Garuda Muda Indonesia
Tim Garuda Muda Indonesia
Timnas U-19 Kalah Akibat Strategi Monoton
Kamis 14 Agustus 2014, 03:32 WIB
Tim Garuda Muda IndonesiaBANDAR SERI BEGAWAN. Riaumadani. com - Timnas U-19 kembali babak belur dalam lanjutan Hassanal Bolkiah Trophy [HBT] 2014 di Hassanal Bolkiah National Stadium, Rabu [13/8/2014]. Alih-alih bangkit, Evan Dimas dkk harus takluk 1-3 dari Vietnam U-19. Kekalahan ini pun menutup peluang Garuda Jaya [julukan Timnas U-19] untuk menembus babak berikutnya. Hasil ini juga melengkapi hasil imbang 0-0 melawan Malaysia di laga perdana dan kekalahan 1-3 dari Brunei di laga kedua.
Dalam laga kemarin Timnas U-19 memang berusaha untuk langsung menekan pertahanan Vietnam. Seperti biasa, anak asuh Indra juga berusaha menguasai ball possession. Tapi, bukan peluang yang didapat, pressing ketat yang diterapkan pemain Vietnam, membuat pemain Indonesia melakukan kesalahan, sampai akhirnya melakukan pelanggaran di depan kotak penalti.
Kesalahan itu menjadi gol pertama Vietnam dari eksekusi tendangan bebas Luong Xuan Truong di menit ke-5. Selanjutnya, gol kedua juga tercipta akibat kesalahan pemain dan penjaga gawang. Di satu sisi pemain tak ada yang menempel dan menutup ruang tembak Nguyen Phong Hong Duy, di sisi lain penempatan posisi Ravi Murdianto terlalu maju sehingga gol kedua tercipta pada menit ke-36.
Kesalahan selanjutnya, adalah pemain terlalu lama memainkan bola, sehingga bola dicuri pemain Vietnam untuk kemudian melakukan serangan balik cepat. Kerja sama satu dua Nguyen Cong Phuong -Van Toan menghasilkan gol ketiga pada menit ke-46. Pada babak kedua, perubahan khas Indra dengan memasukkan Dimas Drajad Menggantikan Muchlis Hadi dan Maldini Pali dengan Septian David. Satu gol memang sempat tercipta, melalui Septian David, di menit ke-81 tapi apa lacur skor 1-3 tetap bertahan.
Apa yang terjadi dengan Timnas U-19? Hasil ini cukup mengejutkan, karena seperti tak belajar dari kesalahan, strategi yang sama saat ditahan imbang Malaysia atupun kalah 1-3 dari Brunei kembali ditunjukkan.
Mentalkah? Melalui pesan singkat Indra menegaskan jika timnya memang runtuh mentalnya setelah dua gol Vietnam.
"Dengan terjadinya dua gol cepat, moral dan skema permainan menjadi runtuh," tulisnya. Gol pertama layak disebut gol cepat, tapi gol kedua pada menit ke-37 itu, bukanlah gol cepat. Bahkan, lebih terlihat kegagalan sendiri dalam mengantisipasi serangan.
Sebelum laga Indra sempat menyebutkan jika pemainnya tak terpengaruh sedikitpun psikologisnya setelah kalah 1-3 dari Brunei. Tapi, setelah pernyataan ini, maka bohong besar jika penampilan buruk Timnas U-19 juga pengaruh dari laga sebelumnya. Parahnya lagi adalah strategi yang mudah terbaca oleh lawan, sehingga kesalahan pun tercipta oleh pemain Indonesia sendiri.**
Dalam laga kemarin Timnas U-19 memang berusaha untuk langsung menekan pertahanan Vietnam. Seperti biasa, anak asuh Indra juga berusaha menguasai ball possession. Tapi, bukan peluang yang didapat, pressing ketat yang diterapkan pemain Vietnam, membuat pemain Indonesia melakukan kesalahan, sampai akhirnya melakukan pelanggaran di depan kotak penalti.
Kesalahan itu menjadi gol pertama Vietnam dari eksekusi tendangan bebas Luong Xuan Truong di menit ke-5. Selanjutnya, gol kedua juga tercipta akibat kesalahan pemain dan penjaga gawang. Di satu sisi pemain tak ada yang menempel dan menutup ruang tembak Nguyen Phong Hong Duy, di sisi lain penempatan posisi Ravi Murdianto terlalu maju sehingga gol kedua tercipta pada menit ke-36.
Kesalahan selanjutnya, adalah pemain terlalu lama memainkan bola, sehingga bola dicuri pemain Vietnam untuk kemudian melakukan serangan balik cepat. Kerja sama satu dua Nguyen Cong Phuong -Van Toan menghasilkan gol ketiga pada menit ke-46. Pada babak kedua, perubahan khas Indra dengan memasukkan Dimas Drajad Menggantikan Muchlis Hadi dan Maldini Pali dengan Septian David. Satu gol memang sempat tercipta, melalui Septian David, di menit ke-81 tapi apa lacur skor 1-3 tetap bertahan.
Apa yang terjadi dengan Timnas U-19? Hasil ini cukup mengejutkan, karena seperti tak belajar dari kesalahan, strategi yang sama saat ditahan imbang Malaysia atupun kalah 1-3 dari Brunei kembali ditunjukkan.
Mentalkah? Melalui pesan singkat Indra menegaskan jika timnya memang runtuh mentalnya setelah dua gol Vietnam.
"Dengan terjadinya dua gol cepat, moral dan skema permainan menjadi runtuh," tulisnya. Gol pertama layak disebut gol cepat, tapi gol kedua pada menit ke-37 itu, bukanlah gol cepat. Bahkan, lebih terlihat kegagalan sendiri dalam mengantisipasi serangan.
Sebelum laga Indra sempat menyebutkan jika pemainnya tak terpengaruh sedikitpun psikologisnya setelah kalah 1-3 dari Brunei. Tapi, setelah pernyataan ini, maka bohong besar jika penampilan buruk Timnas U-19 juga pengaruh dari laga sebelumnya. Parahnya lagi adalah strategi yang mudah terbaca oleh lawan, sehingga kesalahan pun tercipta oleh pemain Indonesia sendiri.**
| Editor | : | Jpnn/Tis |
| Kategori | : | Olahraga |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham