Dugaan Pelecehan Gubri Annas Maamun
Annas Maamun Gubernur Riau
Spanduk Kecaman Terhadap Gubri Annas Maamun Tukang Cabul, Bermunculan di Pekanbaru
Rabu 03 September 2014, 03:10 WIB
Annas Maamun Gubernur RiauPEKANBARU. Riaumadani.com - Kasus dugaan seksual Gubernur Riau Annas Maamun kini benar-benar
mencoreng marwah masyarakat dan Bumi Melayu Riau.Perbuatan bejat diduga
dilakukan kakek 75 tahun lebih yang disebut-sebut masyarakat banyak
sudah bau tanah itu terhadap banyak kaum Hawa, kini menjadi sorotan
keras bagi media lokal dan nasional.
Bahkan, ada juga media internasional yang mulai mempertanyakan seputar kasus pelecehan seksual Gubernur Riau Annas Maamun kepada awak redaksi politikriau.com di Jakarta. Pasalnya, wartawan media internasional ini sangat tertarik dengan gencarnya pemberitaan politikriau.com terkait prilaku seksual seorang gubernur berusia 75 tahun lebih seperti Anas Makmun.
Wartawan media internaional tersebut mencari informasi akurat setelah mencuatnya pengakuan dua orang wanita bernama Dwi Siswati [mantan istri Ketua DPRD Dumai, red] dan Wide Wirawaty, putri dari Soemardi Taher, yang cukup dikenal masyarakat luas sebagai tokoh pendidikan Riau dan mantan Anggota DPD Riau
Kasus amoral Gubernur Riau Annas Maamun semakin dikuatkan dengan adanya pengakuan blak-blakan Sulastri, seorang ibu dan juga telah berumur, terkait kejahatan seks Anas Makmun atas dirinya di Youtube yang sampai saat ini telah ditonton oleh ratusan ribu orang dari segala penjuru dunia.
Marwah rakyat dan Bumi Melayu Riau pun tercoreng sudah. Pasalnya, kedua orang wanita korban pelecehan seks yang diduga keras dilakukan oleh mantan Ketua DPRD Bengkalis, mantan Ketua DPRD Rokan Hilir dan mantan Bupati Rokan Hilir selama dua periode itu, pekan lalu melapor ke Bareskrim Polri pada 27 Agustus 2014 dengan laporan polisi Nomor LP/797/VIII/2014/Bareskrim dengan terlapor Gubernur Riau Annas Maamun.
Dwi Siswati dan Wide Wirawaty telah pula dimintai keterangannya oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri. Dan, kepada wartawan, kedua korban perbuatan bejat Gubernur Riau Anas Makmun dibeberkan secara mendetail.
Peristiwa yang membuat geleng-geleng kepala sekaligus sumpah serapah masyarakat Riau khususnya dan publik nasional umumnya kepada Gubernur Riau selaku pemimpin alias Imam bagi rakyat di Bumi Melayu Riau, malah terjadi di rumah pribadi Anas Makmun sendiri di Jalan Belimbing No. 18 Pekanbaru.
Oleh karenanya, maka tak heran jika beberapa warga masyarakat disekitaran rumah Latifah Hanum, sang istri Gubernur Riau, terperanjat dan tidak menyangka jika rumah tersebut dijadikan Anas Makmun tak obahnya seperti rumah tempat maksiat.
Memang, sejauh ini pengakuan Dwi Siswati maupun Wide wirawaty tidak ada menyebutkan kalau mereka disetubuhi Gubernur Riau Anas Makmun. Tapi, lebih parah lagi, prilaku seks kakek yang memiliki anak sebanyak 10 orang dan kini menjadi 'raja' pada dinas-dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi [Pemprov] Riau, ternyata sangat menjijikkan.Kasus amoral Anas Makmun tidak hanya bergulir ditengah-tengah masyarakat umum saja, namun juga menjadi sorotan bagi kalangan Pegawai Negeri Sipil [PNS] di seluruh lingkungan Pemprov Riau.
Tersebar luasnya berita di media massa terkait kasus dugaan sejumlah wanita menjadi korban pencabulan Gubri Annas Maamun, mulai menuai protes dari masyarakat Riau. Pagi ini, Rabu [3/9/2014] di Pekanbaru muncul sejumlah spanduk bertuliskan kecaman terhadap prilaku menyimpang pemimpin Riau yang merupakan gubernur tertua di Indonesia tersebut.
"Entah siapa yang memasang. Spanduk kecaman terhadap Annas Maamun terdapat di jembatan penyeberangan orang [JPO] depan Mal SKA, Jalan Seokarno Hatta bertuliskan, "Tanda Melayu tak Jati: Gubri Tukang Cabuli."
Spanduk sepanjang sekitar lima meter tersebut menggunakan penanggung jawab bertitel "WARIAH" alias Warga Riau Peduli Marwah.
Selain di JPO depan Mal SKA, spanduk serupa juga dipasang di dinding jalan layang simpang Jalan Tuanku Tambusai dan Jalan Jendral Sudirman. Warna kain dan pemiliknya sama, hanya tulisannya berbeda. Di lokasi tersebut tertulis kalimat, "Riau Darurat Gubernur Cabul!".
Tidak hanya di dua lokasi itu saja, lokasi lain juga terdapat spanduk kecaman adalah JPO Jalan HR Sobrantas, depan simpang Tabek Gadang, JPO Jalan Jendral Sudirman dekat RS Awal Bros dan jalan layang simpang Jalan Imam Munandar dan Jalan Jendral Sudirman.
Namun, usia spanduk tersebut di atas sepertinya tak lama. Seperti di Jalan Layang simpang Harapan Raya sudah hilang dan hanya sempat terpampang beberapa jam. Belum ada penjelasan siapa WARIAH dan apa tujuannya menyebar spanduk kecaman terhadap Gubri Annas yang diduga mencabuli sejumlah wanita.**
Bahkan, ada juga media internasional yang mulai mempertanyakan seputar kasus pelecehan seksual Gubernur Riau Annas Maamun kepada awak redaksi politikriau.com di Jakarta. Pasalnya, wartawan media internasional ini sangat tertarik dengan gencarnya pemberitaan politikriau.com terkait prilaku seksual seorang gubernur berusia 75 tahun lebih seperti Anas Makmun.
Wartawan media internaional tersebut mencari informasi akurat setelah mencuatnya pengakuan dua orang wanita bernama Dwi Siswati [mantan istri Ketua DPRD Dumai, red] dan Wide Wirawaty, putri dari Soemardi Taher, yang cukup dikenal masyarakat luas sebagai tokoh pendidikan Riau dan mantan Anggota DPD Riau
Kasus amoral Gubernur Riau Annas Maamun semakin dikuatkan dengan adanya pengakuan blak-blakan Sulastri, seorang ibu dan juga telah berumur, terkait kejahatan seks Anas Makmun atas dirinya di Youtube yang sampai saat ini telah ditonton oleh ratusan ribu orang dari segala penjuru dunia.
Marwah rakyat dan Bumi Melayu Riau pun tercoreng sudah. Pasalnya, kedua orang wanita korban pelecehan seks yang diduga keras dilakukan oleh mantan Ketua DPRD Bengkalis, mantan Ketua DPRD Rokan Hilir dan mantan Bupati Rokan Hilir selama dua periode itu, pekan lalu melapor ke Bareskrim Polri pada 27 Agustus 2014 dengan laporan polisi Nomor LP/797/VIII/2014/Bareskrim dengan terlapor Gubernur Riau Annas Maamun.
Dwi Siswati dan Wide Wirawaty telah pula dimintai keterangannya oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri. Dan, kepada wartawan, kedua korban perbuatan bejat Gubernur Riau Anas Makmun dibeberkan secara mendetail.
Peristiwa yang membuat geleng-geleng kepala sekaligus sumpah serapah masyarakat Riau khususnya dan publik nasional umumnya kepada Gubernur Riau selaku pemimpin alias Imam bagi rakyat di Bumi Melayu Riau, malah terjadi di rumah pribadi Anas Makmun sendiri di Jalan Belimbing No. 18 Pekanbaru.
Oleh karenanya, maka tak heran jika beberapa warga masyarakat disekitaran rumah Latifah Hanum, sang istri Gubernur Riau, terperanjat dan tidak menyangka jika rumah tersebut dijadikan Anas Makmun tak obahnya seperti rumah tempat maksiat.
Memang, sejauh ini pengakuan Dwi Siswati maupun Wide wirawaty tidak ada menyebutkan kalau mereka disetubuhi Gubernur Riau Anas Makmun. Tapi, lebih parah lagi, prilaku seks kakek yang memiliki anak sebanyak 10 orang dan kini menjadi 'raja' pada dinas-dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi [Pemprov] Riau, ternyata sangat menjijikkan.Kasus amoral Anas Makmun tidak hanya bergulir ditengah-tengah masyarakat umum saja, namun juga menjadi sorotan bagi kalangan Pegawai Negeri Sipil [PNS] di seluruh lingkungan Pemprov Riau.
Tersebar luasnya berita di media massa terkait kasus dugaan sejumlah wanita menjadi korban pencabulan Gubri Annas Maamun, mulai menuai protes dari masyarakat Riau. Pagi ini, Rabu [3/9/2014] di Pekanbaru muncul sejumlah spanduk bertuliskan kecaman terhadap prilaku menyimpang pemimpin Riau yang merupakan gubernur tertua di Indonesia tersebut.
"Entah siapa yang memasang. Spanduk kecaman terhadap Annas Maamun terdapat di jembatan penyeberangan orang [JPO] depan Mal SKA, Jalan Seokarno Hatta bertuliskan, "Tanda Melayu tak Jati: Gubri Tukang Cabuli."
Spanduk sepanjang sekitar lima meter tersebut menggunakan penanggung jawab bertitel "WARIAH" alias Warga Riau Peduli Marwah.
Selain di JPO depan Mal SKA, spanduk serupa juga dipasang di dinding jalan layang simpang Jalan Tuanku Tambusai dan Jalan Jendral Sudirman. Warna kain dan pemiliknya sama, hanya tulisannya berbeda. Di lokasi tersebut tertulis kalimat, "Riau Darurat Gubernur Cabul!".
Tidak hanya di dua lokasi itu saja, lokasi lain juga terdapat spanduk kecaman adalah JPO Jalan HR Sobrantas, depan simpang Tabek Gadang, JPO Jalan Jendral Sudirman dekat RS Awal Bros dan jalan layang simpang Jalan Imam Munandar dan Jalan Jendral Sudirman.
Namun, usia spanduk tersebut di atas sepertinya tak lama. Seperti di Jalan Layang simpang Harapan Raya sudah hilang dan hanya sempat terpampang beberapa jam. Belum ada penjelasan siapa WARIAH dan apa tujuannya menyebar spanduk kecaman terhadap Gubri Annas yang diduga mencabuli sejumlah wanita.**
| Editor | : | TIS/PR/RT |
| Kategori | : | Pekanbaru |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham