Panglima TNI
Sosok Jenderal calon pengganti Panglima TNI Gatot Nurmantyo
Ini Dia Tiga Sosok Jenderal calon pengganti Panglima TNI Gatot Nurmantyo
Senin 06 November 2017, 08:24 WIB
Sosok Jenderal calon pengganti Panglima TNI Gatot Nurmantyo
JAKARTA. RIAUMADANI. com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan segera memasuki masa pensiun sekitar bulan Maret-April 2018 mendatang. Saat HUT TNI ke-72 lalu, Gatot pun mengingatkan kepada segenap pimpinan TNI di bawahnya menyiapkan kader penerus setelah kepemimpinannya usai.
Dia berharap siapa pun penerusnya mampu melakukan berbagai transformasi di tubuh TNI serta meningkatkan kinerja TNI di masa-masa berikutnya. "Saya yakin kader-kader TNI sudah dipersiapkan untuk itu," ucap Gatot tanggal 5 Oktober lalu.
Panglima TNI biasanya diangkat dari Kepala Staf Angkatan. Baik itu Darat, Laut dan Udara. Namun tak harus selalu bergantian. Misal Panglima TNI sebelumnya Jenderal Moeldoko juga digantikan oleh Jenderal Gatot Nurmantyo yang sama-sama berasal dari TNI AD.Melihat posisi saat ini ada tiga perwira tinggi bintang empat yang memenuhi syarat untuk menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI.
Jenderal Mulyono
Kepala Staf TNI AD Jenderal Mulyono merupakan alumnus Akabri 1983. Orang nomor satu di Angkatan Darat ini punya karir yang cukup cemerlang.Selepas dari Akabri, Mulyono yang saat itu berpangkat Letnan Dua langsung ditugaskan sebagai Komandan Peleton (Danton) di Yonif 712 Kodam VII/Wirabuana.
Tak lama, dia mendapat promosi dan diserahi tanggung jawab menjadi Komandan Kompi (Danki) hingga Perwira Seksi Operasi (Pasiops) di tempat yang sama.Mulai tahun 1997, Mulyono diberi kepercayaan untuk menjadi Komandan Batalyon Infanteri 143/Tri Wira Eka Jaya di wilayah Kodam I/Bukit Barisan. Lalu menjadi Komandan Kodim 0901/Samarinda pada 2000.
Dia lalu ditugaskan sebagai Komandan Korem 032/WBR di wilayah Kodam I/Bukit Barisan dan kembali ke Bandung sebagai Wakil Komandan Secapa AD.Kariernya semakin lengkap ketika Mulyono resmi menyandang pangkat sebagai Brigadir Jenderal pada 10 Mei 2011 melalui surat keputusan presiden. Dia menempati posisinya sebagai Direktur latihan di Kodiklat TNI AD sebelum digeser menjadi Direktur Doktrin Kodiklat TNI AD.Mulyono mendapat promosi berupa kenaikan pangkat menjadi Mayor Jenderal dan duduk sebagai Komandan Kodiklat TNI AD.
Setelah itu, dia hijrah ke Jakarta untuk diposisikan sebagai Asisten Operasi Kasad pada 2013 lalu. Tak lama kemudian, dia ditunjuk menjadi Panglima Kodam Jaya dan selanjutnya menjadi Pangkostrad. Posisi ini sebelumnya diisi Gatot sebelum ditunjuk menjadi Kasad menggantikan Moeldoko.
Penentuan nama calon KSAD akan melalui sejumlah prosedur. Gatot akan memimpin Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) TNI yang akan bersidang membahas tentang calon KSAD. Wanjakti akan memilih sejumlah nama untuk diusulkan kepada Presiden sebagai KSAD.
Sejumlah pertimbangan ditengarai akan diambil Wanjakti dalam memilih calon KSAD, seperti pengalaman tugas dan waktu pensiun.
Namun, menarik untuk melihat prospek para letnan jenderal yang akan menggantikan Gatot, dengan melihat jejaring penugasan dan hubungan senior-yunior dengan Gatot yang merupakan lulusan Akmil 1982.
Hubungan senior-yunior cukup penting di TNI, termasuk TNI AD. Sebagai contoh, ketika Gatot mendapat promosi menjadi Gubernur Akademi Militer, dia berziarah ke makam Jenderal (Purn) Edi Sudrajat di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta.
Dia berharap siapa pun penerusnya mampu melakukan berbagai transformasi di tubuh TNI serta meningkatkan kinerja TNI di masa-masa berikutnya. "Saya yakin kader-kader TNI sudah dipersiapkan untuk itu," ucap Gatot tanggal 5 Oktober lalu.
Panglima TNI biasanya diangkat dari Kepala Staf Angkatan. Baik itu Darat, Laut dan Udara. Namun tak harus selalu bergantian. Misal Panglima TNI sebelumnya Jenderal Moeldoko juga digantikan oleh Jenderal Gatot Nurmantyo yang sama-sama berasal dari TNI AD.Melihat posisi saat ini ada tiga perwira tinggi bintang empat yang memenuhi syarat untuk menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI.
Jenderal Mulyono
Kepala Staf TNI AD Jenderal Mulyono merupakan alumnus Akabri 1983. Orang nomor satu di Angkatan Darat ini punya karir yang cukup cemerlang.Selepas dari Akabri, Mulyono yang saat itu berpangkat Letnan Dua langsung ditugaskan sebagai Komandan Peleton (Danton) di Yonif 712 Kodam VII/Wirabuana.
Tak lama, dia mendapat promosi dan diserahi tanggung jawab menjadi Komandan Kompi (Danki) hingga Perwira Seksi Operasi (Pasiops) di tempat yang sama.Mulai tahun 1997, Mulyono diberi kepercayaan untuk menjadi Komandan Batalyon Infanteri 143/Tri Wira Eka Jaya di wilayah Kodam I/Bukit Barisan. Lalu menjadi Komandan Kodim 0901/Samarinda pada 2000.
Dia lalu ditugaskan sebagai Komandan Korem 032/WBR di wilayah Kodam I/Bukit Barisan dan kembali ke Bandung sebagai Wakil Komandan Secapa AD.Kariernya semakin lengkap ketika Mulyono resmi menyandang pangkat sebagai Brigadir Jenderal pada 10 Mei 2011 melalui surat keputusan presiden. Dia menempati posisinya sebagai Direktur latihan di Kodiklat TNI AD sebelum digeser menjadi Direktur Doktrin Kodiklat TNI AD.Mulyono mendapat promosi berupa kenaikan pangkat menjadi Mayor Jenderal dan duduk sebagai Komandan Kodiklat TNI AD.
Setelah itu, dia hijrah ke Jakarta untuk diposisikan sebagai Asisten Operasi Kasad pada 2013 lalu. Tak lama kemudian, dia ditunjuk menjadi Panglima Kodam Jaya dan selanjutnya menjadi Pangkostrad. Posisi ini sebelumnya diisi Gatot sebelum ditunjuk menjadi Kasad menggantikan Moeldoko.
Penentuan nama calon KSAD akan melalui sejumlah prosedur. Gatot akan memimpin Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) TNI yang akan bersidang membahas tentang calon KSAD. Wanjakti akan memilih sejumlah nama untuk diusulkan kepada Presiden sebagai KSAD.
Sejumlah pertimbangan ditengarai akan diambil Wanjakti dalam memilih calon KSAD, seperti pengalaman tugas dan waktu pensiun.
Namun, menarik untuk melihat prospek para letnan jenderal yang akan menggantikan Gatot, dengan melihat jejaring penugasan dan hubungan senior-yunior dengan Gatot yang merupakan lulusan Akmil 1982.
Hubungan senior-yunior cukup penting di TNI, termasuk TNI AD. Sebagai contoh, ketika Gatot mendapat promosi menjadi Gubernur Akademi Militer, dia berziarah ke makam Jenderal (Purn) Edi Sudrajat di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta.
| Editor | : | TIS-Rls |
| Kategori | : | Nasional |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham