Rabu, 28 Januari 2026

Breaking News

  • Resmikan Kampung Nelayan, Wabup Bagus Berharap Nelayan Tangkap Peluang Jadi Pelaku Ekspo   ●   
  • Pemkab Bengkalis Dorong Kolaborasi Pemerintah, Baznas dan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Zakat   ●   
  • Kabupaten Rokan Hulu Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya, Bupati Anton: "Ini Investasi Keselamatan Rakyat"   ●   
  • Wabup Syamsurizal Tegaskan, Pejabat Siak Kerja Harus Maksimal dan Kejar PAD demi Kesejahteraan Rakya   ●   
  • LAMR Kecamatan Sungai Apit, Lakukan Seminar Prosesi Adat Tepuk Tepung Tawar Pengantin. .2026    ●   
Ekonomi
Pada November 2017 Provinsi Riau Terjadi Inflasi Sebesar 0,38 Persen,
Selasa 05 Desember 2017, 23:04 WIB
Kepala BPS Riau Ir Aden Gultom
PEKANBARU. RIAUMADANI. com - Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusar Statistik (BPS) Provinsi Riau di Kota Pekanbaru, Dumai dan Tembilahan, pada November 2017 di Riau terjadi inflasi sebesar 0,38 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 132,27 pada Oktober 2017 menjadi 132,77 pada November 2017. Tingkat Inflasi Tahun Kalender sebesar 3,69 persen, sedangkan Tingkat Inflasi Tahun ke Tahun / Year on Yearsebesar 3,92 persen.

Kepala BPS Riau Ir Aden Gultom Senin (4/12/2017) menjelaskan, Inflasi Riau pada bulan November 2017 sebesar 0,38 terjadi karena adanya kenaikan indeks harga konsumen pada semua kelompok pengeluaran, dengan inflasi tertinggi pada kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 0,66 persen dengan andil sebesar 0,16 persen.

"Komoditas utama yang mengalami inflasi dan memberikan andil terbesar pada kelompok ini adalah cabai merah, beras, bawang merah, bayam, apel, cumi-cumi, dan lain sebagainya," jelas Aden.

Berikutnya dijelaskan Aden adalah kelompok kesehatan sebesar 0,64 persen dengan andil sebesar 0,03 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,37 persen dengan andil sebesar 0,08 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,35 persen dengan andil sebesar 0,07 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,20 persen dengan andil sebesar 0,03 persen.

"Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,11 persen dengan andil sebesar 0,01 persen, dan kelompok sandang sebesar 0,08 persen dengan andil sebesar 0,005 persen," lanjutnya.

Aden menambahkan, terdapat 23 kota di Sumatera yang menghitung Indeks Harga Konsumen dengan tahun dasar 2012=100. Pada bulan November 2017, semua kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar 1,11 persen, diikuti oleh Meulaboh sebesar 0,88 persen, dan Jambi sebesar 0,83 persen, serta inflasi terendah terjadi di Kota Tanjung Pinang sebesar 0,04 persen.

Dari 10 ibukota Provinsi di Sumatera, inflasi tertinggi terjadi di Jambi, Padang, dan Medan. Berdasarkan urutan inflasi kota-kota di Sumatera, kota-kota di Provinsi Riau berturut-turut, Dumai berada pada urutan ke-6, Tembilahan urutan ke-7, dan Pekanbaru urutan ke-12.

Dari 82 kota IHK di Indonesia, 68 kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Singaraja sebesar 1,80 persen, diikuti Sibolga sebesar 1,11 persen, dan Meulaboh sebesar 0,88 persen, dan inflasi terendah terjadi di Kota Bekasi dan Palopo masing-masing sebesar 0,02 persen.

"Deflasi terjadi di 14 kota, dengan deflasi tertinggi di Kota Tual sebesar 2,74 persen, Ternate sebesar 1,06 persen, dan Kota Ambon sebesar 0,59 persen. Berdasarkan urutan inflasi dari 82 kota di Indonesia, Dumai berada pada  urutan ke-9, Tembilahan urutan yang ke-11, dan Pekanbaru urutan ke-27," ungkapnya. (rls)




Editor : Tis.
Kategori : Ekonomi
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top