Rabu, 28 Januari 2026

Breaking News

  • Resmikan Kampung Nelayan, Wabup Bagus Berharap Nelayan Tangkap Peluang Jadi Pelaku Ekspo   ●   
  • Pemkab Bengkalis Dorong Kolaborasi Pemerintah, Baznas dan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Zakat   ●   
  • Kabupaten Rokan Hulu Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya, Bupati Anton: "Ini Investasi Keselamatan Rakyat"   ●   
  • Wabup Syamsurizal Tegaskan, Pejabat Siak Kerja Harus Maksimal dan Kejar PAD demi Kesejahteraan Rakya   ●   
  • LAMR Kecamatan Sungai Apit, Lakukan Seminar Prosesi Adat Tepuk Tepung Tawar Pengantin. .2026    ●   
PILKADA RIAU 2018
Partai Gerindra-PKB Resmikan Posko Pemenangan Riau Bangkit LE-Hardianto
Sabtu 20 Januari 2018, 23:15 WIB
Pasangan Cagub dan Cawagub Riau jaman Now LE-Hardianto saat orasi Politiknya saat meresmikan Posko Pemenangan Lukman Edy-Hardianto menjadi Gubernur Riau dan Wakil Gubernur Riau periode 2018-2023.
PEKANBARU. RIAUMADANI. com - Dihadiri ratusan simpatisan dan Relawan Koalisi Partai Gerindra-PKB, Sabtu sore (20/1/18), meresmikan Posko Pemenangan Lukman Edy-Hardianto menjadi Gubernur Riau dan Wakil Gubernur Riau periode 2018-2023.

Peresmian Posko Pemenangan yang diberi nama Posko Riau Bangkit untuk gubernur dan wakil gubernur zaman now ini dihadiri Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Gerindra Andre Rosiade, mantan Wakil Bupati Rokan Hulu (Rohul) yang juga pengurus DPW PKB Hafith Sukri serta 500-an simpatisan dan relawan LE-Hardianto.

Hafith Sukri dalam sambutannya menyatakan, majunya LE-Hardianto sebagai pasangan calon (paslon) prosesnya jika diibaratkan orang nikah adalah melalui kawin paksa. Tanpa proses pacaran lebih dahulu. LE tidak begitu kenal dengan Hardianto yang kini tercatat sebagai anggota DPRD Riau.

"Ini lebih baik. Dibandingkan lama pacaran, pas sudah nikah nanti akhirnya cerai," tuturnya.

Kandidat Gubernur Riau Lukman Edy dalam sambutannya menyatakan apa yang disampaikan Hafith Sukri tidak sepenuhnya benar. "Sebenarnya saya sudah lama kenal dengan Hardianto ini. Dulu saya pernah memimpin Forkom Hipemari. Pelanjut estafetnya adalah Hardianto," tuturnya.

LE menambahkan, kami tidak lagi korban "kawin paksa" tapi sudah saling "cinta". Pandangan politik demi kemajuan Riau LE-Hardianto sama.

Majunya LE dan Hardianto bukannya tanpa pengorbanan. Untuk maju sebagai Paslon di Pilkada Riau mereka harus mundur sebagai anggota legislatif. "Saya mundur sebagai anggota DPR RI sementara Hardianto juga mesti mundur sebagai anggota DPRD Riau," ucapnya.

"Yang cukup memprihatinkan, ada ribuan pegawai honorer tidak juga diangkat menjadi pegawai negeri tetap," tukas mantan Menteri Pemberdayaan Desa Tertinggal (PDT) ini.

Sementara itu cawagub Hardianto menyampaikan orasi Politiknya, "Keinginan mereka maju tidak lain untuk memperbaiki kondisi Riau yang saat ini terpuruk dari pertumbuhan ekonomi. Padahal sebelumnya pertumbuhan ekonomi Riau sempat di atas rata rata pertumbuhan ekonomi nasional. begitu juga dibidang kesehatan, pendidikan dan Perumahan layak huni kita masih jauh yang diharapkan, untuk itu kita harus bangkit," kata dia. (rtc/rls)




Editor : Tis
Kategori : Politik
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top