Ada Apa ya...???, Sejumlah Kasus Bom Molotov di Pekanbaru Belum Terungkap
Jumat 10 November 2017, 03:51 WIB
Mobil milik pengurus Lembaga Adat Melayu Kota Pekanbaru dilempari molotov oleh OTK
PEKANBARU. RIAUMADANI. com - Kasus molotov yang terjadi di wilayah hukum Kota Pekanbaru hingga kini belum terungkap. Penyidik Polresta Pekanbaru berdalih masih menunggu hasil Laboratorium Forensik di Medan, Sumatera Utara, untuk memastikan barang bukti.
Dari informasi yang dihimpun, sepanjang tahun 2017 ini, setidaknya ada tiga kasus molotov yang terjadi. Yakni, rumah Pelaksana Harian Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Pekanbaru, Shanti Rahmayanti yang beralamat di Jalan Serayu Gang Meranti, pada akhir Agustus 2017.
Berikutnya, kediaman anggota DPRD Riau, Supriati di Jalan Dwikora Kelurahan Sukamaju, yang menjadi sasaran pelaku teror, Selasa (3/10) dini hari.
Sepuluh hari berselang, kejadian serupa kembali terjadi. Yang menjadi korbannya adalah Nurhasim. Mobil milik pengurus Lembaga Adat Melayu Kota Pekanbaru, Nurhasim, menjadi sasaran aksi teror dengan menggunakan bom molotov. Akibatnya, mobil Toyota Avanza milik pria 70 tahun yang terparkir di depan rumahnya di Jalan Utama Perumahan Kulim Indah, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayanraya, Kota Pekanbaru, hangus terbakar.
Dari tiga rangkaian kejadian tersebut, hingga kini belum ada yang berhasil diungkap pihak kepolisian, baik nama pelaku maupun motif yang digunakan pelaku. Proses penyidikan yang dilakukan masih berkutat dengan pengumpulan dan identifikasi barang bukti.
"Masih menunggu hasil Labfor di Medan untuk membuktikan apakah itu dibakar karena molotov atau bagaimananya," ungkap Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, setelah menghubungi Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto, menanyakan perkembangan penanganan perkara tersebut, Kamis (9/11).
Diterangkan Guntur, ada satu kejadian dimana korban melapor beberapa hari setelah peristiwa. "Lokasi kejadian sudah dibersihkan. Tentu barang buktinya sulit ditemukan," terang mantan Kapolres Pelalawan itu. "Seharusnya saat kejadian, korban langsung buat laporan. Lokasi akan segera distatusquokan dengan memasang police line. Tidak ada satupun yang boleh merubah dan menghilangkan barang bukti," sambungnya.
Selain itu, ada juga kejadian teror yang barang bukti berupa pecahan kaca yang tidak ditemukan di lokasi kejadian. "Bisa jadi disiram dengan minyak, terus dibakar. Ini lah yang perlu didalami melalui hasil Labfor. Mudah-mudahan minggu depan hasilnya diperoleh," imbuh Guntur.
Lebih lanjut Guntur berharap masyarakat bersabar dan memberikan waktu kepada Penyidik bekerja. Hingga kini, kata Guntur, Polda Riau belum membentuk tim khusus untuk membantu Polresta Pekanbaru. "Mereka (Polresta Pekanbaru,red) masih bekerja. Kapolda mempercayakan kepada mereka," pungkas Guntur.
Sebelumnya, Kapolda Riau Irjen Pol Nandang, mengakui upaya pengungkapan yang dilakukan jajarannya belum berhasil. Polisi gagal mengetahui apa motif dan siapa pihak yang bertanggungjawab. Ini pula yang kemudian membuat khawatir, karena jika terhadap pejabat dan wakil rakyat saja pelaku berani melakukan teror, keamanan bagi masyarakat biasa menjadi pertanyaan. "Kita sedang berupaya, namun belum membuahkan hasil," sesal Nandang beberapa waktu lalu.
Dari informasi yang dihimpun, sepanjang tahun 2017 ini, setidaknya ada tiga kasus molotov yang terjadi. Yakni, rumah Pelaksana Harian Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Pekanbaru, Shanti Rahmayanti yang beralamat di Jalan Serayu Gang Meranti, pada akhir Agustus 2017.
Berikutnya, kediaman anggota DPRD Riau, Supriati di Jalan Dwikora Kelurahan Sukamaju, yang menjadi sasaran pelaku teror, Selasa (3/10) dini hari.
Sepuluh hari berselang, kejadian serupa kembali terjadi. Yang menjadi korbannya adalah Nurhasim. Mobil milik pengurus Lembaga Adat Melayu Kota Pekanbaru, Nurhasim, menjadi sasaran aksi teror dengan menggunakan bom molotov. Akibatnya, mobil Toyota Avanza milik pria 70 tahun yang terparkir di depan rumahnya di Jalan Utama Perumahan Kulim Indah, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayanraya, Kota Pekanbaru, hangus terbakar.
Dari tiga rangkaian kejadian tersebut, hingga kini belum ada yang berhasil diungkap pihak kepolisian, baik nama pelaku maupun motif yang digunakan pelaku. Proses penyidikan yang dilakukan masih berkutat dengan pengumpulan dan identifikasi barang bukti.
"Masih menunggu hasil Labfor di Medan untuk membuktikan apakah itu dibakar karena molotov atau bagaimananya," ungkap Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, setelah menghubungi Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto, menanyakan perkembangan penanganan perkara tersebut, Kamis (9/11).
Diterangkan Guntur, ada satu kejadian dimana korban melapor beberapa hari setelah peristiwa. "Lokasi kejadian sudah dibersihkan. Tentu barang buktinya sulit ditemukan," terang mantan Kapolres Pelalawan itu. "Seharusnya saat kejadian, korban langsung buat laporan. Lokasi akan segera distatusquokan dengan memasang police line. Tidak ada satupun yang boleh merubah dan menghilangkan barang bukti," sambungnya.
Selain itu, ada juga kejadian teror yang barang bukti berupa pecahan kaca yang tidak ditemukan di lokasi kejadian. "Bisa jadi disiram dengan minyak, terus dibakar. Ini lah yang perlu didalami melalui hasil Labfor. Mudah-mudahan minggu depan hasilnya diperoleh," imbuh Guntur.
Lebih lanjut Guntur berharap masyarakat bersabar dan memberikan waktu kepada Penyidik bekerja. Hingga kini, kata Guntur, Polda Riau belum membentuk tim khusus untuk membantu Polresta Pekanbaru. "Mereka (Polresta Pekanbaru,red) masih bekerja. Kapolda mempercayakan kepada mereka," pungkas Guntur.
Sebelumnya, Kapolda Riau Irjen Pol Nandang, mengakui upaya pengungkapan yang dilakukan jajarannya belum berhasil. Polisi gagal mengetahui apa motif dan siapa pihak yang bertanggungjawab. Ini pula yang kemudian membuat khawatir, karena jika terhadap pejabat dan wakil rakyat saja pelaku berani melakukan teror, keamanan bagi masyarakat biasa menjadi pertanyaan. "Kita sedang berupaya, namun belum membuahkan hasil," sesal Nandang beberapa waktu lalu.
| Editor | : | |
| Kategori | : | Hukum |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham