DPD IWO SIAK
DPD IWO Siak Resmi dikukuhkan Langsung Oleh Ketua DPP Pusat
Senin 21 Agustus 2017, 14:43 WIB
SIAK. RIAUMADANI. com - Ketua umum DPP Ikatan Wartawan Online (IWO) Jodi Yudono memuji negeri istana Siak sebagai negeri puisi dan penyair.
“Tanah melayu ini saya sebut negeri puisi, dimana penyair tumbuh dengan hebatnya,†kata Jodi Yudono, di Gedung Mahratu Siak, Senin (21/8/17)
Ia terkagum dengan masyarakat negeri Istana, yang menghargai keberagaman dan perbedayaan. Itu dibuktikan saat dirinya sarapan di “Cina Town†nya Siak. Meski baru sekilas melihat kota Siak, Jodhi berpendapat orang Siak bisa hidup rukun dalam perbedaan.
“Saya langsung betah tinggal di Siak ini, karena semuanya puitis. Apa yang saya lihat puitis, orang-orangnya pun puitis. Tadi saya sempat singgah di pecinan, yang masih terjaga dengan baik. Hal ini menunjukkan masyarakat disini menghargai perbedaan,†kata jurnalis yang juga dikenal sebagai budayawan ini.
Dua bait pantun yang dibacakan Jodhi, mengawali sambutannya yang disambut tepuk tangan dari Bupati Siak Syamsuar dan undangan yang menghadiri Acara pengukuhan IWO kabupaten Siak periode 2017-2023.
Lebih lanjut, pria yang sudah 25 tahun mengabdi di Grup Kompas Gramedia itu mengatakan, mengutip kata-kata dari pemiliki Facebook, situasi saat ini adalah pasca kebenaran. Maksudnya, tidak jelas mana yang benar dan mana yang salah, mana yang harus di percaya dan mana yang tidak.
Maka salah satu cara atau solusinya adalah kita berkawan, kita berkumpul. Untuk apa? Untuk mencari solusi bersama. Siapa tahu, dengan berkumpul dan berorganisasi ini persoalan hidup bisa kita atasi.
Ditambahkan Jodhi, berorganisasi itu salah satu siasat untuk mempertahankan hidup. Itulah substansi dari kebudayaan, karena kebudayaan adalah siasat untuk mempertahankan hidup.
Jika anda menggunakan teknologi tapi tidak mempertimbangkan tradisi, maka anda tidak akan pernah kuat berdiri. Karena tradisi adalah akar dari kehidupan. Namun, jika anda hanya bertahan pada tradisi, dan tidak mempertimbangkan teknologi, maka siap-siaplah anda menjadi bangkai.
Jadi menurutnya, Ikatan Wartawan Online (IWO) ini di bayangkan jadi rumah yang nyaman bagi kita, rumah yang kondusif untuk kita bekerja, berkarya dan untuk berbagi. Karena zaman sekarang ini, orang berorganisasi untuk berbagi bukan lagi untuk mengejar kekuasaan.
Dunia pers ini sudah harus mempertimbangkan teknologi, agar bisa bertahan. Berapa banyak dari media cetak ini sudah mati. Bahkan media-media besar pun pendapatannya berkurang.
Diujung sambutan mas Jodhi sapaan akrabnya berpesan, dalam bekerja itu banyak ketawa, artinya kita nikmati hidup ini dengan banyak riang, maka bergembiralah dalam menjalankan organisasi ini. Jangan sampai berorganisasi kita tidak menghasilkan apa-apa.**
“Tanah melayu ini saya sebut negeri puisi, dimana penyair tumbuh dengan hebatnya,†kata Jodi Yudono, di Gedung Mahratu Siak, Senin (21/8/17)
Ia terkagum dengan masyarakat negeri Istana, yang menghargai keberagaman dan perbedayaan. Itu dibuktikan saat dirinya sarapan di “Cina Town†nya Siak. Meski baru sekilas melihat kota Siak, Jodhi berpendapat orang Siak bisa hidup rukun dalam perbedaan.
“Saya langsung betah tinggal di Siak ini, karena semuanya puitis. Apa yang saya lihat puitis, orang-orangnya pun puitis. Tadi saya sempat singgah di pecinan, yang masih terjaga dengan baik. Hal ini menunjukkan masyarakat disini menghargai perbedaan,†kata jurnalis yang juga dikenal sebagai budayawan ini.
Dua bait pantun yang dibacakan Jodhi, mengawali sambutannya yang disambut tepuk tangan dari Bupati Siak Syamsuar dan undangan yang menghadiri Acara pengukuhan IWO kabupaten Siak periode 2017-2023.
Lebih lanjut, pria yang sudah 25 tahun mengabdi di Grup Kompas Gramedia itu mengatakan, mengutip kata-kata dari pemiliki Facebook, situasi saat ini adalah pasca kebenaran. Maksudnya, tidak jelas mana yang benar dan mana yang salah, mana yang harus di percaya dan mana yang tidak.
Maka salah satu cara atau solusinya adalah kita berkawan, kita berkumpul. Untuk apa? Untuk mencari solusi bersama. Siapa tahu, dengan berkumpul dan berorganisasi ini persoalan hidup bisa kita atasi.
Ditambahkan Jodhi, berorganisasi itu salah satu siasat untuk mempertahankan hidup. Itulah substansi dari kebudayaan, karena kebudayaan adalah siasat untuk mempertahankan hidup.
Jika anda menggunakan teknologi tapi tidak mempertimbangkan tradisi, maka anda tidak akan pernah kuat berdiri. Karena tradisi adalah akar dari kehidupan. Namun, jika anda hanya bertahan pada tradisi, dan tidak mempertimbangkan teknologi, maka siap-siaplah anda menjadi bangkai.
Jadi menurutnya, Ikatan Wartawan Online (IWO) ini di bayangkan jadi rumah yang nyaman bagi kita, rumah yang kondusif untuk kita bekerja, berkarya dan untuk berbagi. Karena zaman sekarang ini, orang berorganisasi untuk berbagi bukan lagi untuk mengejar kekuasaan.
Dunia pers ini sudah harus mempertimbangkan teknologi, agar bisa bertahan. Berapa banyak dari media cetak ini sudah mati. Bahkan media-media besar pun pendapatannya berkurang.
Diujung sambutan mas Jodhi sapaan akrabnya berpesan, dalam bekerja itu banyak ketawa, artinya kita nikmati hidup ini dengan banyak riang, maka bergembiralah dalam menjalankan organisasi ini. Jangan sampai berorganisasi kita tidak menghasilkan apa-apa.**
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham