatannya, saya tak terkejut. Faktanya, seperti yang saya tulis dalam laporan, adalah, pada tahun 2008 ada sekitar 87 kasus kejahatan seksual yang dilaporan, dan 74 kasus di tahun 2009," sebutnya.
Elizabeth mengungkapkan, sebuah lingkungan yang aman bagi pelaporan tindak kejahatan penting sekali untuk seseorang yang tengah menimbang pelaporan atas kasus pelecehan.
"Apa yang kita tahu adalah agar orang aman untuk berbicara, ada 3 kondisi yang harus dipenuhi. Pertama, saya harus percaya bahwa tak ada toleransi bagi tindak kejahatan seperti ini dalam organisasi.
Kedua, saya harus percaya bahwa hukuman akan dijatuhkan, dan saya sangat senang melihat ratusan orang telah dipecat dari militer Australia selama beberapa tahun terakhir ini, khususnya dari Angkatan Darat.
Dan ketiga, saya harus percaya bahwa saya tak akan dijadikan korban atau diasingkan karena melapor, dan sejujurnya saya pikir ada beberapa hal yang perlu dibereskan di sana karena menurut saya, banyak orang masih ketakutan untuk melapor," jelasnya.**
Dokumen-dokumen tersebut, yang didapat oleh salah satu surat kabar di Australia dan telah sampai ke redaksi ABC, mengindikasikan bahwa hampir 400 anggota militer telah teridentifikasi sebagai tersangka kejahatan seksual dan beberapa kejahatan serupa sejak tahun 2008.
Sejumlah data itu juga mengungkap bahwa hampir 70% tuduhan non-perkosaan telah dilakukan terhadap anak-anak, termasuk sejumlah insiden mendandani anak-anak itu dan distribusi materi pornografi.
Mayoritas anggota militer Australia yang teridentifikasi berasal dari Angkatan Darat, termasuk di dalamnya para personel non-tempur, prajurit dan tentara non-aktif.
Dipublikasikan dengan dasar hukum Kebebasan Informasi, data itu menunjukkan bahwa selama 2 tahun terakhir, 380 anggota militer telah diberhentikan dari tugasnya, dan lebih dari 80 anggota terhubung dengan tindakan tak senonoh dan pelanggaran hukum ini.
Lebih dari 330 kasus telah dilimpahkan ke kepolisian sipil sejak tahun 2008.
Lingkungan yang aman bagi pelaporan tindak kejahatan sangat penting
Komisioner Diskriminasi Seksual, Elizabeth Broderick, mengatakan, jumlah kasus yang dibawa ke otoritas sipil menandakan adanya kemajuan.
"Di satu sisi, saya cukup senang melihat adanya fakta bahwa mereka lebih cepat diserahkan ke polisi. Jumlah kejahatannya, saya tak terkejut. Faktanya, seperti yang saya tulis dalam laporan, adalah, pada tahun 2008 ada sekitar 87 kasus kejahatan seksual yang dilaporan, dan 74 kasus di tahun 2009," sebutnya.
Elizabeth mengungkapkan, sebuah lingkungan yang aman bagi pelaporan tindak kejahatan penting sekali untuk seseorang yang tengah menimbang pelaporan atas kasus pelecehan.
"Apa yang kita tahu adalah agar orang aman untuk berbicara, ada 3 kondisi yang harus dipenuhi. Pertama, saya harus percaya bahwa tak ada toleransi bagi tindak kejahatan seperti ini dalam organisasi.
Kedua, saya harus percaya bahwa hukuman akan dijatuhkan, dan saya sangat senang melihat ratusan orang telah dipecat dari militer Australia selama beberapa tahun terakhir ini, khususnya dari Angkatan Darat.
Dan ketiga, saya harus percaya bahwa saya tak akan dijadikan korban atau diasingkan karena melapor, dan sejujurnya saya pikir ada beberapa hal yang perlu dibereskan di sana karena menurut saya, banyak orang masih ketakutan untuk melapor," jelasnya.**
| Editor | : | RM/DN |
| Kategori | : | Internasional |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan