ASPEMO Roadshow Sumatera
Iskandar Sitorus Ketua Umum Aspemo [Pemilik Media Online]
Asosiasi Pemilik Media Online (ASPEMO) Desak Dewan Pers Perbaiki Sikap
Minggu 03 Desember 2017, 23:08 WIB
Iskandar Sitorus Ketua Umum Aspemo [Pemilik Media Online]
JAKARTA. RIAUMADANI. com – Setelah Kota Batam lalu Kabupaten Karimun di provinsi Kepulauan Riau sampai Medan di Sumatera Utara, sekarang Iskandar Sitorus Ketua Umum Aspemo kembali beri kritik segar kepada Dewan Pers (DP) di Pekanbaru Riau belum lama ini.
Dia ingatkan agar Dewan Pers tidak menabur apalagi sampai memupuk sesuatu pernyataan terlebih kegiatan yang cenderung bisa mengarah pada penciptaan suasana perpecahan didalam masyarakat pers.
DP harus segera meralat seluruh pernyataannya terkait apa yang mereka namakan akan memverifikasi perusahaan atau media pers. Ini membuat banyak penolakan terhadap pers diberbagai wilayah Indonesia. Mereka tahu atau tidak tentang ril yang dihadapi Teman-teman pers di daerah?
“Mereka (Dewan Pers) tidak punya kewenangan untuk verifikasi namun pernyataan mereka jadi mengganggu pers khususnya online diberbagai daerahâ€, Kata Iskandar.
DP jangan jadi memposisikan diri sebagai racun pembunuh padahal seharusnya jadi pupuk pemberi kehidupan bagi dunia pers.
Realita pers Indonesia, harus dipupuk sesuai jaminan perundangan. Biar menjadi lebih baik. Bukan malah dimusuhi hanya karena DP menggunakan ukuran yang tidak berdasar perundangan. Ukuran yang tidak berdasar itu meresahkan.
Kami melihat DP sudah mulai dianggap menjadi seperti virus mematikan bagi pers Indonesia. Khususnya bagi teman-teman online di daerah.
Dari pada anggapan buruk itu terus berkembang, kami sarankan DP kembali saja ke posisi sesuai perintah UU Pers.
Mereka harus kukuh melaksanakan dengan baik dan benar terkait Bab V pasal 15 ayat 2 butir f UU nomor 40 tahun 1999 tentang Pers yakni upaya mendata perusahaan pers.
UU Pers yang hanya 21 pasal dan berusia 8 tahun itu sebaiknya ditanggung-jawabi DP agar segera diuraikan secara rinci sehingga mudah dijadikan sebagai pedoman teknis. Jangan jadi DP menafsir dengan sesuka- nya.
Sembari Dewan Pers punya hajat untuk mendata perusahaan pers, kami meminta agar mereka segera melakukan perintah UU Pers yakni terkait memfasilitasi organisasi-organisasi pers dalam menyusun peraturan-peraturan dibidang pers.
Kami bersedia untuk membantu DP menyusun perintah UU Pers.
Karena peraturan turunan UU Pers masih kosong, tidak ada Peraturan Pemerintah sampai keputusan Menteri. Ini sangat memalukan disaat masyarakat di bidang lain sudah mendekati sempurna.
Jangan malah mereka melakukan penyimpangan dengan sistemik seperti menyatakan akan memverifikasi perusahaan pers. Ini menyimpang jauh dari UU Pers. Mereka hanya bisa mendata sesuai perintah UU Pers.
Sebab, dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI) definisi mendata adalah mengambil atau meminta keterangan yang benar dan nyata. Atau melakukan pendataan.
Itu berbeda dengan definisi verifikasi, yakni meneliti dan menentukan kebenaran suatu laporan.
Mereka tidak punya fungsi untuk menentukan verifikasi itu. Jangan mengelabui publik.
DPR RI harus mencermati perilaku mereka itu.
Jadi Dewan Pers harus patuh hukum agar kebijakannya dipatuhi masyarakat pers.
Jadi para pemilik media tidak akan melawan mereka ketika mereka terlihat nyata melawan UU Pers.
Kami ingatkan itu sebagai masukan dari sesama insan pers. Ini model kami menegakkan patuh UU.
Kami akan terus mendengungkan hal ini, tutup Iskandar Sitorus. (Tis/RED/KP)
Dia ingatkan agar Dewan Pers tidak menabur apalagi sampai memupuk sesuatu pernyataan terlebih kegiatan yang cenderung bisa mengarah pada penciptaan suasana perpecahan didalam masyarakat pers.
DP harus segera meralat seluruh pernyataannya terkait apa yang mereka namakan akan memverifikasi perusahaan atau media pers. Ini membuat banyak penolakan terhadap pers diberbagai wilayah Indonesia. Mereka tahu atau tidak tentang ril yang dihadapi Teman-teman pers di daerah?
“Mereka (Dewan Pers) tidak punya kewenangan untuk verifikasi namun pernyataan mereka jadi mengganggu pers khususnya online diberbagai daerahâ€, Kata Iskandar.
DP jangan jadi memposisikan diri sebagai racun pembunuh padahal seharusnya jadi pupuk pemberi kehidupan bagi dunia pers.
Realita pers Indonesia, harus dipupuk sesuai jaminan perundangan. Biar menjadi lebih baik. Bukan malah dimusuhi hanya karena DP menggunakan ukuran yang tidak berdasar perundangan. Ukuran yang tidak berdasar itu meresahkan.
Kami melihat DP sudah mulai dianggap menjadi seperti virus mematikan bagi pers Indonesia. Khususnya bagi teman-teman online di daerah.
Dari pada anggapan buruk itu terus berkembang, kami sarankan DP kembali saja ke posisi sesuai perintah UU Pers.
Mereka harus kukuh melaksanakan dengan baik dan benar terkait Bab V pasal 15 ayat 2 butir f UU nomor 40 tahun 1999 tentang Pers yakni upaya mendata perusahaan pers.
UU Pers yang hanya 21 pasal dan berusia 8 tahun itu sebaiknya ditanggung-jawabi DP agar segera diuraikan secara rinci sehingga mudah dijadikan sebagai pedoman teknis. Jangan jadi DP menafsir dengan sesuka- nya.
Sembari Dewan Pers punya hajat untuk mendata perusahaan pers, kami meminta agar mereka segera melakukan perintah UU Pers yakni terkait memfasilitasi organisasi-organisasi pers dalam menyusun peraturan-peraturan dibidang pers.
Kami bersedia untuk membantu DP menyusun perintah UU Pers.
Karena peraturan turunan UU Pers masih kosong, tidak ada Peraturan Pemerintah sampai keputusan Menteri. Ini sangat memalukan disaat masyarakat di bidang lain sudah mendekati sempurna.
Jangan malah mereka melakukan penyimpangan dengan sistemik seperti menyatakan akan memverifikasi perusahaan pers. Ini menyimpang jauh dari UU Pers. Mereka hanya bisa mendata sesuai perintah UU Pers.
Sebab, dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI) definisi mendata adalah mengambil atau meminta keterangan yang benar dan nyata. Atau melakukan pendataan.
Itu berbeda dengan definisi verifikasi, yakni meneliti dan menentukan kebenaran suatu laporan.
Mereka tidak punya fungsi untuk menentukan verifikasi itu. Jangan mengelabui publik.
DPR RI harus mencermati perilaku mereka itu.
Jadi Dewan Pers harus patuh hukum agar kebijakannya dipatuhi masyarakat pers.
Jadi para pemilik media tidak akan melawan mereka ketika mereka terlihat nyata melawan UU Pers.
Kami ingatkan itu sebagai masukan dari sesama insan pers. Ini model kami menegakkan patuh UU.
Kami akan terus mendengungkan hal ini, tutup Iskandar Sitorus. (Tis/RED/KP)
| Editor | : | Tis-RLS |
| Kategori | : | Nasional |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 08 Februari 2026, 08:28 WIB
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Politik

Selasa 02 Juni 2026, 17:19 WIB
Wabup Bengkalis: Pancasila Bintang Penuntun Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Senin 01 Juni 2026
Memaknai Hari Lahir Pancasila, Merawat Persatuan di Tengah Keberagaman Riau
Senin 18 Mei 2026
Marjeni, SE.MM: Badan Pekerja Pelestarian Cagar Budaya Membantu Pemerintah Kabupaten Rohul Menginventarisir Semua Kawasan Cagar Budaya se-Rokan Hulu Beserta Statusnya
Senin 09 Maret 2026
Siti Aisyah Anggota DPR RI Komisi III Sosialisasi 4 Pilar di Skip Hulu, Rengat. Ajak Ustadz. Fitter Kumpala. 
Nasional

Rabu 03 Juni 2026, 20:11 WIB
Profil Dadan Hindayana Mantan Kepala BGN yang Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Dadan Hindayana Mantan Kepala BGN yang Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Lodewyk Pusung, Sehari Setelah Dipecat Prabowo Sebagai Wakil Kepala BGN, Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Sony Sonjaya, Purnawirawan Polri Dicopot dari Wakil Kepala BGN, Ditahan Kejagung
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Kamis 28 Mei 2026, 06:45 WIB
Kabur dari Rutan Pekanbaru, Tahanan Ini Ditangkap Warga di Dapur Kurban
Kamis 28 Mei 2026
Kabur dari Rutan Pekanbaru, Tahanan Ini Ditangkap Warga di Dapur Kurban
Selasa 26 Mei 2026
Salat Idul Adha 1447H Akan Digelar di 349 Titik di Pekanbaru dan Dua Titik Lokasi Utama
Rabu 20 Mei 2026
Ketua PP Pekanbaru Iwan Pansa Akui Terima Rp50 Juta dari Kadis PUPR-PKPP Riau