Kasus Korupsi E-KTP
Ketua DPR Setya Novanto meninggalkan ruang sidang seusai bersaksi dalam
sidang kasus korupsi E-KTP dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi
Narogong di Pengadilan Tipikor Jakarta, 3 November 2017. (FOTO:
ANTARA/Anggraeni Putu)
TERKAIT:
Ketua DPR RI Setya Novanto Bersaksi di Sidang Andi Narogong
Jumat 03 November 2017, 22:41 WIB
Ketua DPR Setya Novanto meninggalkan ruang sidang seusai bersaksi dalam
sidang kasus korupsi E-KTP dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi
Narogong di Pengadilan Tipikor Jakarta, 3 November 2017. (FOTO:
ANTARA/Anggraeni Putu)TERKAIT:
JAKARTA. RIUMADANI. com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Setya Novanto hari ini, Jumat, 3 November 2017, hadir bersaksi dalam sidang lanjutan kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP untuk terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong.
Setya ternyata tidak hadir sendiri di Pengadilan Tidak Pidana Korupsi Jakarta Pusat. Ia ditemani oleh sepuluh orang laki-laki berbadan kekar yang diduga sebagai bodyguard atau pengawalnya.
Dari pantauan, Setya sudah hadir di gedung Pengadilan Tipikor sejak pukul 09.30 WIB.
Ia ditemani oleh Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Mahyudin, dan beberapa orang lainnya.
Pukul 10.15 WIB, Setya memasuki ruang persidangan. Sejumlah orang yang mendampinginya seperti Idrus dan Mahyudin duduk di kursi paling depan, di belakang sekat kayu pembatas ruangan.
Sementara, sepuluh orang ini duduk terpisah di antara para peserta sidang lainnya.
Pukul 11.30 WIB, Ketua majelis hakim John Halasan Butar Butar menskros persidangan.
"Dilanjutkan pukul satu siang nanti," kata hakim lalu mengetuk palu di hadapannya. Para wartawan yang menunggu Setya di pintu depan ruang persidangan terkecoh. Ketua Umum Partai Golkar tersebut ternyata keluar dari pintu depan di sebelah kiri kursi majelis hakim.
Sepuluh orang ini ikut keluar dari ruang persidangan. Mereka terpantau berkumpul di salah satu sudut di samping gedung pengadilan.
Sekitar pukul 14.00 WIB, Hakim John mengetuk palu dan memulai kembali persidangan. Sepuluh orang ini kembali hadir duduk di ruang persidangan.
Mendekati pukul 14.50 WIB, jaksa KPK menyatakan kesaksian Setya telah cukup. Hakim John pun mempersilahkan Setya untuk meninggalkan ruang persidangan.
Seseorang laki-laki yang sedari tadi ikut menemani Setya langsung memberi instruksi ke salah seorang pengawal, "Beri jalan." Dengan sigap, sepuluh pengawal ini membentuk barisan agar Setya bisa keluar melalui pintu depan ruang persidangan.
Idrus Marham berjalan didepan Setya. "Lanjut, jalan terus," kata Idrus. Disaat yang bersamaan, sepuluh pengawal ini mengelilingi keduanya. Puluhan wartawan yang ingin meminta pernyataan dari Setya terpaksa berbenturan fisik dengan para pengawal ini.
Diberondong pertanyaan oleh wartawan, Setya irit bicara. Ia hanya menanggapi perihal penyebaran meme terhadap dirinya saat dulu terbaring sakit.
"Kita serahkan kepada pihak penyidik," kata Setya.
Sepuluh pengawal ini terus melindungi Setya dari kejaran wartawan, sampai akhirnya Ketua Umum Partai Golkar tersebut berhasil masuk ke mobil berwarna hitam yang menunggu di depan pintu pengadilan. Setya Novanto dan Idrus berlalu, sedang sepuluh orang pengawal ini berjalan meninggalkan gedung pengadilan.
Salah seorang petugas keamanan Pengadilan Tipikor memastikan bahwa sepuluh orang tersebut bukan berasal dari pihak pengadilan. Kalaupun memang dibutuhkan pengamanan, ujarnya, pengadilan akan mengajukan surat resmi ke kepolisian.
Sidang kembali dimulai pada pukul 15.15 WIB dengan agenda pembacaan keterangan dari saksi lainnya. Tidak ada lagi sepuluh orang yang diduga sebagai pengawal Setya ini, duduk di kursi persidangan. Kamera televisi yang meliput sidang pun berkurang, sepuluh kamera saat ada Setya, menjadi tiga kamera saat Setya Novanto telah berlalu.(*)
Setya ternyata tidak hadir sendiri di Pengadilan Tidak Pidana Korupsi Jakarta Pusat. Ia ditemani oleh sepuluh orang laki-laki berbadan kekar yang diduga sebagai bodyguard atau pengawalnya.
Dari pantauan, Setya sudah hadir di gedung Pengadilan Tipikor sejak pukul 09.30 WIB.
Ia ditemani oleh Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Mahyudin, dan beberapa orang lainnya.
Pukul 10.15 WIB, Setya memasuki ruang persidangan. Sejumlah orang yang mendampinginya seperti Idrus dan Mahyudin duduk di kursi paling depan, di belakang sekat kayu pembatas ruangan.
Sementara, sepuluh orang ini duduk terpisah di antara para peserta sidang lainnya.
Pukul 11.30 WIB, Ketua majelis hakim John Halasan Butar Butar menskros persidangan.
"Dilanjutkan pukul satu siang nanti," kata hakim lalu mengetuk palu di hadapannya. Para wartawan yang menunggu Setya di pintu depan ruang persidangan terkecoh. Ketua Umum Partai Golkar tersebut ternyata keluar dari pintu depan di sebelah kiri kursi majelis hakim.
Sepuluh orang ini ikut keluar dari ruang persidangan. Mereka terpantau berkumpul di salah satu sudut di samping gedung pengadilan.
Sekitar pukul 14.00 WIB, Hakim John mengetuk palu dan memulai kembali persidangan. Sepuluh orang ini kembali hadir duduk di ruang persidangan.
Mendekati pukul 14.50 WIB, jaksa KPK menyatakan kesaksian Setya telah cukup. Hakim John pun mempersilahkan Setya untuk meninggalkan ruang persidangan.
Seseorang laki-laki yang sedari tadi ikut menemani Setya langsung memberi instruksi ke salah seorang pengawal, "Beri jalan." Dengan sigap, sepuluh pengawal ini membentuk barisan agar Setya bisa keluar melalui pintu depan ruang persidangan.
Idrus Marham berjalan didepan Setya. "Lanjut, jalan terus," kata Idrus. Disaat yang bersamaan, sepuluh pengawal ini mengelilingi keduanya. Puluhan wartawan yang ingin meminta pernyataan dari Setya terpaksa berbenturan fisik dengan para pengawal ini.
Diberondong pertanyaan oleh wartawan, Setya irit bicara. Ia hanya menanggapi perihal penyebaran meme terhadap dirinya saat dulu terbaring sakit.
"Kita serahkan kepada pihak penyidik," kata Setya.
Sepuluh pengawal ini terus melindungi Setya dari kejaran wartawan, sampai akhirnya Ketua Umum Partai Golkar tersebut berhasil masuk ke mobil berwarna hitam yang menunggu di depan pintu pengadilan. Setya Novanto dan Idrus berlalu, sedang sepuluh orang pengawal ini berjalan meninggalkan gedung pengadilan.
Salah seorang petugas keamanan Pengadilan Tipikor memastikan bahwa sepuluh orang tersebut bukan berasal dari pihak pengadilan. Kalaupun memang dibutuhkan pengamanan, ujarnya, pengadilan akan mengajukan surat resmi ke kepolisian.
Sidang kembali dimulai pada pukul 15.15 WIB dengan agenda pembacaan keterangan dari saksi lainnya. Tidak ada lagi sepuluh orang yang diduga sebagai pengawal Setya ini, duduk di kursi persidangan. Kamera televisi yang meliput sidang pun berkurang, sepuluh kamera saat ada Setya, menjadi tiga kamera saat Setya Novanto telah berlalu.(*)
| Editor | : | Tis/ishaq/Adv |
| Kategori | : | Hukum |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan