Operasi Zebra 2017
Direktorat Lalu Lintas Polda Riau merilis hasil Operasi
Zebra Siak 2017 selama 12 hari dan perbandingan kasus pelanggaran lalu
lintas, Senin (13/11/2017).
Memasuki Hari Akhir Operasi Zebra 2017, Polda Riau Tindak 10.463 Pelanggar Lalulintas
Senin 13 November 2017, 23:19 WIB
Direktorat Lalu Lintas Polda Riau merilis hasil Operasi
Zebra Siak 2017 selama 12 hari dan perbandingan kasus pelanggaran lalu
lintas, Senin (13/11/2017).
PEKANBARU . RIAUMADANI. com - Direktorat Lalu Lintas Polda Riau merilis hasil Operasi Zebra Siak 2017 selama 12 hari dan perbandingan kasus pelanggaran lalu lintas, Senin (13/11/2017).
Data yang dirangkum dari Bidang Humas Polda Riau, angka pelanggaran selama 12 hari dibandingakan dengan tahun lalu ternyata meningkat.
Berikut data dan fakta pelanggaran lalu lintas Operasi Zebra Siak 2017 selama 12 hari:
A. Pelanggaran lalu lintas
1. Tilang Ops Zebra Siak tahun 2016 sebanyak 5.370 kasus, sedangkan untuk Ops Zebra Siak tahun 2017 pelanggaran tilang sebanyak 10.463 kasus. Artinya ada peningkatan pelanggaran sebanyak 5.093 kasus atau naik 95 persen.
2. Teguran Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 2.469 kasus, sedangkan untuk Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 1.188 kasus. Terjadai penurunan trend sebesar 1.281 (52 persen).
Jumlah pelanggaran tilang dan teguran Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 7.839, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 11.651. Trend naik 3.812 atau 49 persen.
B. Perbandingan kendaraan yang terlibat pelanggaran lalu lintas
1. Sepeda motor, Ops Zebra Siak tahun 2016 sebanyak 3.996, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 7.760. Trend naik 3.764 atau 94 persen.
2. Mobil penumpang, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 406, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 1.166. Trend naik 76 atau 187 persen.
3. Mobil Bus, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 54, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 86. Trend naik 32 atau 59 persen.
4. Mobil barang, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 898, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 1.448. Trend naik 550 atau 61 persen.
5. Kendaraan khusus, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 16, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 3. Trend turun 13 atau (minus 81 persen).
Jumlah total pelanggaran kendaraan Ops Zebra tahun 2016 sebanyak 5.370 kasus, Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 10.463. Trend naik 5.093 kasus (95 persen).
C. Perbandingan profesi pelanggaran lalu lintas:
1. PNS, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 106, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 394. Trend naik 288 (272 persen).
2. Karyawan/ swasta, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 3.901, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 6.785. Trend naik 2.884 (74 persen).
3. Mahasiswa/ pelajar, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 791, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 1.896. Trend naik 1.105 atau (140 persen).
4. Pengemudi, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 399, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 745. Trend naik 346 (87 persen).
5. TNI, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 16, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 29.
6. Polri, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 10, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 2.
7. Lain - lain, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 147, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 612. Trend naik 465 (316 persen).
Jumlah total pelanggaran profesi pelaku Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 5.370 kasus, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 10.464 kasus. Trend naik 5.093 kasus atau (95 persen).
D. Perbandingan kecelakaan lalu lintas:
1. Jumlah kejadian, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 22, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 11.
2. Meninggal dunia, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 12, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 3.
3. Korban luka berat, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 116 sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 11.
4. Korban luka ringan, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 21, sedangka Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 6.
5. Kerugian materil, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 170,15 Juta, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 42,45 Juta. Trend turun 127,7 Juta atau -75%.
E. Perbandingan jenis kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas :
1. Sepeda motor, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 25, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 13. Trend turun 12 atau -48%.
2. Mobil penumpang, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 11, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 2. Trend turun 9 atau -82%.
3. Mobil bus, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 0, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 1 .
4. Mobil barang, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 5, sedangkan Ops Zebra Siak 217 sebanyak 6.
5. Kendaraan tidak bermotor, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 1. Sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 0.
Jumlah total jenis kendaraan yang terlibat kecelakaan Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 42 kasus, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 22. Trend turun 20.-48%.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo SIK MM mengatakan, jumlah selama 12 hari pelaksanaan Ops Zebra Siak itu cukup meningkat, mengingat Ops akan berakhir pada tanggal 14 November 2017.
Dia mengimbau masyarakat untuk selalu menyiapkan kelengkapan berkendara dan mematuhi aturan lalu lintas. "Kepada masyarakat khususnya di Provinsi Riau, untuk tertib dan mematuhi peraturan lalu lintas," tutur Guntur, Senin (13/11/2017).
Selain itu, Guntur juga meminta masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi kesehatan dalam berkendara. Pengendara pun diimbau untuk tidak terpengaruh minuman keras saat berlalu lintas.
"Kami imbau masyarakat menyiapkan dirinya dalam berkendara supaya tidak terjadi kecelakaan contohnya harus sehat, jangan dalam keadaan sakit, terpengaruh minuman keras, alkohol, atau obat-obatan, itu bisa terjadi kecelakaan," ujarnya.(Tis/mcr)
Data yang dirangkum dari Bidang Humas Polda Riau, angka pelanggaran selama 12 hari dibandingakan dengan tahun lalu ternyata meningkat.
Berikut data dan fakta pelanggaran lalu lintas Operasi Zebra Siak 2017 selama 12 hari:
A. Pelanggaran lalu lintas
1. Tilang Ops Zebra Siak tahun 2016 sebanyak 5.370 kasus, sedangkan untuk Ops Zebra Siak tahun 2017 pelanggaran tilang sebanyak 10.463 kasus. Artinya ada peningkatan pelanggaran sebanyak 5.093 kasus atau naik 95 persen.
2. Teguran Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 2.469 kasus, sedangkan untuk Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 1.188 kasus. Terjadai penurunan trend sebesar 1.281 (52 persen).
Jumlah pelanggaran tilang dan teguran Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 7.839, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 11.651. Trend naik 3.812 atau 49 persen.
B. Perbandingan kendaraan yang terlibat pelanggaran lalu lintas
1. Sepeda motor, Ops Zebra Siak tahun 2016 sebanyak 3.996, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 7.760. Trend naik 3.764 atau 94 persen.
2. Mobil penumpang, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 406, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 1.166. Trend naik 76 atau 187 persen.
3. Mobil Bus, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 54, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 86. Trend naik 32 atau 59 persen.
4. Mobil barang, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 898, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 1.448. Trend naik 550 atau 61 persen.
5. Kendaraan khusus, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 16, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 3. Trend turun 13 atau (minus 81 persen).
Jumlah total pelanggaran kendaraan Ops Zebra tahun 2016 sebanyak 5.370 kasus, Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 10.463. Trend naik 5.093 kasus (95 persen).
C. Perbandingan profesi pelanggaran lalu lintas:
1. PNS, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 106, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 394. Trend naik 288 (272 persen).
2. Karyawan/ swasta, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 3.901, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 6.785. Trend naik 2.884 (74 persen).
3. Mahasiswa/ pelajar, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 791, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 1.896. Trend naik 1.105 atau (140 persen).
4. Pengemudi, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 399, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 745. Trend naik 346 (87 persen).
5. TNI, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 16, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 29.
6. Polri, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 10, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 2.
7. Lain - lain, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 147, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 612. Trend naik 465 (316 persen).
Jumlah total pelanggaran profesi pelaku Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 5.370 kasus, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 10.464 kasus. Trend naik 5.093 kasus atau (95 persen).
D. Perbandingan kecelakaan lalu lintas:
1. Jumlah kejadian, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 22, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 11.
2. Meninggal dunia, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 12, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 3.
3. Korban luka berat, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 116 sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 11.
4. Korban luka ringan, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 21, sedangka Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 6.
5. Kerugian materil, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 170,15 Juta, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 42,45 Juta. Trend turun 127,7 Juta atau -75%.
E. Perbandingan jenis kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas :
1. Sepeda motor, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 25, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 13. Trend turun 12 atau -48%.
2. Mobil penumpang, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 11, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 2. Trend turun 9 atau -82%.
3. Mobil bus, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 0, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 1 .
4. Mobil barang, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 5, sedangkan Ops Zebra Siak 217 sebanyak 6.
5. Kendaraan tidak bermotor, Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 1. Sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 0.
Jumlah total jenis kendaraan yang terlibat kecelakaan Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 42 kasus, sedangkan Ops Zebra Siak 2017 sebanyak 22. Trend turun 20.-48%.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo SIK MM mengatakan, jumlah selama 12 hari pelaksanaan Ops Zebra Siak itu cukup meningkat, mengingat Ops akan berakhir pada tanggal 14 November 2017.
Dia mengimbau masyarakat untuk selalu menyiapkan kelengkapan berkendara dan mematuhi aturan lalu lintas. "Kepada masyarakat khususnya di Provinsi Riau, untuk tertib dan mematuhi peraturan lalu lintas," tutur Guntur, Senin (13/11/2017).
Selain itu, Guntur juga meminta masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi kesehatan dalam berkendara. Pengendara pun diimbau untuk tidak terpengaruh minuman keras saat berlalu lintas.
"Kami imbau masyarakat menyiapkan dirinya dalam berkendara supaya tidak terjadi kecelakaan contohnya harus sehat, jangan dalam keadaan sakit, terpengaruh minuman keras, alkohol, atau obat-obatan, itu bisa terjadi kecelakaan," ujarnya.(Tis/mcr)
| Editor | : | Tis. |
| Kategori | : | Nasional |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan