Selasa, 21 Juli 2026

Breaking News

  • DPD Waktu Indonesia Bangkit (WIB) Kabupaten Bengkalis Resmi Terbentuk   ●   
  • Arifudin Ahalik, "Jaga Aset Negara, FPAN Surati Dinas Perhubungan Provinsi Riau"   ●   
  • Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat   ●   
  • SMA N. 01.Sungai Apit Beri Penghargaan Kepada Dua Orang Siswanya yang Lolos mengikuti Paskibraka.  ini Harapan Kepsek   ●   
  • Usai Dugaan Gudang Solar Subsidi Terungkap, Pria Bernama Kasno Datangi Awak Media   ●   
Utang Indonesia
Utang Luar Negeri Indonesia Naik 4,5 Persen
Sabtu 18 November 2017, 23:20 WIB
Utang luar negeri Indonesia selama kuartal III 2017 naik 4,5 persen (year on year/yoy) dibandingkan periode sama 2016
JAKARTA, RIAUMADANI. com  - Utang luar negeri Indonesia selama kuartal III 2017 naik 4,5 persen (year on year/yoy) dibandingkan periode sama 2016 atau menjadi sebesar 343,1 miliar dolar AS karena pertumbuhan utang publik, atau utang pemerintah dan bank sentral, yang naik 8,5 persen.
 
Utang swasta juga kembali meningkat, sebesar 0,6 persen (yoy) dengan sektor penarik hutang terbesar yakni di sektor keuangan, industri pengolahan, listrik, gas dan air bersih (LGA), dan pertambangan dengan porsi 77 persen, menurut Statistik Utang Luar Negeri yang diumumkan Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Jumat (17/11/2017)
 
Dengan begitu, hutang publik di kuartal III ini sebesar 175,9 miliar dolar AS dan hutang swasta sebesar 167,2 miliar dolar AS.
 
"Pertumbuhan ULN ini juga sejalan dengan kebutuhan pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur," tulis BI dalam laporannya.
 
Sedangkan, berdasarkan jangka waktu ULN berjangka panjang sebesar 86,2 persen dari total ULN dan pada akhir triwulan III 2017 yang tumbuh 3,4 persen (yoy). Angka itu menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 1,5 persen (yoy).
 
Adapun ULN berjangka pendek tumbuh 11,6 persen (yoy) menjadi 44, lebih tinggi dibandingkan dengan akhir triwulan sebelumnya sebesar 10,5 persen (yoy).
 
Bank Sentral memandang pergerakkan ULN pada triwulan III 2017 masih terjaga. Rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir kuartal III 2017 sebesar 34 persen. Rasio itu menurun jika dibandingkan dengan triwulan III 2016 yang sebesar 36 persen. Selain itu, rasio hutang jangka pendek terhadap total ULN juga relatif stabil di kisaran 13 persen.
 
"Kedua rasio ULN tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata negara dengan kekuatan ekonomi yang sama (peers)," tulis BI. (IND/*).




Editor : Tis.
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top